google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Biaya Eksplisit: Pengertian, Contoh, dan Cara Hitungnya Langsung ke konten utama

Biaya Eksplisit: Pengertian, Contoh, dan Cara Hitungnya



Biaya eksplisit adalah salah satu biaya yang biasanya dibutuhkan dalam berbisnis. Sebagian besar dari Anda, mungkin baru mendengar mengenai jenis biaya ini. Biaya ini perlu dihitung karena berkaitan dengan profit yang bisnis Anda raih.

Anda yang berniat menjalankan bisnis, harus memahami biaya ini lebih jauh untuk mengetahui fungsinya. Ini dia penjelasan mengenai biayanya.


Apa itu Biaya Eksplisit?

Biaya eksplisit adalah jenis biaya yang sifatnya nyata, artinya keberadaannya bisa dilihat dari bukti transaksi yang tersedia. Untuk itulah jenis bisnis ini biasanya tercatat dengan baik di jurnal.


Pengertian lainnya dari biaya jenis eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan oleh suatu usaha untuk kebutuhan operasionalnya.

Tanpa kehadiran biaya ini, Anda tidak akan mampu menjalankan operasional usaha dengan baik. Untuk itulah biaya ini termasuk dibutuhkan.

Perusahaan juga bersedia mengeluarkan biaya ini karena bisa mendatangkan pemasukan. Namun, pengeluaranya tetap dilakukan secara perhitungan untuk bisa menghasilkan pendapatan dan laba yang maksimal.


Apa Saja Contoh Biaya Eksplisit?

Contoh dari biaya jenis ini dibagi jadi 2. Ini penjelasannya.


Biaya tetap

1. Biaya tetap

Merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan yang nilainya dalam 1 tahun biasanya tidak berubah banyak. Hal itu pun membuat perhitungan jadi lebih mudah. Biaya ini juga rutin dikeluarkan oleh perusahaan untuk keperluan tertentu.

Contoh dari biaya tetap ini misalnya adalah biaya sewa bangunan perusahaan yang harus disetor setiap bulan. Biasanya jumlahnya akan sama dalam kurun waktu tertentu.

Apabila uang sewa mengalami kenaikan, nanti perusahaan akan melakukan penyesuaian dengan menyediakan biaya yang telah diperbarui.


2. Biaya variabel

Berbeda dengan biaya tetap, biaya variabel biasanya punya nominal yang naik-turun atau mudah berubah dalam kurun waktu 1 tahun. Untuk itulah pencatatannya pun harus sangat diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan.

Pencatatan biaya variabel dilakukan dengan melihat setiap bukti transaksi yang masuk ke perusahaan.

Salah satu contoh dari biaya ini adalah biaya untuk distribusi pengiriman barang. Biaya ini biasanya tergantung pada jarak tempuh distribusi dan berapa banyak barang yang dibawa.

Ciri khas dari biaya variabel adalah biaya ini akan semakin bertambah nilainya ketika usaha Anda mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik.


Contoh Nyata Biaya Eksplisit

Contoh biaya eksplisit yang bisa Anda temukan di sebuah usaha adalah sebagai berikut:

Biaya untuk bahan baku usaha

Biaya untuk menyewa tempat lokasi

Biaya untuk membayar tenaga kerja

Biaya untuk melakukan promosi

Biaya untuk mesin produksi

Biaya untuk peralatan sekali pakai

Biaya untuk membeli kendaraan untuk operasional usaha

Biaya untuk membayar pajak

Biaya untuk memelihara alat-alat produksi


Bagaimana Cara Menghitung Biaya Eksplisit?

Untuk menghitung biaya ini sebenarnya bergantung pada kebutuhan yang dimiliki perusahaan. Pertama, Anda perlu mencari tahu dulu apa saja kebutuhan operasional perusahaan. Lebih mudahnya adalah menggabungkan antara biaya variabel dan biaya tetap.

Supaya Anda lebih memahami bagaimana cara hitungnya, ini adalah contoh perhitungan untuk Anda pahami.

