Langsung ke konten utama

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dampingi pemerintah tangani pandemi COVID-19

Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tidak hanya berfokus pada layanan perbankan demi memenuhi kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia, namun juga senantiasa berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah, tim medis, serta masyarakat dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Komitmen ini diwujudnyatakan Bakti BCA melalui donasi Rp 1 miliar untuk membantu penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia yang bekerjasama dengan BenihBaik.com.


Donasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, didampingi Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati, Kepala Kantor Wilayah III BCA Frengky Chandra Kusuma melalui video conferences pada hari Rabu (02/09) kepada 81 puskesmas yang tersebar di Jawa Timur. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Founder dan CEO Benih Baik Andy F Noya Founder serta dr Hinu dan dr Nur Amalis perwakilan puskesmas penerima donasi.

"Hampir selama 6 bulan lamanya kita dihadapkan pada situasi pandemi COVID-19 ini. Seiring dengan bertambahnya jumlah pasien di Jawa Timur, BCA terdorong untuk hadir memberikan dukungan kepada para tenaga medis melalui donasi ini. Kami juga mencermati bahwa puskesmas yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo sangat membutuhkan uluran tangan untuk menurunkan grafik masyarakat yang terpapar COVID-19,รข€ urai Jahja.

Puskesmas yang menerima bantuan tersebut akan mendapatkan 50 paket alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari 1 buah hazmat spunbon laminasi, dua buah apron plastik, 1 buah surgical gown, 2 buah masker KN95, dua buah surgical mask, 4 pasang examination gloves (shamrock), 4 pasang surgical gloves, 2 buah nurse cap (Onemed), 2 buah shoe cover (trasti), 1 buah safety goggle, dan 1 buah faceshield.

"Jawa Timur memang merupakan medan perjuangan bagi para pemimpin daerah dalam melawan Covid-19 ini. Kami optimis, bahwa pandemi ini akan segera berlalu dan Insya Allah kami menang melawan Covid dengan kegotongroyongan dan sinergi bersama berbagai elemen. Bantuan yang diberikan oleh BCA sangat membantu kami dalam mengatasi persoalan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Dalam kasus pandemi covid-19, mata kita semakin tertuju ke Jawa Timur sejak Bapak Presiden memberikan perhatiannya pada provinsi yang dipimpin oleh Ibu Khofifah Indar Parawansa ini. Kami selalu yakin, bahwa pemerintah juga perlu dukungan banyak pihak termasuk korporasi seperti PT BCA yang memberikan sumbangan untuk 81 puskesmas di Surabaya dan Sidoarjo. Terima Kasih kepada BCA yang telah memberikan kepercayaannya pada BenihBaik.com, dan berbagai pihak yang telah banyak membantu," kata Andy F Noya, pendiri BenihBaik.com.

Sejak Maret lalu, BCA telah memberikan bantuan ke sejumlah wilayah di Indonesia berupa APD dan ventilator untuk tenaga medis dan pasien, hingga paket sembako dan alat kebersihan untuk masyarakat yang ekonominya terdampak COVID-19. BCA juga turut bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Benihbaik.com, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dan pemerintah dalam penyaluran bantuan kepada yang membutuhkan. Hingga saat ini, total yang telah didonasikan BCA untuk penanganan COVID-19 di Indonesia mencapai hampir Rp19 milyar.

"Sejak pandemi ini merebak di Indonesia, BCA telah berkomitmen untuk bahu membahu bersama dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya Pemerintah dalam penanggulangan COVID-19 di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur. Tak hanya dukungan berupa donasi, segenap keluarga besar BCA juga berharap masyarakat yang terpapar dapat segera pulih kembali serta tahap new normal yang saat ini mulai perlahan dilakukan dapat turut menggerakkan geliat perekonomian Indonesia. Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker secara rutin dan sering mencuci tangan. Mari bersama berikan kontribusi tanggulangi COVID-19!," tutup Jahja. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da