google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham INCO, KBLI, WEGE | Mirae Asset Sekuritas Indonesia Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham INCO, KBLI, WEGE | Mirae Asset Sekuritas Indonesia


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (21 Oktober, 2019)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust), CMT (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id)
IHSG ditutup naik +0.8% pada hari Jumat, dipimpin oleh kenaikan pada saham-saahm bank dan telekomunikasi. ERAA naik mengikuti peraturan tentang IMEI untuk mengekang ponsel ilegal. Dalam pidato pelantikan Jokowi kemarin, Presiden Jokowi menginginkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045 dengan fokus pada lima program dalam lima tahun ke depan. Pertama, mengembangkan sumber daya manusia yang terampil. Kedua, tetap membangun infrastruktur. Ketiga, sederhanakan peraturan. Keempat, sederhanakan birokrasi. Kelima, mengubah ekonomi dari berbasis sumber daya alam ke manufaktur dan berbasis layanan. Kami berharap IHSG akan diperdagangkan mixed cenderung naik hari ini.

Indeks AS ditutup lebih rendah pada hari Jumat karena investor terus memantau update data ekonomi terbaru dan laporan laba bersih perusahaan. Tingkat pertumbuhan PDB 3Q19 China telah melemah ke laju paling lambat sejak awal 1990-an, yang mengejutkan banyak analis dan telah memicu kekhawatiran baru terhadap potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Investor memantau komentar kebijakan moneter yang sedang berlangsung, dengan tiga pejabat Fed terpisah memberikan komentar publik terakhir bank sentral sebelum pertemuan FOMC 29-30 Oktober.

Market Indicator
JCI: 6,191.95 (+0.18%)
EIDO: 24.93 (+0.73%)
DJIA: 26,770.20 (-0.95%)
FTSE100: 7,150.57 (-0.44%)
USD/IDR: 14,148 (-0.05%)
10yr GB yield: 7.14% (-1bps)
Oil Price: 53.78 (-0.28%)
Foreign net purchase: -IDR338.6bn 

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141) 
TOP BUY: BBRI, BBCA, PTBA, MIKA, PGAS 
TOP SELL: BMRI, ERAA, ASII, UNVR, JPFA

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102) 
TLKM, BBRI, BMRI, ERAA, HOME


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers 
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

Actual   Forecast  Previous
Current Account (Aug) Euro 26.6B 21.6B 
Current Account n.s.a. (Aug) Euro 25.7B 17.6B 31.4B 


*ERAA +10.9%. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto akan menandatangani peraturan terkait IMEI di Kementerian Perindustrian bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Aturan tersebut pada awalnya ditargetkan dapat rampung pada 17 Agustus 2019.
*WSKT +3.1%.  PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mendapatkan kontrak untuk membangun fasilitas perkeretaapian di stasiun Manggarai sampai dengan Jatinegara paket A tahap II.
*BBRI +2.9%. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) semakin serius menggarap pasar pembiayaan otomotif. Kali ini, anak dan induk usaha itu bekerjasama dengan Honda Mugen meluncurkan promo bunga pembiayaan pada pembelian produk Honda.
*INDY +5.7%.  PT Indika Energy Tbk mulai melirik bisnis lain di luar penambangan batubara. Emiten berkode INDY ini pun telah memiliki dua anak usaha yang bergerak di bidang teknologi. Kedua anak usaha yang dimaksud adalah PT Xapiens Teknologi Indonesia (Xapiens) serta PT Zebra Cross Teknologi (ZebraX).
*MAIN +11.3%, JPFA +3.9%, CPIN +6.8%. Pulihnya harga daging ayam mengerek harga saham emiten poultry (unggas) Tren kenaikan harga daging ayam kali ini, besar kemungkinan merupakan dampak positif dari program pemusnahan bibit ayam (culling program) pada bulan September.
*BEST +5.5%. Laba BEST pada kuatal III 2019 sebesar Rp 210 miliar naik 37.4% dibanding tahun lalu sebesar Rp 153 miliar.
*ANTM -2.0%, INCO -0.8%. Harga nickel USD16225.00 turun 1.02%


Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,191.95 (+0.18%), test resistance at 6,221, trading range 6,162 – 6,211. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 6,162 dan resistance di 6,211. Cut loss level di 6,117.

