google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham DMAS 22 Mei 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham DMAS 22 Mei 2017


GELAR RUPST, PURADELTA LESTARI BAGI DIVIDEN Rp723 MILIAR

IQPlus, (22/05) - Pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp 723 miliar. Angka tersebut mencerminkan dividen per saham yang akan dibagikan ke pemegang saham sebesar Rp 15 per saham.

Menurut Tondy Suwanto, Direktur Independen DMAS, menuturkan, bahwa rencana pembagian dividen itu sudah memperoleh persetujuan dari pemegang saham Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada hari ini, di Hotel Ritz Calton, Mega Kuningan, Jakarta.

"Kami telah memberikan yang terbaik bagi pemegang saham. Kami telah menganggarkan dana belanja modal pengembangan kawasan Kota Deltamas. Dengan pertimbang yang baik, Kamis memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp 723 miliar, "kata Tondy.

"Dividen tunai tersebut rencananya akan dibagikan pada tanggal 23 Juni 2017" imbuhnya.

Selain membagikan dividen, dalam Rapat juga telah disetujui susunan Dewan Komisaris yang baru, yakni sebagai berikut  :

Presiden Komisaris : Muktar Widjaja
Wakil Presiden Komisaris : Teky Mailoa
Wakil Presiden Komisaris : Junichiro Nagasaki
Komisaris : Yoshizo Hatta
Komisaris Independen : Teddy Pawitra
Komisaris Independen : Susiyati Bambang Hirawan

"Di dalam RUPS Tahunan, Kami juga telah menyampaikan bahwa hingga periode 30 September 2016, perusahaan telah menggunakan seluruh dana bersih penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp 978 miliar,"pungkasnya. (end/as)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...