google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham Binaartha | 23 Agustus 2017 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham Binaartha | 23 Agustus 2017

IHSG ditutup menguat 0.33% di level 5880,297 pada 22 Agustus 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, supportpertama dan kedua berada pada level 5866.650 dan 5853,003. 

M. Nafan Aji, analis Binaartha dalam riset teknikalnya mengatakan, resistance pertama dan kedua berada pada level 5889,770 dan 5899,243. Berdasarkan indikator daily, MACD berada di area positif. Sementara itu, Stochastic sudah overbought dan RSI berada di area netral. 

Terdapat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks saham. 

"Dengan demikian, IHSG akan berpotensi menuju ke area level resistance pada 5.890 dan 5.899," ujarnya dalam riset. 

Adapun saham-saham yang perlu dicermati adalah sebagai berikut.

GGRM, Daily (70500) (RoE: 15.95%; PER: 21.71x; PBV: 3.51x; Beta: 0.49): Harga kemungkinan akan menyentuh level psikologis fibonacci 23,6% sehingga peluang untuk technical rebound terbuka lebar. Selain itu, indikator MACD masih menunjukkan pola golden cross. "Buy on Weakness" pada area level 69250 - 69300, dengan target harga secara bertahap di level 71525, 73425 dan 75325. Support: 69250 & 65500.

HMSP, Daily (3610) (RoE: 39.45%; PER: 34.12x; PBV: 13.46x; Beta: 0.86): Saat ini, harga telah menyentuh level psikologis fibonacci 50% sehingga potensi technical rebound terbuka lebar. Selain itu, indikator MACD menunjukkan pola golden cross dan terdapat pola bullish pin bar candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 3560 – 3610, dengan target harga secara bertahap di level 3670, 3770 dan 3890. Support: 3560 & 3510.

ISAT, Daily (6425) (RoE: 10.55%; PER: 22.21x; PBV: 2.36x; Beta: 0.7): Terdapat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Selain itu, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger. "Akumulasi Beli" pada area level 6375 - 6425, dengan target harga secara bertahap di level 6600 and 6850.Support: 6150.

JPFA, Daily (1165) (RoE: 10.31%; PER: 13.80x; PBV: 1.42x; Beta: 2.74): Saat ini, Indikator MACD menunjukkan pola golden cross. Selain itu, harga bertahan di area garis tengah dari bollinger. "Akumulasi Beli" pada area level 1155 - 1165, dengan target harga secara bertahap di level 1225 dan 1470.Support: 1100.

MYOR, Daily (1895) (RoE: 16.53%; PER: 39.55x; PBV: 6.53x; Beta: 1.03): Saat ini, harga bertahan di area garis tengah dari bollinger dan terdapat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Selain itu, indikator MACD membentuk pola golden cross. "Akumulasi Beli" pada area level 1885 – 1895, dengan target harga secara bertahap di level level 1995 dan 2100. Support: 1800.

UNTR, Daily (29550) (RoE: 14.73%; PER: 15.78x; PBV: 2.34x; Beta: 0.59): Saat ini, harga bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terdapat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada level 29150 - 29550, dengan TP di level 30525. Support: 28750.

ref. kontan.co.id

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...