google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Akan Alokasikan 89% Laba Bersih 2022 Untuk Dividen Tunai Langsung ke konten utama

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Akan Alokasikan 89% Laba Bersih 2022 Untuk Dividen Tunai


PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)
berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui pembagian dividen mencapai Rp589,18 miliar. Aksi itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Suwito Mawarwati, Group Chief Executive Officer MPMX, menuturkan, Perseroan berencana membagikan dividen final tunai tahun buku 2022 sebesar Rp135 per lembar saham. Angka dividen itu setara dengan 89% dari laba bersih Perseroan di tahun 2022 yang mencapai Rp662 miliar.

Suwito menambahkan, Cum dan EX Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi akan dilakukan pada tanggal 5 dan 6 Juni 2023. Sedangkan Cum dan Ex Dividen di Pasar Tunai pada tanggal 7 dan 8 Juni 2023. "Recording date yakni tanggal 07 Juni 2023, sehingga pembayaran dividen akan direalisasikan pada tanggal 23 Juni 2023," ujarnya.

Selain membahas dividen, RUPST juga telah menyetujui adanya perubahan susunan pengurus Perseroan. Pemegang saham sepakat untuk mengangkat Kemal Mawira sebagai Direktur. Dengan demikian, susunan pengurus MPMX setelah RUPST menjadi sebagai berikut :

Komisaris Utama: Edwin Soeryadjaya
Komisaris: Tossin Himawan
Komisaris: Danny Walla
Komisaris Independen: Istama Tatang Siddharta
Komisaris Independen: Benny Redjo Setyono

Berikut susunan direksi MPMX pasca RUPST:
Direktur Utama: Suwito
Direktur: Beatrice Kartika
Direktur: Ivan
Direktur: Kemal Mawira

(end)
Sumber: iqplus-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

Laba PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) 30 Juni 2018

WIJAYA KARYA RAIH LABA Rp517,25 MILIAR HINGGA JUNI 2018 IQPlus, (31/07) - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) meraih laba yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 18,65 persen hingga periode yang berakhir 30 Juni 2018 menjadi Rp517,25 miliar atau Rp57,67 per sahahm dibandingkan laba Rp435,92 miliar atau Rp48,60 per saham di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bersih naik menjadi Rp12,97 triliun dari Rp9,48 triliun dan beban pokok pendapatan juga naik jadi Rp11,49 triliun dari Rp8,47 triliun. Laba kotor menjadi Rp1,48 triliun meningkat dari laba kotor Rp1,00 triliun tahun sebelumnya dan beban usaha naik jadi Rp401,38 miliar dari Rp305,17 miliar membuat laba usaha menjadi Rp1,08 triliun naik dari laba usaha Rp703,47 miliar tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak diraih Rp687,91 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp539,70 miliar hingga Juni tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp54,04 triliun hingga 30 Juni...

Anggarakan Capex Rp 300 Miliar, Simak Rencana Aneka Gas Industri (AGII) di 2022

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) bakal terus ekspansi untuk memperbesar bisnisnya. Karena itu, di tahun 2022 ini, perusahaan menganggarkan belanja modal yang lebih besar dari tahun lalu. Direktur Utama AGII Rachmat Harsono mengungkapkan, anggaran belanja modal atawa capital expenditure (capex) di tahun 2022 mencapai Rp 300 miliar. "Sementara masih sekitar Rp 300 miliar dari internal cashflow, unless ada project confidential yang dalam tahap beauty contest," kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (8/3). Sebagai informasi, pada tahun 2021, Aneka Gas Industri menganggarkan capex di kisaran Rp 200 miliar - Rp 250 miliar. Adapun untuk tahun ini, Aneka Gas Industri berencana melakukan pengembangan organik, yakni memperluas jaringan bisnis perusahaan ke provinsi-provinsi yang ada di Indonesia dalam waktu 1 tahun-2 tahun ke depan. Hal itu dengan tujuan pihaknya dapat masuk di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Sebagai produsen gas, Aneka Gas Industri memproduksi dan menjual berbag...