Langsung ke konten utama

PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT OBLIGASI CHANDRA ASRI DI "idAA-".


[Saham TPIA]  PEFINDO menegaskan peringkat "idAA-" kepada Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019 yang jatuh tempo pada 29 Mei 2022 senilai Rp750 miliar yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). TPIA berencana untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo tersebut menggunakan kas internal.

Per 31 Desember 2021, Perusahaan memiliki kas dan setara kas senilai USD2,0 miliar, termasuk USD0,4 miliar deposito berjangka dan USD1,1 miliar dana yang belum digunakan dari penawaran umum terbatas yang dialokasikan untuk pengembangan pabrik baru petrokimia terintegrasi.

Efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan. Kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah sangat kuat. Tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

TPIA merupakan produsen petrokimia yang beroperasi secara terintegrasi, menyediakan olefina, poliolefina, monomer stirena, dan butadiena, methyl-tertiary-butyl-ether (MTBE), dan butena-1. Perusahaan memiliki satu-satunya naphtha cracker dan fasilitas produksi monomer stirena dan butadiena di dalam negeri. Naphtha cracker milik Perusahaan memiliki kapasitas produksi 2.138 kilo ton per tahun (KTA), fasilitas produksi polietilena dengan kapasitas 736 KTA.

Selanjutnya fasilitas produksi monomer stirena dengan kapasitas 340 KTA, fasilitas produksi polipropilena dengan kapasitas 590 KTA, fasilitas produksi butadiena dengan kapasitas 137 KTA, fasilitas produksi MTBE dengan kapasitas 128 KTA, dan fasilitas produksi butene-1 dengan kapasitas 43 KTA.

Perusahaan telah menyelesaikan proses Rights Issue di bulan September 2021 senilai USD1,1 miliar, yang akan digunakan untuk mendanai sebagian pengembangan kompleks petrokimia dan PT TOP Investment Indonesia, anak perusahaan dari Thai Oil Public Company Limited merupakan pemegang saham baru Perusahaan. Kami berpandangan bahwa pemegang saham yang baru sebagai investor strategis TPIA akan memberikan fleksibilitas dalam mendanai pengembangan kompleks petrokimia kedua. Pada tanggal 31 Desember 2021, saham Perusahaan dimiliki oleh PT Barito Pacific Tbk (34.6%), SCG Chemicals Co. Ltd. (30,6%), PT TOP Investment Indonesia (15%), Prajogo Pangestu (7,8%), Marigold Resources Pte. Ltd. (3,9%), dan publik (8,1%). (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Analisa Saham SIDO | 11 Mei 2022

SIDO bergerak sideways di antara MA50 dan MA200-nya dalam sebulan terakhir. Jika SIDO berhasil menguat menembus resisten 950, SIDO berpeluang melanjutkan uptrendnya menuju target 990-1030. Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 950 target 990-1030. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

Rekomendasi Saham BUMI, TAPG, SMDR dan BBYB oleh SAMUEL SEKURITAS | 10 Mei 2022

INVESTASI KONTAN 10 MEI 2022 Samuel Sekuritas memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini uji uptrend line dan berpotensi rebound. Pada perdagangan Senin (9/5), IHSG anjlok 4,42% ke level 6.909,75. "IHSG (6.909) gap down dan membentuk bearish marubozu pasca libur panjang. Kini uji uptrend line dan potensial rebound," kata Analis Teknikal Samuel Sekuritas William Mamudi dalam risetnya, Selasa (10/5). Untuk hari ini, William menyukai saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) dengan rekomendasi trading buy, serta PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dengan rekomendasi trading sell.  1. BUMI BUMI rebound dari uptrend line dan kini uji resistance minor Rp 64. Antisipasi breakout dengan resistance berikut bisa ke Rp 73.  Rekomendasi buy dengan target harga Rp 70 dan cut loss Rp 54. BUMI pada Senin (9/5) ditutup di level Rp 61 per saham. 2. TAPG TAPG breakout flip level Rp 690 dengan hammer. Antisipasi lanjut ra

Analisa Saham UNVR | 11 Mei 2022

Setelah berhasil break neckline double bottom , UNVR juga berhasil mencapai target kenaikan kami di 3960 hingga area resisten psikologis MA200 di 4140 (garis merah) dan saham ini terus bergerak naik  Selama saham ini mampu bertahan dan berkonsolidasi diatas area resisten psikologis (MA200), maka ini menjadi momentum awal UNVR untuk kembali bergerak uptrend. Cermati pula area-area target kami di 4550 dengan minor target 4370. Ini bisa menjadi area sell on strength mengingat range pergerakan saham ini yang terlalu lebar. Trading plan : Sell on strength di area-area target 4370 – 4550. Tidak disarankan untuk yang ingin masuk pertama kali. Disclaimer ON sumber :  galerisaham Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online