Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham MAPI, MDKA, BBRI dan INCO oleh Mirae Asset Sekuritas | 29 September 2020


MNC Daily Scope Wave

29 September 2020

IHSG ditutup terkoreksi 0,8% ke level 4,906 pada perdagangan kemarin (28/9). Support terdekat IHSG berada pada area 4,850 dan berikutnya di 4,753, kami perkirakan selama IHSG masih mampu bertahan di atas 4,850 maka kami perkirakan IHSG berpeluang mengarah ke area 5,000-5,100 untuk membentuk wave B. Namun sebaliknya, apabila ternyata IHSG terkoreksi agresif ke bawah 4,753, maka IHSG terkonfirmasi membentuk wave [v] ke arah 4,500-4,650.

Support: 4,850, 4,753

Resistance: 4,950, 5,187

MAPI - Buy on Breakout (575)

Kemarin (28/9), MAPI ditutup terkoreksi ke level 575 dan kami pernah merekomendasikan SoS MAPI pada tanggal 18/9. Selama tidak terkoreksi kembali ke bawah 535, maka kami memperkirakan saat ini posisi MAPI sedang berada di awal dari wave C. 

Buy on Breakout: 595

Target Price: 640, 660

Stoploss: below 535

MDKA - Buy on Weakness (1,615)

Pada perdagangan kemarin (28/9), MDKA menguat cukup signifikan sebesar 3,9% dan ditutup pada level 1,615. Selama tidak terkoreksi di bawah 1,505, maka saat ini pergerakan MDKA sedang berada di awal wave (B) dari wave [B].

Buy on Weakness: 1,555-1,600

Target Price: 1,750, 1,850

Stoploss: below 1,505

BBRI - Spec Buy (3,090)

Pergerakan BBRI kemarin (28/9) terkoreksi 2,2% dan ditutup di level 3,090. Kami memperkirakan, selama BBRI tidak terkoreksi ke bawah 3,010, maka saat ini BBRI sedang berada di awal dari wave B dari wave (B). 

Spec Buy: 3,030-3,090

Target Price: 3,300, 3,400

Stoploss: below 3,010

INCO - Sell on Strength (3,620)

INCO kemarin (28/9) ditutup di level 3,620. Selama INCO tidak mampu menguat di atas 4,000 atau bahkan 4,030, maka kami perkirakan pergerakan INCO hanya akan menguat terbatas saja dan selanjutnya akan kembali terkoreksi. Kami perkirakan level koreksi INCO akan kembali berada di 3,420 dan 3,000.

Sell on Strength: 3,650-3,800


Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da