google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BBCA | 4 Desember 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham BBCA | 4 Desember 2018

BCA GANDENG SINGAPORE AIRLINES PERMUDAH TRANSAKSI PERJALANAN

IQPlus, (04/12) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Singapore Airlines kerja sama memudahkan transaksi perjalanan dengan meluncurkan kartu kredit BCA edisi KrisFlyer Infinite.

Menurut Direktur BCA Santoso Liem peningkatan jumlah wisatawan Indonesia ke luar negeri menunjukan prospek yang cerah, sehingga ia menilai kerja sama tersebut merupakan langkah yang strategis.

"Ini jelas merupakan langkah strategis dalam mengakomodir kebutuhan para pelancong dengan lebih mudah dan aman saat melakukan perjalanan ke berbagai destinasi di seluruh dunia," katanya di Jakarta, Senin. Ia melanjutkan target pemegang KrisFlyer Infinite ini adalah pribadi atau keluarga muda dengan profil "traveler," yang menyukai kemudahan dalam mendapatkan promo-promo tambahan.

Menurut dia, keunggulan langsung dari kartu tersebut adalah nasabah mendapatkan KrisFlyer miles yang lebih cepat setiap bertransaksi, yang kemudian dapat ditukarkan dengan tiket atau hadiah.

"Selain itu dapat meningkatkan kelas penerbangan, atau menukarkan miles mereka menjadi poin-poin pada beberapa mitra pilihan program loyalitas untuk mendapatkan lebih banyak hadiah di darat," tambahnya.

Santoso berharap, dengan peluncuran program baru ini, pertumbuhan kartu kredit BCA bisa mencapai angka 3,5 juta kartu kredit yang beredar dengan nilai transaksi hingga Rp 68 triliun pada akhir Desember 2018 ini.

"Sampai bulan Oktober 2018, tercatat 3,3 juta kartu kredit BCA telah beredar dengan nilai transaksi mencapai Rp 60 triliun," katanya.(end)


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...