google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham MARK | 9 November 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham MARK | 9 November 2018

Analisa Saham MARK | 9 November 2018


MARK: Strong Earnings Continue

Pertumbuhan volume produksi dan penjualan mendorong kinerja MARK di 9M18 dimana pendapatan dan laba bersih tumbuh masing-masing sebesar +10,4% qoq dan +20,7% qoq sehingga membawa pendapatan di 9M18 mencapai 240 miliar, naik +35,2% yoy, in-line (PANS: 74,9%) dan laba bersih sebesar Rp59 miliar, tumbuh +82,4% yoy, diatas estimasi (PANS: 79,3%). Perbaikan kinerja di 9M18 didorong oleh pertumbuhan volume penjualan sebesar +28,5% yoy mencapai 4,78 juta unit (9M17: 3,72 juta unit) serta strategi efisiensi biaya produksi dari pencapaian skala ekonomis. Kami meyakini kinerja MARK masih tetap tumbuh seiring dengan (1) membaiknya sektor kesehatan dimana permintaan sarung tangan global diprediksi tumbuh sebesar +15% p.a; (2) penambahan kapasitas produksi secara bertahap yang ditargetkan mencapai 1 juta unit per bulan hingga tahun 2022; (3) ekspansi bisnis ke produk sanitasi berbahan dasar porselen serta (4) penjualan ekspor yang diuntungkan dari depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS. Oleh karena itu, kami menaikkan taget harga menjadi Rp2.400 (previously: Rp2.100) dan masih merekomendasikan BUY, saat ini MARK diperdagangkan di PER sebesar 10,9x di 2019, 19,7% discount terhadap JAKBIND index.

MARK melaporkan kinerja yang solid dan di atas ekspetasi PANS dimana pendapatan mencapai Rp240 miliar, naik +35,2% yoy (PANS: 74,9%) yang didorong oleh peningkatan volume penjualan sebesar +28,5% yoy mencapai 4,78 juta unit di 9M18 (9M17: 3,72 juta unit). Sementara itu, laba bersih mencapai Rp59 miliar, tumbuh +82,4% yoy, diatas estimasi (PANS: 79,3%) yang didorong oleh penurunan biaya produksi per unit dari pencapaian skala ekonomis. Sementara itu, pendapatan dan laba bersih di 3Q18 tetap tumbuh sebesar +10,4% qoq dan +20,7% qoq dengan penjualan ekspor masih berkontribusi sebesar 95,1%. Kami berharap kinerja MARK sepanjang tahun 2018-19 akan diuntungkan oleh depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS dengan penjualan ekspor berkontribusi sebesar 95-97% dengan Malaysia sebagai tujuan ekspor utama cetakan sarung tangan. Penambahan dua konsumen baru yaitu Kossan International dan Sri Tang Group diharapkan menyokong keberlanjutan pertumbuhan permintaan cetakan sarung tangan di masa mendatang. 

Positive outlook di tahun 2019. Kami memperkirakan kinerja MARK sepanjang tahun 2019 tetap tumbuh didorong oleh potensi pertumbuhan permintaan sarung tangan dari sektor kesehatan dimana permintaan sarung tangan global diprediksi tumbuh +15% pa. Kami berharap penjualan dan laba bersih tumbuh masing-masing sebesar +35,0% yoy/+34,0% yoy dan +68,3% yoy/70,9% yoy di tahun 2018-19. Potensi pertumbuhan permintaan sarung tangan global mendorong manajemen untuk menaikkan kapasitas produksi secara bertahap menjadi 540-630 ribu unit per bulan di tahun 2019 dimana kapasitas terpasang saat ini mencapai 450-500 ribu unit per bulan. Penambahan kapasitas produksi tersebut diharapkan dapat menjaga posisi MARK sebagai market leader di bisnis cetakan sarung tangan dengan target volume produksi mencapai 1 juta unit per bulan di tahun 2022. Sementara itu, pengembangan bisnis melalui pengolahan limbah pabrik menjadi produk sanitasi berbahan porselen masih sesuai dengan ekpektasi dengan pembangunan pabrik diharapkan berproduksi di 2020. Adapun total kapasitas terpasang diharapkan mencapai 80.000 unit per bulan dengan volume penjualan mencapai 30.000 unit per bulan. Kami melihat ekspansi bisnis yang masih on track serta penurunan Rupiah terhadap Dolar AS akan mendukung pertumbuhan kinerja di 2019.

Menaikkan estimasi laba di 2018-19 sebesar 7-52%. Kami memprediksi kinerja MARK berpotensi menguat yang didorong oleh penambahan kapasitas produksi dimana volume produksi diperkirakan naik secara bertahap dan mencapai 1 juta unit per bulan di tahun 2022. Selain itu, perbaikan marjin laba bersih diprediksi membaik ke level 24-31% di tahun 2018-19 didorong oleh penurunan biaya produksi per unit yang dicapai melalui skala ekonomis serta inovasi dari divisi R&D untuk mengurangi biaya bahan bakar gas yang diharapkan dapat menekan harga gas domestik. Sebagai gambaran, gas menjadi bahan baku utama produksi dan berkontribusi sebesar 13-15% dari total biaya produksi.

Merekomendasikan BUY menaikan target harga ke Rp2.400. Kami merevisi naik target harga MARK menjadi Rp2.400 (previously: Rp2.100) dan masih merekomendasikan BUY seiring estimasi perbaikan volume produksi dan penjualan yang didorong oleh penambahan pabrik baru dan kapasitas terpasang serta strategi efisiensi biaya produksi dan operasional yang mendorong kinerja MARK. Tercapainya skala ekonomis diharapkan dapat mendorong pertumbuhan laba bersih sebesar 68-70% yoy sepanjang 2018-19 sehingga marjin laba bersih diprediksi membaik ke 24-31% di 2018-19. Sementara itu, potensi pertumbuhan industri kesehatan akan mendorong permintaan cetakan sarung tangan global yang diprediksi tumbuh +15% p.a sehingga membantu keberlanjutan pertumbuhan kinerja di masa mendatang. Secara valuasi, saat ini MARK diperdagangkan di PER sebesar 10,9x di tahun 2019, 19,7% discount terhadap JAKBIND index

Best Regards,
Panin Sekuritas


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

3 Tips Investasi Saham Untuk Pemula

Investasi saham makin dikenal banyak orang, termasuk anak muda generasi milenial bahkan generasi Z. Selain transaksinya yang semakin praktis karena dilakukan secara online, adanya potensi return yang sangat tinggi menjadi daya tarik utamanya. Investasi saham bisa dikatakan mudah maupun susah. Agar semakin mahir dalam melakukan investasi saham, Anda bisa memulai dengan mengamalkan 3 tips berikut ini. Diversifikasi Investasi Jangan masukkan semua telur dalam satu keranjang. Jika Anda meletakkan semua telur Anda dalam satu keranjang, itu bisa membuat semuanya pecah jika keranjang tersebut terjatuh. Ketika Anda melakukan investasi, jangan pernah mengalokasikan seluruh modal Anda dalam satu jenis investasi saja. Berusahalah untuk mengalokasikan dana Anda di beberapa investasi. Diversifikasi yang Anda jalankan akan melindungi aset Anda. Seaandainya investasi yang satu sedang turun, setidaknya Anda masih memiliki investasi lain yang baik. Ketika Anda membutuhkan uang, Anda bisa mencairkan in...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...