Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 29 September 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Sept 29, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street ditutup lebih tinggi karena sektor energi dan keuangan memimpin reli luas

Wall Street rally dan ditutup menguat tajam pada hari Senin karena investor mencari penawaran di antara sektor-sektor yang paling terpukul oleh resesi virus corona, sekarang tertatih-tatih menuju bulan kesembilan.

Dow Jones naik 410,1 poin atau 1,51% menjadi 27.584,06. S&P 500 naik 53,14 poin atau 1,61% menjadi 3.351,6. Komposit Nasdaq menambahkan 203,96 poin atau 1,87% menjadi 11.117,53.

Pemimpin pasar Apple Inc AAPL.O dan Amazon.com AMZN.O sekali lagi memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq. Kurangnya sentimen tentang vaksin COVID-19 dan paket stimulus fiskal tambahan dari Washington telah membebani pasar dalam sesi terakhir. Tetapi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengatakan dalam wawancara MSNBC bahwa pembicaraan stimulus dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan dilanjutkan pada hari Senin, menunjukkan kemungkinan kemajuan untuk mengakhiri kebuntuan. American Airlines Group Inc AAL.O mengumumkan Jumat malam bahwa mereka telah mendapatkan pinjaman pemerintah $5,5 miliar, dan mungkin mengakses lebih banyak. Berita itu membuat saham operator komersial naik 3,8%.

Eropa

Saham bank bangkit dari rekor terendah, membantu bursa Eropa memulihkan beberapa penurunan

Bursa Eropa bangkit kembali tajam pada hari Senin karena investor mengambil saham terpukul di sektor perbankan yang mencapai rekor terendah pekan lalu dan data memberikan tanda-tanda peningkatan dalam ekonomi China.

Indeks STOXX 600 Eropa melonjak 2,2%.

Indeks bank yang lebih luas .SX7P melonjak 5,6% di sesi pertama kenaikannya dalam delapan hari. HSBC Holdings HSBA.L melonjak 8,9% setelah grup asuransi China Ping An 601318.SS2318.HK, pemegang saham terbesar di bank Inggris, meningkatkan kepemilikannya menjadi 8,00% dari 7,95%. Commerzbank CBKG.DE naik 5,6% setelah menunjuk manajer puncak di saingannya Deutsche Bank DBKGn.DE, Manfred Knof, untuk memimpin bank. Pergerakan saham, bagaimanapun, sejalan dengan sektor yang lebih luas.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da