Anda punya bisnis laundry dengan pengeluaran seperti ini:

Biaya sewa lokasi: Rp2.500.000 per bulan

Biaya gaji tenaga kerja: Rp3.000.000 (untuk 5 pegawai)

Biaya air dan listrik: Rp600.000 per bulan

Biaya untuk iklan: Rp1.000.000

Biaya penyediaan alat: Rp3.000.000

Biaya untuk sabun dan pengharum: Rp500.000

Biaya lainnya: Rp500.000

Pencatatan sesuai jenis biaya bisa Anda lakukan pada jurnal. Di sini Anda tinggal melakukan perhitungan secara langsung. Rumus yang digunakan juga tidak rumit, Anda hanya berpaku pada biaya variabel yang ditambah dengan biaya tetap.

2.500.000 + (3.000.000 x 5) + 600.000 + 1.000.000 + 3.000.000 + 500.000 + 500.000 = 23.100.000.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa bisnis laundry Anda setiap bulan harus mengeluarkan biaya jenis eksplisit sebesar Rp23.100.000.

Jumlah biaya ini bisa berbeda karena ada biaya variabel di dalamnya, jadi perlu dihitung secara rinci untuk mengetahui hasilnya dalam periode bulanan.

Mengapa Mengetahui Biaya Eksplisit itu Penting?

Biaya ini penting karena bisa menentukan hal-hal berikut ini.


Mengidentifikasi pengeluaran operasional perusahaan

Menjadi patokan untuk menargetkan laba

Menjadi patokan untuk menentukan harga jual

1. Mengidentifikasi pengeluaran operasional perusahaan

Biaya ini dapat menyajikan perhitungan total biaya pengeluaran perusahaan secara nyata dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Ketika pengeluaran dirasa terlalu boros, maka perusahaan bisa melakukan pengurangan di salah satu jenis biaya yang paling banyak menghabiskan budget.


2. Menjadi patokan untuk menargetkan laba

Ketika memutuskan menjalankan usaha, Anda tentu ingin sekali memperoleh laba. Anda biasanya menetapkan laba yang ingin diraih dalam penjualan periode tertentu.

Target laba yang wajar bisa Anda lakukan dengan berpatokan pada biaya jenis eksplisit. Nilai biaya ini paling baik adalah lebih sedikit jika dibandingkan pendapatan yang diterima oleh perusahaan. Anda pun bisa mengusahakan penjualan lebih dinaikkan.


3. Menjadi patokan untuk menentukan harga jual

Biaya ini juga menjadi patokan untuk menentukan harga jual. Penetapan harga jual yang pas, bisa membuat Anda sukses dalam memperoleh laba yang telah ditargetkan sebelumnya.

Untuk itulah penentuan harga jual harus dilakukan penuh dengan perhitungan. Anda tidak boleh menetapkan harga jual yang terlalu rendah dibandingkan biaya jenis eksplisit. Tidak boleh juga terlalu tinggi karena pelanggan akan memilih produk yang harganya lebih miring.

Inilah yang membuat biaya ini tidak akan bisa dilepaskan dari segala kegiatan usaha Anda.


Perbedaan Biaya Eksplisit dan Biaya Implisi

Kedua biaya ini akan sering Anda temukan di dalam bisnis. Jika biaya yang satunya adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan, sedangkan biaya implisit hadir karena penggunaan harta atau aset milik perusahaan. 

Namun, biaya implisit tidak mendatangkan pendapatan secara nyata, sehingga ketika tidak dicatat bukan menjadi masalah yang besar.

Biaya eksplisit bukti transaksinya jelas, sehingga mudah diidentifikasi. Lain halnya dengan biaya implisit yang sebenarnya ada, tapi tidak bisa dicatat.


Kesimpulan

Itu dia penjelasan mengenai biaya eksplisit yang punya peran penting dalam operasional usaha. Untuk itu, biaya akan ini terus disediakan oleh perusahaan, tapi dengan catatan harus dipakai seefisien mungkin.



sumber : modalrakyat

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...