google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham SMGR, ELSA, CPIN dan ANTM | 6 Februari Langsung ke konten utama

Analisa Saham SMGR, ELSA, CPIN dan ANTM | 6 Februari

MNC Daily Scope Wave
6 Februari 2019

IHSG terkoreksi 0.9% pada perdagangan Senin (4/2) kemarin, kami perkirakan pelemahan tersebut merupakan awal koreksi dari wave (iv). IHSG diperkirakan baru terkonfirmasi membentuk wave (iv) apabila terkoreksi di bawah level 6,428 dengan target koreksi di level 6,380-6,350.
Support: 6,440, 6,410
Resistance: 6,610, 6,650

SMGR - Buy on Weakness (12,250)
SMGR pada penutupan kemarin (4/2) berada pada level 12,250. Peluang terkoreksinya SMGR dapat mencapai level 12,150-12,225 untuk membentuk wave (iv) dari wave 5, setelah itu SMGR dapat menguat untuk membentuk wave (v) dari wave 5 dengan target 14,500.
Buy on Weakness: 12,150-12,225
Target Price: 14,000, 14,500
Stoploss: 11,375

ELSA - Buy on Weakness (394)
Kami perkirakan ELSA sedang berada pada wave (v) dari wave [iii], diperkirakan masih ada potensi untuk mencapai target akhir pada level 410 sebelum terkoreksi menuju 366 untuk membentuk wave [iv].
Buy on Weakness: 380-386
Target Price: 404, 410
Stoploss: 370

CPIN - Buy on Weakness (7,950)
Peluang penguatan CPIN kami perkirakan masih terbuka, saat ini CPIN sedang membentuk wave (b) dari wave A dengan target penguatan di 8,250.
Buy on Weakness: 7,650-7,775
Target Price: 8,250, 8,500
Stoploss: 7,200

ANTM - Sell on Strength (1,010)
Kenaikan ANTM sebesar 5.2% pada kemarin lusa (4/2) membuat ANTM berada pada akhir dari wave (v) dari wave 3, walaupun ANTM masih dapat menguat akan tetapi potensi upsidenya sudah mengecil, penguatan ANTM kami perkirakan dapat mencapai level 1,060. Setelah wave 3 selesai terbentuk, maka ANTM berpeluang terkoreksi ke level 935 (minimal) hingga level 900 (ideal).
Sell on Strength 1,010-1,060.

Disclaimer On


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

Info Pasar : Prospek Alumunium, 16 Maret 2017

Prospek cerah, harga aluminium tahun ini bisa naik JAKARTA. Pasca koreksi yang cukup dalam, harga aluminium perlahan bangkit. Rabu (15/3) pukul 09.49 WIB, harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,40% ke level US$ 1.867 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Tapi dalam sepekan, harga aluminium terkikis 0,53%. Harga aluminium menguat berkat naiknya produksi industri China. Produksi industri China di Februari 2017 tumbuh 6,3%, lebih tinggi ketimbang pertumbuhan bulan sebelumnya yang cuma 6%. Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka, bilang, data ekonomi dari China tersebut menjadi pendorong utama kenaikan harga aluminium. Maklum, hal ini menimbulkan harapan permintaan aluminium dari Negeri Tirai Bambu akan semakin tinggi. Selain itu, kurs dollar Amerika Serikat (AS) yang turun juga mendongkrak harga. "Dollar AS melemah menjelang pengumuman hasil FOMC pada Kamis dini hari nanti," ujar Ibrahim, Rabu (15/3). Penyebabnya, pelaku pasar mela...

Kisah Pedagang Kopi di Perbatasan RI Beromzet Rp 2 Juta/Hari

Senyum mengembang selalu nampak di raut wajah Siti Badriyah. Perempuan berhijab asal Jawa Tengah itu sudah tinggal di kawasan perbatasan Papua sejak umur 7 tahun. Ia membuka usaha makanan dan kopi keliling di tapal batas Indonesia dengan Papua Nugini. Kalau di Jakarta, mungkin banyak yang menyebut profesi seperti Siti dengan sebutan 'starling', plesetan dari kata Starbucks keliling. Walau hanya berprofesi sebagai starling, bisa dibilang Siti cukup sukses di sana. Bayangkan, omzetnya saja mencapai Rp 2 juta per hari. Kalau dikalikan sebulan berarti puluhan juta omzetnya. Siti bercerita bagaimana awalnya dia bisa tinggal di wilayah perbatasan hingga mencari nafkah di sana. Sejak tahun 1982, Siti mengaku orang tuanya mengikuti program transmigrasi. Karenanya, mau tak mau Siti juga ikut kedua orang tuanya hijrah dari kampung halamannya Banyuwangi ke Papua. Bukan hal yang buruk menurutnya tinggal di kawasan tapal batas. Sebab, selain kondisinya yang juga tentram saat ini, roda ekono...