Langsung ke konten utama

KEMENDAG AJAK PEMDA TINGKATKAN MUTU KOMODITAS EKSPOR.


Kementerian Perdagangan melalui DirekturJenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono mengajak Pemerintah Daerah melalui dinas yang membidangi perdagangan untuk meningkatkan mutu komoditas ekspor di daerah. Salah satunya melalui peningkatan kinerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang(UPTD BPSMB).

Hal ini diungkapkan Veri saat membukaacara pertemuanteknis jaringan kerja pengendalian mutu barangyang digelar di Bogor, Jawa Barat pada Kamis (11/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peningkatan kinerja dan peran 34 UPTD BPSMB di seluruh Indonesia.

Acara ini bertujuan untuk memperkuat peran UPTD BPSMB,meningkatkan sinergidan kontribusi UPTD BPSMB,meningkatkankompetensi sumber daya manusia penguji mutu barang melalui diklat dan bimbingan teknis 2022. Selain itu, dalam acara ini disampaikan hasil kajian peta jalanPengembangan BPSMBdaninformasi kontribusi peran Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK)dalam penanganan hambatan teknis perdagangan.

"DiperlukansinergiDitjen PKTN Kemendag dan Pemerintah Daerah dalam pengembangan infrastruktur mutu di daerah guna mewujudkan jaminan kesesuaian mutu komoditaspotensial daerahterutama,dalamketentuan yang berlaku, baik di pasar domestik maupun negara tujuan ekspor," ujar Veri dalam sambutannya.

Veri mengungkapkan, pada 2021 beberapa komoditas ekspor mengalami hambatan dari negara tujuan ekspor. Salah satunya, komoditas biji pala yang mengalami hambatan teknis di Uni Eropa. Komoditas ini mendapat sembilan notifikasi dari Uni Eropa yang terdiri atas lima notifikasi terkait kandungan aflatoksin, satunotifikasi terkait tidak adanya sertifikat kesehatan, dan tiganotifikasi terkait kandungan ochratoxin A. Veri melanjutkan, komoditas lainyang mendapatkan notifikasi dari Uni Eropa antara lain lada hitam (kandungan aflatoksin), bungkil inti sawit (kandungan salmonella ruiru), produk perikanan (kandungan merkuri dan cadmium).

"Tidak hanya Uni Eropa, komoditas yang diekspor ke Amerika Serikat turut mendapat notifikasi terkait kandungan aflatoksin dalam kacang-kacangan, kandungan timbal bubuk kayu manis, serta bakteri salmonella dalam rempahdari Indonesiaseperti lada dan pala.Selain itu, biji kopi Indonesia juga mendapat hambatan teknis dari Jepang terkait kandungan residu pestisida Isoprocarb," terang Veri.

Veri berharap Pemerintah Daerah dapat mengidentifikasi komoditas potensial daerah dan meningkatkan kemampuan uji melalui akreditasi Komi teAkreditasi Nasional (KAN) untuk lingkup komoditasserta melakukan pemantauan mutu komoditastersebut..UPTD BPSMB di daerah harusmemberikanlayanan pengujian yang berkualitas untuk mewujudkan jaminan kesesuaian mutu produk potensial daerah terhadap ketentuan berlaku,"tutupnya.(end)

sumber : IQPLUS



Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Analisa Saham PTBA | 3 Desember 2021

Saham PTBA Setelah berhasil breakout dari resistance pola falling wedge pattern dan mencapai targetnya di 2760, saham PTBA berpeluang melanjutkan reli penguatannya. Indikator teknikal MACD yang telah golden cross dan bersiap cross up ke atas centreline mengindikasikan bahwa saham ini mulai mendapatkan momentum positif, sehingga berpeluang melanjutkan penguatannya menuju target-target selanjutnya. Rekomendasi : Hold & let your profit run. Ikutin terus dan cek update teknikal selanjutnya untuk target berikutnya dan trailing stopnya di member area. Disclaimer ON sumber :  steptrader Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online