google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham DILD | 23 Agustus 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham DILD | 23 Agustus 2017

PT Intiland Development Tbk,(DILD) perusahaan pengembang properti meluncurkan superblok bertingkat tinggi di kawasan Waduk kebun Melati Jakarta Pusat "Fifty Seven Promenande di atas lahan seluas 3,2 hektare.

"Sebagai kawasan mixed-used di dalam lokasi ini nantinya terdapat kondominium, perkantoran, apartemen servis, dan kawasan ritel," kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk Archied Noto Pradono di Jakarta, Selasa.

Proyek yang rencananya baru akan dipasarkan 26 Agustus mendatang, menurut Archied, sebagai jawaban kebutuhan masyarakat terhadap hunian terintegarasi di tengah kota serta memiliki lokasi strategis di sekitaran kawasan bisnis Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat.

"Secara umum pasar properti masih menantang, namun kami yakin masyarakat membutuhkan hunian ataupun perkantoran yang nyaman dan mudah diakses, serta lingkungan yang sudah berkembang pesat, menjadi keunggulan proyek Fifty Seven Promenade ini," ujarnya.

Proyek yang lokasinya dekat Bundaran Hotel Indonesia nantinya terjangkau dengan berbagai moda transportasi mulai dari MRT, LRT, Bus Trans Jakarta, Komuterline, kereta cepat Bandara Soekarno Hatta.

Pembangunan jaringan infrastruktur kereta modern tersebut rencananya beroperasi pada tahun 2019.

"Kawasan ini sudah matang. Semua fasilitas yang mendukung kenyamanan sudah tersedia, termasuk jaringan transportasi publik terintegrasi yang terpusat di kawasan ini," jelas Archied.

Perseroan rencananya akan mengembangkan Fifty Seven Promenade dalam dua tahapan. Pengembangan tahap I meliputi area seluas 1,3 hektare yang akan dibangun dua tower kondominium, masing-masing setinggi 24 lantai dan dan Sky57 setinggi 49 lantai dengan basement lima lantai.

Sementara pada pengembangan tahap II dengan area seluas 1,9 hektare, perseroan akan membangun dua tower perkantoran, satu tower apartemen servis dan ritel promenade.(end)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...