google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham PPRO 22 Mei 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham PPRO 22 Mei 2017


PPRO SIAP TERBITKAN MTN DAN OBLIGASI MASING-MASING Rp600 MILIAR

IQPlus, (22/05) - PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana menggalang dana melalui aksi korporasi di pasar modal Indonesia. Aksi yang akan dilakukan yakni penerbitan Medium Term Note (MTN) dan emisi Obligasi masing masing senilai Rp 600 miliar.

Untuk MTN senilai Rp 600 miliar, menurut Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat, rencananya akan dilangsungkan triwulan tiga tahun ini. Adapun dana hasil penerbitan MTN tersebut, sebagian untuk Refinancing dan sisanya untuk ekspansi bisnis perusahaan tahun ini.

"Kami punya utang jatuh tempo pada tahun ini sekitar Rp 300 Milyar. Dana hasil MTN itu nantinya untuk Refinancing utang Perseroan,"jelasnya.

Sementara untuk penerbitan obligasi yang juga senilai Rp 600 miliar akan diterbitkan pada triwulan keempat tahun ini juga. "Kami akan proses di Agustus atau September ini, sehingga di triwulan keempat obligasi ini bisa diterbitkan. Nantinya, bisa obligasi biasa ataupun berkelanjutan. Jika berkelanjutanpun, kami hanya terbitkan Rp 600 miliar saja sesuai kebutuhan perusahaan," ungkapnya.

Hasil emisi MTN dan Obligasi ini memang masuk dalam anggaran Belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini yang sekitar Rp 1,5-2 triliun. Dana itu diperuntukkan untuk ekspansi bisnis perusahaan seperti pembangunan apartemen, mall, hotel dan akuisisi lahan (landbank). (end/as)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...