Langsung ke konten utama

Analisa Saham ANTM | 22 Desember 2021



ANTM sejak bulan Oktober terus tertekan di bawah MA200 dan saat ini juga gagal bertahan diatas support konsolidasinya di 2250 (garis merah). Hal ini menunjukan pergerakan ANTM dalam fase tren turun jangka menengah – panjang. Jika saham ini tidak mampu kembali ke atas 2250, terdapat kecenderungan melemah menuju 2120 yang merupakan area previous low. Jika turun lebih rendah, saham ini berpotensi kembali melemah menuju 1830 dengan minor target 1970.

Rekomendasi : Sell on rebound di area support 2310 – 2250.


Disclaimer ON

sumber : galerisaham


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Analisa Saham BRIS | 13 Januari 2022

BRIS melemah di bawah support penting 1700. Penembusan support ini membuat BRIS membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan bahwa BRIS berisiko terus melemah menuju kisaran 1000-1300. Rekomendasi: Hindari. Sell bagi yang masih punya. Target penurunan 1000-1300 sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham BUKA | 13 Januari 2022

Saham BUKA kembali bergerak turun menguji level all time low-nya di 408. Indikator teknikal Stochastic yang bergerak turun mengindikasikan bahwa momentum saham ini masih cenderung bergerak negatif. Apabila gagal bertahan di 408, maka BUKA akan melanjutkan tren turun menuju target di 300, dengan minor target di 346. Trading Plan : Tetap hindarin. Sell on strength jika breakdown dan gagal bertahan di 408. Disclaimer ON sumber :  steptrader Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online