google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 10 Oktober 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 10 Oktober 2018

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia*
Investment Information Team

*Market Review 10 Oktober 2018*

Tercatat 231 saham menguat dan 182 saham melemah. *IHSG +23.8 poin (0.41%) ke level 5,820.6*, dan *LQ-45 +3.1 poin (0.34%) ke level 914.9*.

*Sectoral Return :*
- Agri +0.02%
- Mining +0.95%
- Basic-Ind -0.27%
- Misc-Ind -0.66%
- Consumer +1.18%
- Property +0.34%
- Infrastructure +0.86%
- Finance +0.02%
- Trade +0.40%
- Manufacture +0.52%

Investor asing *net sell senilai Rp 574 Miliar*.

*USD/IDR -37.5 poin (-0.25%)* terhadap Rupiah di angka 15,200.

*Saham yang ditutup menguat*

- *DUCK ditutup menguat Rp 250 (+49.50%) ke level Rp 755*. PT Jaya Bersama Indo Tbk sebagai pengelola jaringan restoran Chinese food terbesar secara resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemiliki restoran The Duck King ini menawarkan saham sebesar 514,33 juta lembar saham dengan harga Rp505 per saham dengan potensi dana senilai Rp259,23 miliar. Adapun gerai baru akan dibuka pada sejumlah kota besar di Indonesia antara lain di Jawa, Bali, Sulawesi dan Kalimantan.

- *GOOD menguat Rp 640 (+49.80%) ke level Rp 1,925*. Setelah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham GOOD, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk akan terus menggenjot kinerja agar dapat tumbuh di atas rata-rata industri. Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja mengatakan, saat ini pertumbuhan industri ada di kisaran 8% sampai 10%. Garudafood sendiri membidik perntumbuhan penjualan akan melebihi angka tersebut. Selama periode empat bulan hingga April 2018, penjualan Garudafood tercatat naik 13,5% menjadi Rp 2,9 triliun dari Rp 2,5 triliun untuk periode yang sama pada 2017.

- *MPRO menguat Rp 65 (+34.75%) ke level Rp 252*. Emiten properti PT Propertindo Mulia Investama Tbk. mendapatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 70 kali atas saham baru perseroan yang ditawarkan kepada pasar dalam rangka initial public offering (IPO). Raymond, Direktur Utama Propertindo Mulia Investama, mengatakan bahwa perseroan melepas saham ke publik sebanyak 1,49 juta dengan harga Rp110 per lembar saham. Jumlah saham tersebut setara 15,01% dari total modal disetor perseroan.

- *GMFI menguat Rp 22 (+9.24%) ke level Rp 260*. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) akan menjalin aliansi strategis dengan perusahaan perawatan pesawat asal Prancis, Air France Industries KLM Engineering & Maintenance (AFI KLM E&M). Kabar yang sampai ke Kontan.co.id, deal yang akan terjadi antara GMFI dengan AF KLM tersebut memiliki nilai kontrak sebesar US$ 400 juta. Vice President Corporate Secretary GMFI Fidiarta Andika ketika dihubungi membenarkan aliansi dengan AF KLM tersebut. Namun, ia belum bisa memberikan penjelasan detail terkait kontrak tersebut.

- *TRAM menguat Rp 20 (+8.92%) ke level Rp 244*. PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) baru saja melakukan penandatangan perjanjian kerjasama penggunaan infrastruktur logistik pertambangan dengan PT Citra Dayak Indah. Penandatangan dilakukan oleh anak usaha TRAM, yakni PT Gunung Bara Utama. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, kerja sama ini resmi dilakukan pada tanggal 8 Oktober lalu. Asal tahu saja, Citra Dayak Indah adalah perusahaan pertambangan batubara yang memiliki tambang batubara seluas 5.000 hektare di Kutai Barat, Kalimantan Timur.

- *SMCB menguat Rp 150 (+13.27%) ke level Rp 1,280*. PT Holcim Indonesia Tbk. (SMCB) membukukan pendapatan Rp7,37 triliun per September 2018, meningkat 7% year-on-year (yoy). Presiden Direktur Holcim Indonesia Gary Schutz menyampaikan, pada kuartal III/2018 perseroan membukukan pendapatan Rp2,92 triliun, meningkat 12% yoy dari periode yang sama pada 2017. Kenaikan pendapatan dikontribusikan penjualan semen sebesar 3 juta ton untuk sektor perumahan dan infrastruktur.

*Saham yang ditutup melemah*

- *INKP melemah Rp 250 (-1.64%) ke level Rp 14,925*. Sinar Mas Group melalui anak usahanya, PT Sinar mas Speciality Mineral (SMSM), meningkatkan modal dasar PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) senilai total Rp 119,03 miliar. SMSM tercatat 50% sahamnya dimiliki oleh Grup Sinar Mas. Sebelumnya, kepemilikan SMSM sebesar Rp 11,68 miliar atas 5.000 saham dengan harga Rp 2.336 per saham. Saat ini kepemilikan menjadi 5.000 saham seri A dengan nilai Rp 2.336 per saham dan Seri B dengan jumlah 1.073.550 saham dengan nilai 100.000 per saham. Dengan begitu, total saham yang dimiliki menjadi 1.078.550 saham dengan nilai Rp 119,03 miliar.

- *BBKP melemah Rp  4 (-1.44%) ke level Rp 346*. PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) memastikan rencana penerbitan saham baru dalam rangka management and employee stock options program (MESOP) dan long term incentive (LTI) tidak akan masuk dalam agenda pembahasan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Catatan saja, jumlah saham yang akan diterbitkan dalam MESOP maksimal 347,4 juta saham. Jumlah saham MESOP yang akan dikeluarkan ini setara dengan 2,9% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...