Langsung ke konten utama

Kisah Investor John Templeton, Pendiri Templeton Growth Fund



Sir John Marks Templeton (29 November 1912 – 8 Juli 2008) adalah seorang investor, manajer pengelolaan dana, dan filantropis Britania kelahiran Amerika. Pada 1954, dia memasuki pasar reksadana dan menciptakan Templeton Growth Fund.

Pada 1999, majalah Money menyebutnya "bisa dikatakan pemilih saham global terbaik dan terbesar abad ini."

John Marks Templeton lahir di kota Winchester, Tennessee, dan berkuliah di Universitas Yale, di mana dia menjadi seorang asisten manajer bisnis untuk majalah humor kampus Yale Record dan terpilih untuk menjadi anggota di perkumpulan Elihu. 

Dia membiayai sebagian biaya kuliahnya dengan bermain poker, suatu permainan di mana dia selalu unggul.Dia lulus pada tahun 1934 mendekati puncak kelasnya. 

Dia berkuliah di Balliol College di Universitas Oxford sebagai seorang pelajar penerima beasiswa Rhodes dan meraih gelar M.A. dalam hukum.

Templeton, semasa Depresi tahun 1930-an, membeli 100 saham dari setiap perusahaan terdaftar di NYSE di mana kemudian menjualnya kurang dari $1 per saham ($18 kini) (104 perusahaan, 34 bangkrut, pada tahun 1939), kemudian menghasilkan banyak kesempatan uangnya kembali ketika industri AS naik sebagai akibat Perang Dunia II.

Templeton menjadi seorang miliarder dengan merintis penerapan reksadana terdiversifikasi secara global. Templeton Growth Fund, Ltd. dia (dana investasi), yang didirikan tahun 1954, termasuk di antara yang pertama berinvestasi di Jepang pada pertengahan tahun 1960-an.

Templeton juga menciptakan dana kelolaan khususnya dalam industri tertentu seperti energi nuklir, kimia, dan elektronik. Pada tahun 1959, Templeton melaksanakan penawaran saham perdana (go public), dengan 5 dana kelolaan dan lebih dari 66 juta dolar di bawah pengelolaannya.

Dia menolak analisis teknikal untuk perdagangan saham, alih-alih lebih menyukai menggunakan analisis fundamental.Majalah Money pada tahun 1999 menyebutnya "bisa dikatakan pemilih saham global terbaik dan terbesar abad ini".


sumber : tagarid

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Trader Sukses Belvin VVIP, Raup Keuntungan Miliar per Bulan

Belvin VVIP dikenal sebagai seorang influencer saham yang bisa meraup cuan miliar rupiah setiap bulannya. Namun, siapa sebenarnya sosok Belvin ini? Pria kelahiran dengan nama asli Belvin Tannadi ini sudah sangat tak asing bagi para investor saham Indonesia. Melalui akun Instagram miliknya, Belvin kerap membagikan ilmu-ilmu seputar dunia investasi dan saham-saham apa saja yang tengah menjadi incarannya. Sebagai seorang investor, khususnya trader, ia pun cermat menganalisis saham-saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Belvin membagikan pengetahuannya terkait investasi saham melalui dua buku, yakni “Ilmu Saham: Powerful Candlestick Pattern (2020)” dan “Ilmu Saham: Pengenalan Analisis Teknikal (2020)”. Di balik kesuksesannya sekarang, ternyata Belvin memiliki perjuangan yang panjang menggeluti dunia investasi saham. Belvin VVIP mengawali kiprahnya di dunia saham dari tahun 2014 dengan hanya bermodalkan uang sebesar Rp12 juta saja. Ia pertama kali mengenal investasi saham sejak duduk

Analisa Saham PTPP | 18 Januari 2022

PTPP berisiko memasuki trend bearish jika PTPP melemah di bawah support 785-800. Penembusan level ini akan membuat PTPP membentuk pola bearish head and shoulders dengan target penurunan di area 300-400.  Rekomendasi: Hindari. Sell jika PTPP melemah di bawah 785. Target penurunan berada di 300-400. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

SAHAMNYA MASUK KATEGORI UMA, INI JAWABAN MANAJEMEN IPTV.

Manajemen PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal itu salah satu jawaban Manajemen IPTV kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Jawaban itu seiring dengan tengah di pantaunya pergerakan saham IPTV oleg BEI lantaran terjadi penurunan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA). Terkait saham IPTV masuk kategori UMA, Corporate Secretary IPTV, Muharzil Hasril mengaku, sampai dengan saat ini informasi yang sebelumnya telah diumumkan ke publik adalah mengenai pengalihan kepemilikan Perseroan pada PT MNC OTT Network kepada MSIN melalui mekanisme peralihan saham setelah dipenuhinya seluruh persyaratan dibutuhkan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. "Sampai dengan saat ini, tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik. Perseroan tidak mengetahui adanya informasi menya