Langsung ke konten utama

Memahami Arti Istilah Lot dalam Investasi Saham atau Forex

Dalam dunia investasi saham ada disebut dengan istilah lot. Pengertian lot merupakan satuan ukuran resmi dalam kegiatan jual beli saham. Lalu berapa 1 lot sahamnya? Investasi memang hal menarik untuk dipelajari. Selain mendatangkan keuntungan, kamu pun diajarkan untuk jadi lebih bijak dalam melihat situasi keuangan sehingga bisa memilih mana instrumen investasi yang tepat.

Untuk para investor baru, terutama yang ingin terjun di dunia saham pasti akan menemukan banyak sekali istilah-istilah yang bisa membingungkan, salah satu yang sering ditemui adalah lot. Tapi tak perlu ditakuti, karena semua istilah itu bisa kamu pelajari asal konsisten.

Dalam investasi saham, apakah istilah lot itu penting? Tentu saja iya, lot wajib untuk dipahami oleh seluruh investor saham. Maka dari itu, mari kita bahas bersama-sama pengertian dari istilah lot supaya kamu lebih paham dan yakin untuk investasimu.

Arti Istilah Lot


Memahami arti dari istilah lot sebelum kamu mulai melakukan transaksi paham sangatlah penting sebagai dasar utama dalam menentukan pilihan. ‘Lot’ adalah satuan resmi yang dipakai dalam kegiatan jual atau beli saham sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia. Sama halnya dengan istilah satuan yang digunakan dalam menentukan suhu seperti ‘celcius’ dan jarak menggunakan ‘meter’.

Aturan di Indonesia, jika kamu ingin melakukan transaksi saham, maka harus membeli atau menjual suatu saham perusahaan minimal 1 lot. Begitu pula dalam forex, jumlah unit dalam satu lot standar bernilai 100.000 unit mata uang. Misalnya, mata uang yang digunakan dalam bertransaksi adalah Dolar AS, maka 1 lot itu nominalnya sebesar 100.000 USD. Selain itu ada juga yang dinamakan lot mini, lot makro, serta lot nano. Masing-masing jumlah unitnya pun berbeda-beda.

1 lot standar = 100.000 USD
1 lot mini = 10.000 USD
1 lot mikro = 1.000 USD
1 lot nano = 100 USD

Jika di atas adalah satuan mata uang, maka berdasarkan aturan BEI dalam pasar saham 1 lot = 100 lembar saham. Aturan ini sudah dirubah sejak 6 Januari 2014 silam, dimana sebelumnya BEI menentukan bahwa 1 lot saham sebanyak 500 lembar saham. Misalnya, harga saham di PT Mayora Indah Tbk (MYOR) adalah 2.600, maka modal yang kamu butuhkan untuk membeli saham Mayora sebesar Rp260.000.

Jika kamu ingin terjun ke dunia trading dan investasi, besaran lot sangat perlu untuk diperhatikan saat belajar forex. Alasannya sebagai berikut: 

  • Satu lot adalah ukuran satuan terkecil yang bisa ditradingkan. Berarti, makin besar jumlah lotnya semakin besar juga modal untuk trading yang diperlukan.
  • Besar kecilnya jumlah lot yang kamu transaksikan mempengaruhi besar profit atau loss yang didapat dari satu transaksi. Jika kamu ingin semakin cepat mendapatkan profit, maka lot pun harus makin besar. Namun, besar juga resiko yang diterima.

Siapapun Bisa Berinvestasi


Buat kamu yang ingin berinvestasi, tidak harus dimulai dengan modal besar. Memiliki modal terbatas pun sudah bisa investasi seperti saham. Hal ini didukung lewat aturan pemerintah yang menetapkan standar nilai 1 lot pada Januari 2014 silam.

Pemerintah ingin agar siapa saja bisa membeli atau menjual saham, tidak hanya sebatas investor pemodal besar saja. Investor yang memiliki modal terbatas pun diharapkan bisa menikmati pengalaman dalam berinvestasi. Dengan adanya aturan tersebut, BEI ingin menarik minat dan daya beli seluruh masyarakat terhadap investasi saham.

Kini sejak diberlakukannya aturan BEI tersebut, tak hanya kamu tapi juga seluruh kalangan masyarakat Indonesia bisa menjadi investor saham dengan hanya bermodalkan di bawah Rp500.000.

