Langsung ke konten utama

[BUMI] PT BUMI Resources Tbk. Lanjutkan Program Sustainable Development dalam bidang Pertanian


PT BUMI Resources Tbk. (BUMI) melalui anak usahanya PT Arutmin Indonesia (Arutmin) melanjutkan program Sustainable Development dalam bidang Pertanian, yakni pelatihan pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik bersama warga desa binaan Arutmin yaitu perwakilan Desa Sarang Tiung, Desa Gedambaan, Desa Tirawan, Desa Hilir Muara, Desa Batuah, Desa Semayap dan Kelurahan Kotabaru Hilir.

BUMI menyambut positif inisiatif kegiatan yang dilakukan Arutmin. Kendala utama dalam pemanfaatan dan pengembangan pertanian saat ini adalah tingginya biaya operasional pembelian pupuk. Inisiatif Arutmin guna mendukung program pertanian organik yang dicanangkan Kementerian pertanian adalah melakukan pelatihan pembuatan pupuk organic. Bahan bakunya sendiri sangat mudah didapat dan tersedia di lingkungan sekitar, terutama yang berasal dari kotoran dan urine ternak.

Untuk itu tujuan yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah:

1. Peternakan dapat memaksimalkan manfaat limbah kotoran dan urine ternak yang nantinya akan memiliki nilai jual.

2. Petani yang memiliki ternak sapi/kambing, dapat mengurangi biaya operasional pembelian pupuk.

3. Memunculkan integrasi pertanian dan peternakan.

4. Mendukung pertumbuhan tanaman hias.

Adika Nuraga Bakrie - Deputy President Director BUMI menyatakan berbahagia dan senang atas kontribusi kegiatan yang diberikan Arutmin, .Program ini menjadi bukti bahwa grup BUMI berkomitmen tinggi untuk melaksanakan program Pemerintah dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Kami terus berinovasi dan memperkuat peran Perusahaan dalam kepedulian terhadap masyarakat sekitar tambang sekaligus tetap melaksanakan program pengembangan masyarakat sebagai salah satu kontribusi Perusahaan untuk masyarakat. BUMI adalah penyumbang terbesar kepada kas Negara . tertinggi di Indonesia dalam hal royalti, dan juga devisa hasil ekspor, serta termasuk dalam pembayar pajak terbesar di Indonesia . dan Perseroan terus berinovasi dan fokus dalam memanfaatkan penggunaan produk domestik," ujar Adika.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

Analisa Saham LSIP | 29 November 2021

Saham LSIP LSIP membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan dengan penurunan tajam Jumat lalu kemarin, LSIP berisiko melanjutkan penurunannya menuju target 1170. Indikator teknikal MACD yang lebih dahulu dead cross mendukung prediksi penurunan LSIP. Rekomendasi: Hindari. Sell/ Sell on strength bagi yang punya. Target penurunan berada di 1170. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online