google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham MPMX 22 Mei 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham MPMX 22 Mei 2017


MITRA PINASTHIKA AKAN BAGIKAN DIVIDEN Rp152 MILIAR

IQPlus, (22/05) - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk akan membagikan dividen maksimum sebesar Rp152 miliar atau sekitar Rp35 per saham.

Group CEO Mitra Pinasthika Mustika Tbk Rudy Halim dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu mengemukakan dividen yang dibagikan itu setara dengan 42 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2016 yang sebesar Rp361 miliar.

"Pembagian dividen itu merefleksikan hasil upaya perseroan untuk menjaga arus kas yang positif. Pembagian dividen itu juga salah satu perwujudan perusahaan untuk meningkatkan value kepada setiap pemegang saham serta membangun masa depan yang berkelanjutan," katanya.

Sementara itu tercatat, Mitra Pinasthika Mustika Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp17,7 triliun pada 2016, meningkat 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara laba bersih tumbuh 27 persen menjadi Rp361 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam rangka menjaga kinerja tahun ini, Rudy Halim mengemukakan bahwa perseroan akan secara konsisten berfokus pada penguatan fundamental bisnis melalui "cost leadership" serta implementasi inisiatif pertumbuhan.

Di samping itu, kata dia, sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan seluruh bisnis di seluruh anak usaha, perseroan menjual sebagian saham yang dimiliki dan anak usahanya di bisnis pembiayaan, yakni MPMFinance kepada JACCS Co. Ltd.

Dengan inisiatif itu, ia mengharapkan pertumbuhan bisnis MPMFinance bergerak menuju tingkat selanjutnya serta memanfaatkan potensi pertumbuhan sektor pembiayaan secara maksimal.(end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...