google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham WEGE | PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Hampir Capai Target Tahunan Langsung ke konten utama

Saham WEGE | PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Hampir Capai Target Tahunan


Bisnis.com, JAKARTA— PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. kian dekat dengan target kontrak baru yang dipasang pada 2018 setelah merealisasikan 81,53% dari total nilai yang dibidik pada tahun ini.

Corporate Secretary Wijaya Karya Bangunan Gedung Bobby Iman Setya mengatakan perseroan telah mendapatkan tambahan sejumlah kontrak baru pada kuartal III/2018. Salah satu yang teranyar yakni pekerjaan Tamansari Cedikia, Semarang senilai Rp373 miliar milik PT Wijaya Karya Realty.

“Sehingga kontrak di September 2018 mencapai Rp6,36 triliun,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (3/10/2018).

Dengan realisasi tersebut, emiten berkode saham WEGE itu telah merealisasikan 81,53% dari target kontrak baru 2018. Jumlah yang dibidik Rp7,83 triliun pada tahun ini.

Sebagai catatan, WEGE tidak merevisi naik target kontrak baru 2018 seperti yang dilakukan induk usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Akan tetapi, perseroan menaikkan target laba bersih dari Rp425,7 miliar menjadi Rp443 miliar.

WEGE membidik order book atau kontrak dihadapi Rp16,59 triliun. Jumlah tersebut naik 28,2% dari realisasi tahun lalu.

Adapun, total Rp16,59 triliun yang dibidik terdiri atas kontrak baru Rp7,83 triliun dan carry over periode 2017 senilai Rp8,76 triliun. Komposisi perolehan kontrak diproyeksi berasal dari pemerintah 30%, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 30%, dan Swasta 40%.

Sementara itu, Bobby mengatakan WEGE juga mendapatkan tugas dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun sejumlah fasilitas di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, terdapat empat lokasi pembangunan yang akan digarap oleh perseroan.

Secara detail, pekerjaan tersebut yakni Kantor Terpadu Darurat Kecamatan Tanjung, Lombok Barat, pembangunan 10 kelas sekolah darurat di SMAN 1 Gunung Sari, pembangunan 16 kelas sekolah darurat dan renovasi bangunan eksisting di SMPN 6 Mataram, serta pembangunan 6 kelas sekolah darurat SMKN 2 Kuripan.

“[Untuk nilai kontrak] karena ini tanggap darurat jadi memang sedang dievaluasi dan diestimasi oleh Kementerian PUPR,” jelasnya.

Di sisi lain, Bobby mengungkapkan saat ini perseroan telah memiliki tiga konsesi. Pertama, Hotel De Braga, Bandung, dengan status telah beroperasi.

Kedua, Fave Hotel, Karawang, yang akan beroperasi pada November 2018. Ketiga, Gedung Perkantoran Bank Mandiri, Proklamasi, Jakarta yang dalam status akan dilakukan perjanjian kerja sama (PKS) antara WEGE dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sebelumnya, Direktur Human Capital, Investasi dan Pengembangan Wijaya Karya Bangunan Gedung Nur Al Fata mengatakan pihaknya berencana akan membelanjakan ekuitas Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun dalam lima tahun ke depan. Dana tersebut sebagai bagian dari pengembangan lini bisnis konsesi.

Untuk 2018, Nur mengatakan 50% dari alokasi belanja modal tahun ini akan dikucurkan untuk pengembangan bisnis konsesi. Adapun, dari total alokasi belanja modal Rp667 miliar, baru terserap untuk ekspansi bisnis konsesi senilai Rp70 miliar.

Dia menyebut masih rendahnya serapan akibat sejumlah proyek konsesi yang mundur. Akan tetapi, pihaknya memperkirakan akan menggelontorkan sekitar Rp200 miliar untuk pengembangan bisnis konsesi sampai dengan akhir tahun ini.

Nur mengungkapkan emiten berkode saham WEGE itu masih membidik sejumlah konsesi. Salah satunya proyek rumah sakit umum daerah (RSUD) Sidoarjo dengan skema Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Secara terpisah, Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama Binaartha Sekuritas memproyeksikan pendapatan WEGE akan meningkat 44,62% menjadi Rp5,639 triliun pada 2018. Sementara itu, laba bersih diprediksi naik 56,27% menjadi Rp461 miliar.

Dari sisi teknikal, formasi bullish flag mulai terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. Oleh karena itu, pihaknya merekomendasikan investor untuk melakukan akumulasi beli dengan estimasi target harga jangka panjang di level Rp314 per saham.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...