google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham KOBX | 22 Maret 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham KOBX | 22 Maret 2018

Analisa Saham KOBX

Lama bergerak di kisaran level Rp 100-an, saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) tiba-tiba melonjak drastis. Sepanjang tahun ini, saham emiten alat berat ini sudah mencatatkan pertumbuhan sebesar 92,92%.

Pergerakan harga saham ini dimulai pada hari Selasa (20/3) lalu. Harga saham KOBX yang dibuka pada level Rp 120 per saham tiba-tiba menanjak naik. Pada penutupan perdagangan di hari yang sama, saham ini sudah mencatat pertumbuhan sebesar 35% dalam sehari.

Pergerakan fantastis saham KOBX pun kembali terulang pada perdagangan Rabu (21/3). Saham KOBX pun ditutup di level Rp 218, naik 34,57% dalam satu hari perdagangan.

Analis Binaartha Parama Sekuritas M. Nafan Aji menilai, kenaikan harga saham KOBX ini bisa jadi memiliki kaitan dengan kinerja mereka yang membaik tahun lalu. Sebagai informasi, di tahun 2017 lalu KOBX mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 76,89% year-on-year (yoy) menjadi US$ 74,87 juta. Emiten alat berat ini pun berhasil mencetak laba setelah dua tahun merugi sebesar US$ 1,54 juta.

Dari segi fundamental pun kinerja KOBX tahun ini berpotensi akan terus membaik lantaran membaiknya harga komoditas seperti batubara dan CPO. Sementara itu, iklim industri CPO maupun aktivitas pertambangan dalam negeri masih cukup kondusif. "Sehingga penjualan alat berat, after sales, dan segmentasi sewa jasa alat berat KOBX berpotensi meningkat tahun ini," tuturnya kepada KONTAN, Rabu (21/3).

Meski begitu, ia menyarankan investor untuk tidak terburu-buru masuk ke saham ini.

"Lebih baik wait and see dulu karena kenaikan harga sahamnya sudah terlalu signifikan," ujar Nafan.

Source:
KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...