Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 11 Januari 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 11, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street berakhir lebih tinggi dalam reli baru di tengah harapan stimulus lebih lanjut

Wall Street mencapai tertinggi baru pada hari Jumat karena harapan lebih banyak stimulus dari Washington sedikit terguncang oleh komentar seorang senator tetapi kemudian didukung setelah Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan paket ekonominya akan mencapai triliunan dolar.

Dow Jones naik 56,84 poin atau 0,18% menjadi 31.097,97. S&P 500 naik 20,89 poin atau 0,55% menjadi 3.824,68. Komposit Nasdaq menambahkan 134,50 poin atau 1,03% menjadi 13.201,98.

Reli terbaru di Dow, S&P 500 dan Nasdaq mengatasi data pasar tenaga kerja pada pagi hari yang menunjukkan ekonomi AS kehilangan pekerjaan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan pada bulan Desember ketika negara itu tertekuk di bawah serangan COVID-19. Tetapi di akhir sesi, S&P turun sedikit dari puncaknya yang terbaru menyusul laporan bahwa Senator Demokrat AS Joe Manchin menentang pemeriksaan langsung yang lebih besar sebelum menangani pandemi virus corona. Pernyataan tersebut meresahkan investor yang mengharapkan pembayaran stimulus lebih lanjut.

Eropa

Bursa Eropa mencatatkan minggu terbaik dalam hampir dua bulan

Bursa Eropa mencatat kenaikan mingguan terkuat mereka sejak November pada hari Jumat, dengan DAX Jerman mencapai rekor tertinggi didukung data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dan mendorong pembaruan pendapatan dari pembuat chip.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,7%.

Indeks membawa kenaikan untuk minggu pertama 2021 menjadi 3%, sebagian besar didorong oleh harapan bahwa penyisiran Demokrat dari Senat AS akan mengarah pada paket stimulus fiskal AS yang besar. Hal itu, bersama dengan optimisme bahwa peluncuran vaksin virus korona akan memicu pemulihan global yang kuat, mendorong pasar AS dan Asia ke posisi tertinggi sepanjang masa. STOXX 600 Eropa diperdagangkan hampir 5% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Februari 2020. Indeks DAX Jerman mengungguli, naik 0,6%, setelah data menunjukkan output industri dan ekspor naik lebih dari yang diharapkan pada November.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da