Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 9 April 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Apr 9, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

S&P ditutup pada rekor peningkatan teknologi karena imbal hasil Treasury AS mundur

S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi pada hari Kamis, karena imbal hasil Treasury AS turun menyusul data pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari yang diantisipasi, meningkatkan teknologi dan saham pertumbuhan lainnya.

Dow Jones naik 57,31 poin atau 0,17% menjadi 33.503,57. S&P 500 naik 17,22 poin atau 0,42% menjadi 4.097,17. Nasdaq menambahkan 140,47 poin atau 1,03% menjadi 13.829,31.

Data klaim pengangguran awal mingguan menunjukkan kenaikan kedua berturut-turut, bertentangan dengan laporan penggajian baru-baru ini, dan mendukung sikap kebijakan dovish Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga lebih rendah untuk periode yang substansial. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan pada hari Rabu bahwa bank sentral tidak akan mengurangi dukungan untuk ekonomi AS, mengatakan kenaikan harga yang diharapkan tahun ini kemungkinan akan bersifat sementara. Data yang lebih lembut membantu imbal hasil pada catatan Treasury AS 10-tahun jatuh serendah 1,624%, level terendah sejak 26 Maret, karena terus mundur dari tertinggi 14-bulan di 1,776% yang dicapai pada akhir Maret.

Eropa

Bursa Eropa mencapai rekor tertinggi setelah Fed menahan sikap

Bursa Eropa mencapai rekor tertinggi pada hari Kamis karena optimisme tumbuh di sekitar rebound ekonomi yang dipicu oleh stimulus global setelah Federal Reserve AS mengisyaratkan tidak terburu-buru untuk mengetatkan kebijakan moneternya.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,6% menjadi 436,86.

Pejabat Fed tetap waspada tentang risiko pandemi virus korona yang sedang berlangsung dan berkomitmen untuk memperkuat ekonomi sampai pemulihannya lebih aman, berdasarkan risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral yang dirilis pada hari Rabu. Pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa pada pertemuan mereka bulan lalu memperdebatkan peningkatan yang lebih kecil dalam pembelian obligasi dan setuju untuk memuat lebih awal pembelian kuartal ini dengan syarat dapat dipotong nanti jika kondisi memungkinkan, berdasarkan laporan pertemuan mereka.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da