google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo AMAR BANK DIANUGERAHI PENGHARGAAN THE INNOVATIVE TECH COMPANIES OF THE YEAR. Langsung ke konten utama

AMAR BANK DIANUGERAHI PENGHARGAAN THE INNOVATIVE TECH COMPANIES OF THE YEAR.



PT Bank Amar Indonesia Tbk (.Amar Bank.), sebagai digital-only bank pertama di Indonesia, menerima penghargaan sebagai The Innovative Tech Companies of the Year di ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability (ACES) Awards 2021.

Diselenggarakan oleh MORS Group, ACES Awards adalah acara tahunan yang diadakan untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan dan individu yang menginspirasi dengan keunggulan mereka dalam kepemimpinan dan keberlanjutan. Penghargaan The Innovative Tech Companies of the Year ini mengapresiasi perusahaan yang telah menunjukkan inovasi teknologi yang signifikan dalam produk, layanan, atau bisnis mereka, dan menunjukkan visi yang jelas dalam pengembangan bisnis serta pendekatannya di bidang perangkat lunak dan teknologi.

Amar Bank berkomitmen untuk merevolusi pengalaman perbankan, mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran/keamanan finansial mereka, serta menumbuhkan kebiasaan menabung melalui teknologi mutakhir. Sejak diakuisisi oleh Tolaram Group Singapura pada tahun 2014, Amar Bank telah mengalami transformasi digital yang signifikan untuk menjadi salah satu pelopor FinTech di Indonesia, melalui produk Tunaiku.

"Penggunaan FinTech dalam kredit mikro adalah cara ampuh untuk membantu orang-orang yang masih belum memiliki akses atau keterbatasan terhadap sistem pinjaman konvensional. Kredit mikro memungkinkan peminjam untuk membuktikan kelayakan kredit mereka secara bertahap, tanpa bunga yang terlalu tinggi. Dalam menyediakan saluran kredit yang dikelola dengan baik dan adil kepada masyarakat Indonesia, Amar Bank telah memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara yang etis dan berkelanjutan," ungkap Shanggari B, CEO MORS Group.

Amar Bank sudah tidak asing dengan penghargaan. Sebelumnya, Amar Bank telah memenangkan 25 penghargaan sejak 2017, termasuk untuk produk andalannya, Tunaiku, platform pinjaman mikro berbasis aplikasi pertama yang sepenuhnya diatur dan merupakan produk pinjaman FinTech Bank terbesar di Indonesia.

Tunaiku memberikan kredit tanpa agunan (KTA) kepada individu dan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) yang diproses dan disetujui dalam waktu 24 jam dengan memanfaatkan teknologi big data dan predictive analytics. Tunaiku telah diunduh lebih dari 6,7 juta kali, menerima lebih dari 9 juta aplikasi pinjaman, dan mendistribusikan lebih dari 700.000 pinjaman.

Pinjaman tersebut sebagian besar untuk renovasi rumah (36%), modal usaha (25%), dan pendidikan (13%). Sejak diluncurkan pada tahun 2014, Tunaiku telah menyalurkan lebih dari Rp6,6 triliun pinjaman kepada masyarakat dan pengusaha mikro yang sebagian besar belum memiliki rekening (unbanked) dan kurang terlayani (underserved).

Setelah menerima penghargaan, Vishal Tulsian, Presiden Direktur Amar Bank mengatakan .Kami merasa terhormat bahwa inovasi teknologi kami diakui oleh ACES Awards 2021. Kami percaya bahwa teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan membantu mereka mencapai tujuan keuangan, sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan kuat. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi melayani masyarakat dengan memperluas akses layanan dan literasi keuangan..

Amar Bank telah menjadi pelopor produk layanan keuangan digital di Indonesia pada tahun 2014 melalui Tunaiku yang memanfaatkan big data dan predictive analytics untuk melayani masyarakat yang belum memiliki rekening bank dan kurang terlayani oleh perbankan. Mengadopsi teknologi baru AI (Artificial Intelligence) dan cloud, pada Agustus 2020, Amar Bank bekerjasama dengan Google untuk meluncurkan Senyumku, digital bank on the cloud pertama di Indonesia. Senyumku hadir untuk mendorong kebiasaan menabung yang baik serta meningkatkan kedisiplinan untuk mengontrol keuangan pribadi menjadi lebih baik.(end)

sumber : IQPLUS


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...