Langsung ke konten utama

INDEF : STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI ORIENTASI EKSPOR PERLU DISIAPKAN.



Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan pemerintah perlu menyiapkan strategi pengembangan industri berorientasi ekspor karena peningkatan harga komoditas yang mengerek ekspor tidak akan bertahan lama.

"Sebagai negara pengekspor komoditas primer, kita mungkin sekarang senang, tapi harus diingat booming komoditas tidak akan bertahan lama," katanya dalam konferensi pers yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Adapun ekspor menopang perekonomian nasional yang tumbuh 5,01 persen year on year pada kuartal I 2022 dengan pertumbuhan 16,22 persen year on year.

"Pemerintah perlu siapkan strategi industrialisasi yang lebih berorientasi pada ekspor produk-produk bernilai tambah tinggi, yang berteknologi tinggi, berbasis agro industri, dan lebih berkelanjutan," katanya.

Ia meyakini investasi untuk pengembangan industri juga akan tumbuh apabila angka positif COVID-19 tidak kembali melonjak pasca Lebaran sehingga pelaku usaha menjadi lebih optimis.

"Pemerintah harus siap menyambut kenaikan investasi yang datang, jangan prosedurnya lama, berbelit-belit, saya rasa itu akan menghambat atau menjadi tidak optimal dalam upaya mengakselerasi perekonomian," katanya. (end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Analisa Saham SIDO | 11 Mei 2022

SIDO bergerak sideways di antara MA50 dan MA200-nya dalam sebulan terakhir. Jika SIDO berhasil menguat menembus resisten 950, SIDO berpeluang melanjutkan uptrendnya menuju target 990-1030. Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 950 target 990-1030. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

Rekomendasi Saham BUMI, TAPG, SMDR dan BBYB oleh SAMUEL SEKURITAS | 10 Mei 2022

INVESTASI KONTAN 10 MEI 2022 Samuel Sekuritas memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini uji uptrend line dan berpotensi rebound. Pada perdagangan Senin (9/5), IHSG anjlok 4,42% ke level 6.909,75. "IHSG (6.909) gap down dan membentuk bearish marubozu pasca libur panjang. Kini uji uptrend line dan potensial rebound," kata Analis Teknikal Samuel Sekuritas William Mamudi dalam risetnya, Selasa (10/5). Untuk hari ini, William menyukai saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) dengan rekomendasi trading buy, serta PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dengan rekomendasi trading sell.  1. BUMI BUMI rebound dari uptrend line dan kini uji resistance minor Rp 64. Antisipasi breakout dengan resistance berikut bisa ke Rp 73.  Rekomendasi buy dengan target harga Rp 70 dan cut loss Rp 54. BUMI pada Senin (9/5) ditutup di level Rp 61 per saham. 2. TAPG TAPG breakout flip level Rp 690 dengan hammer. Antisipasi lanjut ra

Analisa Saham UNVR | 11 Mei 2022

Setelah berhasil break neckline double bottom , UNVR juga berhasil mencapai target kenaikan kami di 3960 hingga area resisten psikologis MA200 di 4140 (garis merah) dan saham ini terus bergerak naik  Selama saham ini mampu bertahan dan berkonsolidasi diatas area resisten psikologis (MA200), maka ini menjadi momentum awal UNVR untuk kembali bergerak uptrend. Cermati pula area-area target kami di 4550 dengan minor target 4370. Ini bisa menjadi area sell on strength mengingat range pergerakan saham ini yang terlalu lebar. Trading plan : Sell on strength di area-area target 4370 – 4550. Tidak disarankan untuk yang ingin masuk pertama kali. Disclaimer ON sumber :  galerisaham Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online