Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 13 Juli 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jul 13, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

AS

Tesla mengangkat Wall Street dan ditutup pada rekor tertinggi

Indeks utama Wall Street ditutup pada level tertinggi pada hari Senin, terangkat oleh saham Tesla dan bank karena investor mengamati awal musim pendapatan kuartal kedua dan sejumlah data ekonomi.

Dow Jones naik 0,36% menjadi berakhir pada 34.996,18 poin. S&P 500 naik 0,35% menjadi 4.384,63. Nasdaq naik 0,21% menjadi 14.733,24.

Tesla menguat lebih dari 4% dan merupakan kontributor utama untuk keuntungan di S&P 500 dan Nasdaq. CEO Elon Musk bersikeras di pengadilan pada hari Senin bahwa dia tidak mengendalikan Tesla, dan dia mengatakan dia tidak menikmati menjadi kepala eksekutif perusahaan kendaraan listrik saat dia mengambil sikap untuk membela akuisisi perusahaan SolarCity tahun 2016. Investor akan mengamati dengan cermat laporan kuartalan untuk petunjuk awal tentang berapa lama pemulihan ekonomi AS dapat berlangsung, dengan laba per saham kuartal Juni untuk perusahaan S&P 500 diperkirakan akan naik 66%, menurut data IBES dari Refinitiv.

Eropa

Bursa Eropa mencapai level tertinggi sepanjang masa tetapi kekhawatiran ekonomi tetap ada

Bursa Eropa mencapai tertinggi baru pada hari Senin karena kenaikan berbasis luas, tetapi kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi membuat sektor defensif menjadi tawaran terbaik sementara saham perjalanan merosot dengan varian Delta dari virus corona menjadi dominan.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,7% menjadi 461,10 poin.

Real estat, utilitas, dan perawatan kesehatan termasuk di antara sektor dengan keuntungan terbaik, naik antara 1,4% dan 1,6%. Perjalanan dan liburan turun 1,3% dengan maskapai penerbangan Inggris memimpin kerugian. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Senin bahwa varian Delta yang menular menjadi dominan, dan banyak negara belum menerima dosis vaksin yang cukup untuk melindungi petugas kesehatan mereka. Tetapi Inggris masih akan mencabut pembatasan COVID-19 minggu depan.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

Analisa Saham LSIP | 29 November 2021

Saham LSIP LSIP membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan dengan penurunan tajam Jumat lalu kemarin, LSIP berisiko melanjutkan penurunannya menuju target 1170. Indikator teknikal MACD yang lebih dahulu dead cross mendukung prediksi penurunan LSIP. Rekomendasi: Hindari. Sell/ Sell on strength bagi yang punya. Target penurunan berada di 1170. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online