google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham ABBA | Masih Alami Rugi di 2018, Mahaka Media (ABBA) Siap Perkuat Kinerja Anak Usaha Langsung ke konten utama

Saham ABBA | Masih Alami Rugi di 2018, Mahaka Media (ABBA) Siap Perkuat Kinerja Anak Usaha

Logo PT Mahaka Media Tbk. (

Bisnis.com, JAKARTA — PT Mahaka Media Tbk. (ABBA) masih membukukan kerugian tahun lalu sebesar Rp19,6 miliar. Nilai kerugian itu bisa ditekan jika dibandingkan pada 2017 sebesar Rp27,7 miliar.

Direktur Utama ABBA Adrian Syarkawie mengatakan kerugian besar masih dialami oleh anak usaha, utamanya Koran Republika yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan dan keuntungan.  Menurut laporan keunagan 2018, seluruh lini penjualan bersih ABBA mengalami penurunan, misalnya dari sirkulasi, iklan surat kabar dan buku hanya meraup Rp91 miliar dibandingkan dengan 2017 mencapai Rp100 miliar.

Begitu juga dengan media penyiaran dari Rp44 miliar menjadi hampir separuhnya yakni Rp23 miliar. Selain itu ABBA juga tak lagi memperoleh penjualan dari media luar ruang.

Menurut Adria,n sejumlah strategi telah mulai dilakukan sejak tahun lalu dengan menyiapkan sejumlah pondasi yang bisa mengantisipasi perubahan yang terjadi di pasar baik dari sisi pengguna media maupun klien iklan.

“Pada 2018 yang sudah kami lakukan tampaknya belum signifikan dampaknya. Kami akan dorong lagi pada 2019 untuk bagaimana menyiapkan perubahan sehingga 2020-2021 sudah makin tearah pendekatan kepada strategi dari masing-masing anak usaha,” jelasnya kepada Bisnis.com, Minggu (14/4/2019).

Menurutnya, digital memang telah banyak mengubah wajah industri media, tetapi saat ini persoalnnya tidak bisa hanya menggeser platform. Perusahaan, menyadari bahwa media cetak tidak akan bisa mengungguli media digital dari sisi kecepatan. Namun hal itu bisa disikapi dengan menyiapkan media cetak untuk menyajikan materi yang lebih berkualitas dan mendalam.

“Bukan hanya masuk ke digital. Era digital hanya menyiapkan platform dan itu tidak menjamin. Jadi bener- bener harus memahami eprubahan behavior di seluruh media dan menyikapi pengiklannya,”jelasnya.

Kondisi tahun lalu yang tak begitu menggembirakan untuk industri media, masih dirasakan ABBA hingga kuartal I/2019. Faktor pemilu, kata dia, telah membuat banyak produsen menahan budget iklan untuk melihat stabilitas nasional kedepannya.

Dia pun berharap hingga akhir tahun ini, industri media bisa kembali bergerak dan mencapai pertumbuhan 5%-7% usai pemilu. Sebab dampak ketsabilan ekonomi setelah pemilu memberikan dampak besar bagi hampir seluruh industri. Peluang menggaet pasar domestik masih besar seiring bertambahnya jumlah populasi.

Di sisi lain, perseroan menganggarkan belanja modal 5%--7% dari target pendapatan tahun ini dan belum merencankan  proyek pengembangan baru.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

Indofarma (INAF) Incar Pendapatan Rp1,86 Triliun Pada Tahun 2023

PT Indofarma Tbk (INAF) menargetkan adanya pertumbuhan kinerja di tahun 2023. Kenaikan kinerja tahun ini, akan didukung oleh beberapa strategi yang sudah dan akan diterapkan Perseroan pada tahun ini. Direktur Utama Indofarma, Agus Heru Darjono menyampaikan, di tahun 2023 ini Perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 1,86 Triliun, dengan pertumbuhan sebesar 63,36% dari realisasi Pendapatan di tahun 2022. Dengan Laba Kotor sebesar Rp 406 Miliar atau margin sebesar 22%. Sehingga, diharapkan Laba Tahun berjalan yang diperoleh di tahun 2023 sebesar Rp 5,1 Miliar. "Saat ini kami akan lebih fokus pada pendekatan kolaborasi dan kemitraan. Strategi ini bukan sekadar rencana, tetapi sudah ada yang dieksekusi," kata Agus, dalam Paparan Publiknya, Rabu (31/5). Di awal tahun 2023, menurut Agus, Perseroan menginisiasi perubahan strategi (shifting strategy) dengan mengubah cara pendekatan dari hanya Business to Consumer (B to C) menjadi Business to Business (B to B) dengan pola partn...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...