Namun, perlu kamu ingat bahwa ukuran satuan lot ini tidak setiap bursa nilainya sama. Hal ini karena setiap Bursa Efek di negara lain menetapkan kebijakannya masing-masing. Ketetapan 1 lot sama dengan 100 lembar saham hanya berlaku di Bursa Efek Indonesia.

Ada Lot, Ada Odd Lot


Selain istilah lot, adapula istilah lain di Bursa Efek Indonesia yang dikenal dengan sebutan odd lot. Lalu odd lot itu apa? Odd berarti ganjil. Maka, dengan kata lain odd lot bisa dibilang lot aneh. Kenapa demikian?

Odd lot bisa diartikan lot yang nilainya tidak genap 1 lot, atapun tidak genap berjumlah 100 lembar saham. Lot sendiri merupakan kelipatan 100. Jadi, jika kamu punya 150 lembar saham, maka itulah yang disebut odd lot. Kok bisa odd lot terjadi di pasar saham? Kan aturan BEI 1 lot = 100 lembar?

Memang betul, akan tetapi terjadi odd lot karena aksi korporasi oleh perusahaan-perusahaan supaya kepemilikan saham bertambah. Contohnya, aksi korporasi berupa saham bonus atau right issue. Masih belum jelas?

Begini, misalnhya PT X melakukan right issue dengan nilai rasionya 955 saham lama akan menerima 122 saham yang baru. Jika kamu memiliki 10 lot alias 1.000 lembar saham, maka saham baru yang kamu dapat sebanyak 128 lembar. Dengan perhitungan (1.000 : 955) x 122. Jadi, saham yang kamu pegang berjumlah 100 lembar plus 28. Karena secara aturan 1 lot = 100 lembar, maka yang 28 lembar saham inilah disebut sebagai odd lot.


Sayangnya, saham odd lot ini tidak bisa dijual begitu saja di pasar reguler karena terbentur aturan BEI 1 lot harus genap 100. Bagi kamu yang memiliki odd lot bisa menjualnya ke pasar non reguler atau pasar negosiasi dengan melalui broker.

Sumber:
Ajaib. WEB. "Mengenal Apa Itu Istilah Lot Dalam Dunia Investasi Saham". Diakses pada 1 Juni 2020. - https://ajaib.co.id/mengenal-apa-itu-istilah-lot-dalam-dunia-investasi-saham/

Jangan lupa subscribe Channel Youtube SAHAM ONLINE di https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Pengertian BREAKOUT dan Contohnya

Apa Arti Breakout? Breakout mengacu pada keadaan ketika harga suatu aset bergerak di atas area resistance , atau bergerak di bawah area support. Breakout menunjukkan potensi harga untuk memulai tren di arah breakout. Misalnya, penembusan ke atas dari pola grafik dapat mengindikasikan harga akan mulai tren lebih tinggi. Breakout yang terjadi pada volume tinggi (relatif terhadap volume normal) menunjukkan keyakinan yang lebih besar yang berarti harga lebih cenderung untuk tren ke arah itu. Breakout Dalam Saham Breakout adalah ketika harga bergerak di atas level resistance atau bergerak di bawah level support. Breakout bisa bersifat subjektif karena tidak semua pedagang akan mengenali atau menggunakan level support dan resistance yang sama. Breakout memberikan peluang perdagangan yang baik. Tembusan ke atas menandakan pedagang untuk kemungkinan mendapatkan posisi beli atau menutup posisi sell. Tembusan ke bawah memberi sinyal pada pedagang untuk kemungkinan mendapatkan posisi j

Cara Membaca Grafik Saham di Bursa Efek

grafik candlestick saham Pergerakan harga instrumen finansial baik saham maupun forex biasanya digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini memudahkan trader untuk mengetahui pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Ada beberapa jenis grafik yang biasa dipakai di pasar finansial yaitu: Line Chart/Grafik Garis Bar Chart/Grafik Batang Candlestick Chart/Grafik Lilin Grafik  Line Chart  hanya memuat data harga dipenutupan perdagangan yang digambarkan dalam bentuk garis saja. Sementara  Bar Chart  dan  Candlestick Chart  hampir sama dikarenakan memuat data harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah. Hanya saja grafik candlestick lebih mudah dibaca dibandingkan grafik bar. Di samping itu keunggulan lain dari candlestick chart adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan tampilan yang lebih mudah dibaca. Berikut tampilan masing-masing chart menggunakan contoh Indeks S&P500: Line Chart Bar Chart Candlestick Chart Saya priba