INCO Daily  , 3,48 (-0.58%),buy on weakness, trading range 3,480 – 3,580. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized sudah berada di oversold area. Daily support  di 3,480 sementara itu daily  resistance  di 3,580. Cut loss level  di 3,340.

KBLI Weekly 640 (+2.40%), trading buy, trading range 610 – 695. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan RSI optimized  masih bergerak naik. Weekly support  di  610 sementara itu weekly resistance  di 695. Cut loss level  di  575.

WEGE Weekly, 340 (+5.59%), trading buy, trading range 316 – 346. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik. Perkiraan weekky support di 1,830 dan weekly resistance di 1,990. Cut loss level di 1,820. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik. Perkiraan weekky support di 316 dan weekly resistance di 346. Cut loss level di 294.


Daily write up
Coal - Continue with neutral stance by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)  

- Mengingat strategi tindakan penyeimbangan Tiongkok, kami memperkirakan produksi batubara 2020 – 21F meningkat menjadi 3,47 miliar ton dan 3,78 miliar ton (+8,0% dan +9,0% YoY). Sementara itu, kami menduga bahwa permintaan batubara China 2020 - 21F akan mencapai 4,07 miliar ton dan 4,11 miliar ton (+2,0% dan +1,0% YoY).

- Kami percaya bahwa China, sebagai produsen batubara terbesar di dunia, akan mengelola produksi dan mengeluarkan kebijakan untuk mempertahankan harga batubara global pada tingkat yang wajar dalam jangka menengah hingga panjang. Daerah penghasil batubara China memberikan kontribusi 20,8% terhadap total PDB di 2016. Selain itu, perusahaan batubara China masih dalam posisi net debt. Terakhir, investasi baru China dalam kapasitas produksi pembangkit listrik tenaga panas telah mencapai 51,5 juta Kwh menyumbang 39,8% dari total investasi baru dalam kapasitas produksi pembangkit listrik, mengindikasikan bahwa permintaan batubara dari China tetap ada.

- Kami percaya bahwa pemerintah Indonesia akan memperpanjang pelaksanaan kuota DMO dan mempertahankan batasan harga batubara pada kebijakan USD70,0/ton di masa mendatang, mungkin untuk menjaga tingkat inflasi terkendali dalam waktu dekat. Kami mencatat bahwa pemerintah menetapkan inflasi 2020F setahun penuh menjadi datar pada 3,1%, dibandingkan dengan periode sebelumnya.

- Kami mempertahankan peringkat Netral kami di sektor batubara. Sementara itu, kami tidak memiliki stok batubara pilihan untuk dipromosikan kepada investor.

(See full report: http://bit.ly/2W0Q0ch )


Sector update
Tobacco - 3Q19 cigarette sales volume down 1.6% YoY by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id) 

- In the 3Q19, HMSP sold 25bn sticks of cigarettes, a significant decrease of -5.75% YoY.

- Notably, given that HMSP’s sales volume declined significantly in 3Q19, the industry’s sales volume declined by -1.6% YoY to 79bn sticks in 3Q19 (vs. 80.3bn sticks in 3Q18).

- Given HMSP’s underperformance relative to the overall industry, we infer that GGRM’s 3Q19 sales volume growth is positive.

- Regardless, we think the current sales volume is irrelevant to the share price movement, as we expect a continuing further decline in overall sales volume starting in 2020, due to the forthcoming rise in ASP.

- Maintain Underweight for the sector.

(See full report: http://bit.ly/2W8JtwB )

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...