google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham PTBA | 23 November 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham PTBA | 23 November 2018

Maybank (ZP)

PTBA BUY UPGRADE TP 5800 (Fr 5400)

BUY with a higher TP
Maintain BUY on the back of operational improvements. Medium term share price catalysts include earnings and dividends surprising on the upside. We slightly raise our DCF TP (WACC 12.5%, LTG 0%) to IDR5,800 (+7.4%) due to higher earnings forecasts. The stock trades at 9.3x FY19E P/E; undemanding in our view as it is 27% lower than +1SD above the 10- year mean.

Higher forecasts driven by ASP
3Q18 earnings of IDR1,354b increased 20.3% QoQ and 50.1% YoY, and were above our forecast due to better-than-expected ASP. That said, we increase our 2018-19E earnings forecasts on the back of higher ASP assumptions. There could still be upside to our 2018 forecast as we have not factored in potential earnings from selling domestic market obligation (DMO) quota to other coal producers due to limited information. If PTBA manages to sell 2.5m tonnes of DMO volume at USD3/tonne, our 2018 forecast would rise by 1.6%.

2019 flat YoY growth: DMO price impact
For 2019, we forecast earnings will be relatively flat (+1.8% YoY) despite higher sales volume of 26.3m tonnes (+4.3% YoY), as we factor in the full impact of the DMO pricing policy. Although upside to our 2019F forecast could still come from 1) higher-than-expected ASP as PTBA is planning to sell more high CV coal of c.1.5m tonnes (+100% YoY) to ride the strong price momentum and 2) higher-than-expected railway volume post the start of operation of the double-track lane. For every 1% change in both 2019E ASP and volume assumptions, our forecast would change by 5.2%.

Dividend play
We stick with our view that the acquisition of Freeport Indonesia by Inalum would be positive for PTBA’s minority shareholders due to potentially higher dividend streams. Every 5% change in our 2018 payout ratio assumption (75%) would change PTBA’s yield by 50bps.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...