google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham ISAT | Anggarkan Capex Rp 9 Triliun, Indosat (ISAT) Menambah 18.000 BTS 4G di Tahun Ini Langsung ke konten utama

Saham ISAT | Anggarkan Capex Rp 9 Triliun, Indosat (ISAT) Menambah 18.000 BTS 4G di Tahun Ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) berkomitmen untuk terus memperkuat jaringan 4G di tahun ini. ISAT akan menambah sekitar 18.000 BTS jaringan 4G.

Kustanto, Group Head Network Strategy Architecture and Solution Indosat bilang, pada 2018, ISAT sudah memiliki 26.100 BTS 4G. Artinya, pada tahun ini, jaringan 4G emiten yang tergabung dalam indeks KOMPAS100 akan menjadi 44.100 BTS.

Tak hanya itu, ISAT juga akan mengoptimalkan jaringan 4G plus hingga di 350–450 MHz. Caranya, Indosat akan menggunakan teknologi carrier agregation. Saat ini, jaringan 4G hanya memiliki kapasitas di 190 MHz.

Direktur Utama Indosat Chris Kanter mengatakan, jaringan 4G Plus ISAT telah menjangkau 422 kota/kabupaten saat ini. Jumlah itu sekitar 80% dari populasi masyarakat Indonesia. Indosat menargetkan dapat menjangkau 87% populasi masyarakat Indonesia di akhir tahun 2019.

Untuk memenuhi target, Indosat tak hanya menambah BTS saja. Perusahaan ini juga akan menambah site 4G sebanyak 4.200 site tahun ini. Jumlah BTS yang terhubung dengan jaringan fiber juga akan ditambah menjadi hampir 30%. "Pengembangan jaringan ini juga menjadi bagian rencana strategis perusahaan ke depan, untuk menghadirkan jaringan berkualitas bagi pelanggan di era komunikasi data saat ini," ujar Chris.

Belanja modal dari utang

Emiten telekomunikasi ini juga telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 10 triliun untuk tahun 2019. Mayoritas dana tersebut atau sekitar 90% capex, digunakan untuk jaringan 4G ISAT.

Sisanya digunakan untuk penambahan BTS dan pengembangan kapasitas. Berdasarkan catatan KONTAN, ISAT akan menerbitkan obligasi dalam rangka penawaran umum berkelanjutan III senilai Rp 10 triliun untuk sumber belanja modal.

Analis Ciptadana Sekuritas Gani mengatakan, strategi ini merupakan langkah tepat yangdilakukan ISAT untuk meningkatkan kualitas dan coverage jaringan. "Ini menjadi kunci bagi Indosat untuk dapat bersaing dengan operator lainnya," kata dia. Kendati demikian, Gani memprediksi, ISAT masih akan merugi Rp 2,5 triliun tahun ini.

Pasalnya, beban ISAT di tahun ini masih besar akibat ekspansi yang agresif. "Kerugian utama akibat peningkatan beban bunga untuk membiayai belanja modal di 2019. Sampai saat ini, kami belum melihat ada tambahan pendapatan dari penjualan perusahaan. Kalau di tahun 2018 ada gain sekitar Rp 900 miliar dari penjualan Artajasa," jelas Gani.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menyarankan, agar ISAT melakukan efesiensi. Sebab, peningkatan beban utang perusahaan ini disertai dengan kerugian bersih.

Berdasarkan PER, harga saham ISAT sudah tinggi karena rugi bersih tahun 2018. Kemarin harga ISAT turun 5,69% menjadi Rp 2.650 per saham.


Sumber : kontan

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...