google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo [Saham SSMS] PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk telah menyerap 20% capex Langsung ke konten utama

[Saham SSMS] PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk telah menyerap 20% capex


PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) pada Januari hingga Februari 2021 telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar 15-20% dari jumlah capex di 2021 senilai Rp 550 miliar.

Hartono Jap, Direktur Keuangan Sawit Sumbermas Sarana, mengatakan pengggunaan belanja modal di periode itu berfokus untuk membiayai pembangunan dan pemeliharaan infrastuktur di kawasan perkebunan kelapa sawit perseroan yang dirancang untuk menunjang operasional.

"Penggunaan capex antara lain digunakan untuk biaya perawatan jalan, terutama jalan perkebunan dan kondisi jalan menuju refinery perseroan sehingga kami tetap menjaga kualitas CPO dan membeli alat-alat berat untuk perkebunan,” tutur Hartono dalam keterangan resmi, Selasa (30/3)

Hartono menjelaskan targe SSMS terhadap penggunaan belanja modal tersebut adalah mendapatkan harga terbaik dari kualitas CPO (crude palm oil) sehingga target realisasi keunangan pada kuartal I/2021 sesuai ekspektasi perseroan.

"Selain itu, kami dapat membantu petani plasma secara sistematis dalam membeli Tandan Buah Segar (TBS) sehingga membantu perekonomian masyarakat dan petani serta menjaga infrastruktur jalan poros dan penghubung menuju kebun plasma sehingga perseroan dapat memelihara dengan baik,” terangnya.

Untuk menjaga kinerja keuangan, Hartono menyampaikan SSMS merupakan perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit dengan tingkat biaya operasional tergolong rendah.

“Karena kami mempunyai kebun (hulu) yang berdekatan dengan refinery (hilir), yang kurang lebih sekitar 30 km jarak satu dengan lainnya. Perseroan dalam melakukan efisiensi dan mengendalikan biaya yang mengedepankan upaya-upaya yang terbaik untuk kualitas CPO,” tutur Hartono.

Manajemen SSMS tak menampik penurunan harga CPO pada 2018-2019 mempengaruhi industri kelapa sawit nasional dan dinamika fundamental perseroan.

Untuk itu, Hartono menjabarkan pihaknya  mengedepankan tata kelola biaya operasional yang efisien, seperti pemupukan secara optimal dan menjaga infrastruktur tetap terjaga dengan baik. “Kami juga melakukan efisiensi pada sektor back office,” ucap Hartono.

Pada 2020 hingga awal tahun ini, tren harga CPO, palm kernel (inti sawit), dan produk turunan lainnya cenderung meningkat sehingga SSMS dapat mengelola tren positif ini dengan konsistensi mengimplementasikan manajemen operasional yang efisien sehingga keuntungan perseroan diproyeksikan meningkat pada 2021. 

Di sisi lain, ekspor produk hilir CPO SSMS pada 2021 diestimasikan berpeluang meningkat seiring dengan ratifikasi Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership (IE-CEPA).

Lantaran demikian, manajemen SSMS berancang-ancang menggenjot ekspor produk minyak sawit mentah hilir ke EFTA, yang terdiri atas Swiss, Islandia, Norwegia, dan Liechtenstein. Dalam referendum 7 Maret lalu, sebanyak 51,70% rakyat Swiss menyetujui perjanjian dagang IE-CEP itu.

Sekitar 70% penjualan CPO Sawit Sumbermas Sarana pada 2020 dikontribusikan dari penjualan ke anak perusahaan perseroan, yaitu PT Citra Borneo Utama (CBU), anak perusahaan SSMS yang memproduksi produk hilir CPO.

Sedangkan, yang sisanya (20%) dijual ke pihak ketiga di dalam negeri dan ekspor. Hartono menjabarkan Indonesia merupakan produsen utama dunia pengekspor CPO. Merujuk data GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Hartono menyebutkan ekspor minyak sawit Indonesia pada Januari 2021 mengalami penurunan.

Ekspor minyak sawit mencapai sebesar 2,86 juta ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar 2,39 juta ton. “Jika mengacu hal tersebut, kami memproyeksikan akan lebih menguntungkan jika dapat melakukan ekspor dari produk turunan CPO,” ujar Hartono.

SSMS optimistis bisa mendongkrak kinerja ekspor CPO dan turunannya ke Uni Eropa lantaran perseroan menerapkan praktik memproduksi CPO dan produk turunannya berbasis prinsip Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia.

Dengan demikian, SSMS mengantongi sertifikasi keberlanjutan produk sawit Indonesia dan turunannya, konsumen produk sawit Indonesia dan turunannya akan mendapatkan jaminan produk yang lestari berkelanjutan ( sustainable ), berwawasan lingkungan ( pro environment ), dan mampu telusur asal muasalnya ( traceability ).

Sumber: KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...