google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 3 Oktober 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 3 Oktober 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (3 Oktober, 2018)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Hariyanto Wijaya (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id)
Rupiah melanjutkan pola pelemahannya. Melewati level psikologisnya sebesar IDR15k untuk pertama kalinya dalam 20 tahun di balik kombinasi penguatan USD terhadap mata uang lainnya dan meningkatkan perhatian atas Defisit Transaksi Berjalan Indonesia yang melebar karena penguatan harga minyak. Rupiah yang lemah dapat membuat IHSG masih berada dalam wilayah negatif hari ini. Coal mining contractors sebagai penerima USD seharusnya mendapat benefit dari Rupiah yang lemah dan peningkatan volume produksi bulanan. Sementara itu, coal miners sebagai penerima USD juga seharusnya menjadi penerima manfaat dari Rupiah yang lemah dan harga batubara yang menguntungkan. Oleh karena itu, kami pikir coal miners dan coal mining contractors seharusnya menjadi good counters  dalam menghadapi Rupiah yang lemah.

Market Indicator
JCI: 5,875.62 (-1.16%)
EIDO: 22.41 (-2.23%)
DJIA: 26,773.94 (+0.46%)
FTSE100: 7,474.55 (-0.28%)
USD/IDR: 15,043 (+0.89%)
10yr GB yield: 8.15% (+13bps)
Oil Price: 75.23 (-0.09%)
Foreign net purchase: -IDR98.7bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: BBRI, PTBA, TLKM, PGAS, PTPP
TOP SELL: BMRI, BBCA, UNTR, WSKT, UNVR

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
SRIL, BBRI, BMRI, PTBA, PGAS

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Powell membela rencana untuk menaikkan suku bunga secara bertahap
Powell: Kurva Phillips tidak mati tetapi tidak akan 'membalas dendam' pada ekonomi
                     
*RBMS +15.9%. Cari dana akusisi lahan, Ristia bintang akan right issue
*MBTO + 3.8%. Clariant dan Martina Berto kolaborasi salurkan bahan kosmetik alami
*AUTO + 0.6%. Astra Otoparts bagi dividen interim Rp 15 per lembar
*CMNP + 0.3%. Citra Marga raih pertumbuhan laba 13.88 persen hingga Juni
*TBIG -1.3%. Kuasai saham GHON, Tower Bersama akan lakukan tender offer
*MLPL -3.5%. Technoves International jadi anak usaha langsung Multipolar

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 5,875.62. (-1.160% ) consolidation, trading range hari ini 5,854– 5,899. Indikator MFI optimized relatif flat namun indikator RSI optimized akan menguji support trend line. Pada periode weekly ,indikator MFI optimized  dan RSI  optimized  akan menguji support trend line. Daily resistance terdekat di 5,899 dan support di 5,854.Cut loss level di 5,761.

*INKP Weekly , 16,100 (-6.26%), buy on weakness, trading range 15,725 – 16,575. indikator MFI  optimized dan indikator Stochastic%D akan menguji suppprt trend line.  Weekly support di 15,725 dan resistance di 16,575. Cut loss level di 15,700.

*INCO Weekly, 3,450 (-7.0%), buy on weakness,  3,380  – 3,710. indikator MFI optimized dan indikator Stochastic %D  optimized yang masih cenderung menguat. Daily dan Weekly resistance di 3,560 dan 3,710. Sementara itu daily dan weekly support di 3,420 dan 3,380. Cut loss level di 3,130.

*CPIN Daily, 5,000 (0.0%), buy on weakness,  trading range 4,910 – 5,125 . Indikator MFI optimized  cenderung naik dan indkator Stochastic%D  optimized akan menguji support trend line.  Dengan demikian diperkirakan potensi kenaikkan masih terlihat. Perkiraan daily dan weekly support di 4,910 dan 4,850. Daily dan weekly resistance di 5,125  dan 5,275. Cut loss level di 4,900.

Daily write up
Macro update -September inflation: Slowest pace in two years by Mangesti Diah Sulistiani (mangesti@miraeasset.co.id)

- Inflasi September menurun menjadi 2,88% YoY (vs 3,20% YoY bulan Agustus), membawa inflasi YTD menjadi 1,94%. Laju inflasi September adalah yang paling lambat dalam dua tahun (vs Agustus 2016: 2,79% YoY) dan mulai mendekati kisaran target yang ditetapkan Bank Indonesia (BI)  (3,5 ± 1%). Secara bulanan, Indonesia mencatat deflasi yang lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,18% MoM (vs 0,05% MoM deflasi bulan Agustus).

- Deflasi September terutama berasal dari (1) harga pangan yang lebih rendah (-1.62% MoM vs. -0.24% MoM bulan Agustus) karena permintaan yang lebih lambat pasca-Idul Fitri dan (2) harga transportasi yang lebih rendah (khususnya angkutan udara) pasca-musim perayaan. Sementara itu, pada basis YoY, didorong oleh (1) harga makanan mentah bulanan yang lebih rendah karena permintaan yang lebih soft setelah lebaran; (2) mengurangnya belanja pendidikan setelah awal tahun akademik di bulan Agustus; dan (3) pengeluaran yang lebih sedikit untuk sandang.

- Kami percaya inflasi akan tetap berada dalam target BI, dan melihat inflasi September sebagai hal positif terhadap daya beli dalam jangka menengah. Kami memperkirakan kenaikan 1 kali lagi dari BI sebelum akhir tahun, membawa suku bunga ke 6,0%.
(Lihat: https://goo.gl/VzWZ3c) 
Please click here to view full report

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...