google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo OPTIMIS TUMBUH 10%, SEKAR LAUT GELONTORKAN CAPEX Rp72 MILIAR Langsung ke konten utama

OPTIMIS TUMBUH 10%, SEKAR LAUT GELONTORKAN CAPEX Rp72 MILIAR



[Saham SKLT] Meskipun dunia bisnis belum stabil akibat, namun PT Sekar Laut Tbk tetap optimis tahun ini penjualannya akan naik minimal 10 persen dari tahun lalu. Sebab itu, perseroan akan terus melakukan ekspansi pasar baik domestik maupun ekspor.

Menurut John Gozal, Direktur PT Sekar Laut Tbk, optimisme tersebut karena trend market produk makanan olahan dan bumbu perseroan terus meningkat. Terbukti, tahun lalu penjualanya naik 8 persen dengan nilai Rp 1,3 triliun.

Sementara tahun 2020, emiten dengan kode SKLT ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 1,2 triliun. Kenaikan penjualan tersebut juga diikuti kenaikan laba bersih perseroan dari Rp 43 miliar (2020) menjadi Rp 85 miliar tahun 2021 atau naik 99 persen.

Bahkan pihaknya juga membagikan deviden sebesar Rp 29,8 miliar atau Rp 48 per lembar saham. Jumlah tersebut mengalami peningkatan tiga kali lipat lebih dari tahun lalu yakni sebesar Rp 15 per lembar saham.

"Karena itu, tahun ini kami optimis penjualan akan naik minimal 10 persen. Hingga kuartal pertama tahun ini penjualan kami mencapai Rp 361 miliar dengan laba bersih Rp 17 miliar," kata John Gozal saat public expose secara virtual, Rabu (18/5) .

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menerapkan beberapa strategi. Diantaranya, pihaknya akan memperkuat jaringan distribusi produk sehingga produknya akan semakin menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Pemerataan distribusi produk ini sangat penting. Sebab market domestic saat ini masih memberikan kontribusi cukup besar yakni 80 persen dari total pendapatan perseroan. Sementara sisanya berasal dari pasar ekspor.

"Pemerataan distribusi akan kami lakukan intensif terutama di daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia. Sehingga produk akan semakin mudah dijangkau konsumen," tambahnya.

Sebab itu, tahun ini pihaknya akan membelanjakan modal (Capex) sebesar Rp 72 miliar. Dana tesebut akan digunakan untuk membangun beberapa gudang logistik di luar pulau Jawa. Sehinga pemerataan distribusi produk akan berjalan lebih baik dan cepat.

Dana Capex juga akan digunakan untuk membeli mesin untuk mendukung rencana perseroan yang akan merilis beberapa varian produk baru terutama krupuk dan sambal nusantara. Sebab kedua produk unggulan tersebut demandnya terus meningkat.

Selain pasar domestik, pihaknya juga gencar memperkuat pasar ekspor dengan melakukan penjajakan ke beberapa negara terutama di Eropa Timur. Selama ini produk Sekar Laut sudah banyak diekspor ke Belanda, Korea Selatan, Inggris, China, Australia dan Selandia Baru.

"Kami akan terus melakukan penjajakan untuk memperluas pasar ekspor. Meskipun kami tahu banyak negara terdampak pandemic dan perang Rusia-Ukraina," pungkas John Gozal. (end/ahd)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...