Langsung ke konten utama

Jadi Duta Besar RI untuk AS, Komisaris Utama Medco (MEDC) Undur Diri


Komisaris Utama PT Medco Energi Internasional Tbk. Muhammad Luthfi mengundurkan diri sehubungan dengan tugas negara yang diberikan, yaitu sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan oleh Manajemen Medco Energi Internasional dalam keterbukaan informasi perseroan di laman Bursa Efek Indonesia pada Selasa (13/10/2020).

Muhammad Luthfi memberikan surat pengunduran dirinya sebagai Komisaris Utama perseroan pada 9 Oktober 2020.

“Pengunduran diri ini disampaikan karena beliau harus menjalankan tugas Negara sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat,” tulis Manajemen Medco Energi Internasional dikutip dari keterbukaan informasinya, Selasa (13/10/2020).

Dengan demikian, emiten berkode saham MEDC itu akan menggelar rapat umum pemegang saham untuk memutuskan menyetujui permohonan pengunduran diri itu yang akan diumumkan secara terpisah.

Dilansir dari laman resmi perseroan, Muhammad Luthfi mengisi pucuk kepemimpinan Medco Energi itu sejak 25 November 2015.

Luthfi juga menjabat sebagai Ketua Komite Manajemen Risiko dan sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi serta Komite GCG.

Sebelumnya, Luthfi sempat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jepang pada periode 2010 - 2013.

Pria kelahiran 18 Agustus 1969 yang sempat menjabat sebagai Menteri Perdagangan Indonesia dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk periode 2005 -2009 itu tidak memiliki afiliasi dengan anggota Direksi dan sesama Dewan Komisaris lainnya.

Sumber: BISNIS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

CARA BACA BOLLINGER BANDS

CARA BACA BOLLINGER BANDS Bollinger Bands dibuat oleh pakar Analisa Teknikal bernama John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini merupakan derivat dari Moving Averages yang dikembangkan menjadi 2 (dua) garis, yaitu Garis Atas (atau disebut Upper Band), dan Garis Bawah (atau disebut Lower Band). Kedua garis ini membatasi pergerakan saham, dengan lebih dari 90% berada di dalamnya.  Parameter standar yang direkomendasikan oleh John Bollinger adalah 20 – 2. Artinya menggunakan MA-20 dengan 2 Standar Deviasi (2SD). Dengan demikian, Garis Atas (Upper Band) adalah hasil MA-20 ditambah 2SD, sementara Garis Bawah (Lower Band) adalah hasil MA-20 dikurang 2SD. Standar Deviasi adalah istilah untuk menunjukkan volatilitas harga, misalnya dengan mengukur perbedaan nilai harga penutupan dengan nilai rata-rata.  Semakin tinggi nilai Standar Deviasi maka menunjukkan volatilitas yang semakin tinggi, yang tercermin pada semakin lebar (renggang) jarak antara kedua garisnya (Upper Band da