Langsung ke konten utama

WASKITA KARYA BAKAL GALANG DANA MELALUI RIGHTS ISSUE


PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) atau rights issue. Malalui aksi korporasi ini, WSKT akan menerbitkan maksimal sebanyak 24.564.915.000 lembar saham seri B bernominal Rp100 per lembar.

Perseroan mengaku bahwa rencana aksi korporasi itu telah didaftarkan kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dan berharap otoritas pasar modal menerbitkan pernyataan efektif pada tangga 23 November 2021.

Berdasarkan prospektus yang dirilis, Manajemen WSKT menyebutkan bahwa dana yang diperoleh dari hasil right issue ini setelah dikurangi biaya-biaya seluruhnya akan digunakan untuk penyelesaian proyek jalan tol, modal kerja proyek konstruksi serta investasi pengembangan entitas anak perseroan.

Patut diketahui, Negera Republik Indonesia selaku pemegang 66,036 persen porsi saham WSKT telah menyatakan akan melaksanakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu(HMETD)-nya, dengan Penambahan Penyertaan Modal Negera (PMN) .

Seperti diketahui, Kementerian BUMN telah mengusulkan PMN senilai Rp3 triliun dalam Rancanangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022. Sedangkan untuk APBN 2021 diusulkan mendapatan PMN sebesar Rp7,9 triliun.

Sehingga usai pelaksanaan Right issue, porsi kepemilikan negara dalam Waskita Karya bertambah menjadi 84,53 persen. Sedangkan porsi kepemilikan pemegang saham lainnya yang tidak melaksanakan HMETD-nya akan berdilusi sebesar besarnya 64,4 persen. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Analisa Saham ANTM | 12 Janauari 2022

Setelah gagal bertahan diatas support minor 2220 (garis hitam), ANTM juga gagal bertahan diatas support konsolidasi panjangnya di 2130 (garis merah). Kedepannya, selama saham ini tidak mampu bertahan dan berkonsolidasi diatas area support konsolidasinya, maka segala kenaikan saham ini hanyalah technical rebound dalam tren turun. Target penurunan ANTM selanjutnya berada di 1830 dengan minor target 1970. Harga yang sudah berada dibawah rangkaian moving averagenya menunjukan saham ini berada dalam tren penurunan jangka menengah – panjang. Trading plan : Sell on strength area support konsolidasi. Hindari saham ini sementara waktu. Disclaimer ON sumber :  galerisaham Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

Analisa Saham BRIS | 13 Januari 2022

BRIS melemah di bawah support penting 1700. Penembusan support ini membuat BRIS membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan bahwa BRIS berisiko terus melemah menuju kisaran 1000-1300. Rekomendasi: Hindari. Sell bagi yang masih punya. Target penurunan 1000-1300 sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham PGAS | 12 Januari 2022

PGAS mencapai target penurunan pola bearish head and shoulders di 1250-1300 seperti yang diulas dalam PGAS Dalam Tekanan. Setelah mencapai target penurunan ini, PGAS masih belum menunjukkan potensi rebound sehingga PGAS berisiko melanjutkan pelemahannya menuju target lanjutan di 1100-1150. Rekomendasi: Tetap hindari. Kalau PGAS melemah di bawah MA200, target penurunan selanjutnya berada di 1100-1150. sumber :  doktermatrket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online