google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Prospek Saham MAIN | 21 Agustus 2018 Langsung ke konten utama

Prospek Saham MAIN | 21 Agustus 2018


Sentimen positif menyelimuti kinerja emiten sektor perunggasan (poultry). PT Malindo Feedmill Tbk juga ikut merasakan sentimen positif ini. Stabilnya harga bahan baku pakan ternak serta meningkatnya harga ayam broiler maupun ayam usia sehari atau day-old chicken (DOC) akan terus mendorong kinerja emiten berkode MAIN ini.

Sepanjang semester I-2018, emiten poultry terbesar ketiga di Indonesia ini berhasil mengerek penjualan bersih 13,8% year-on-year (yoy) jadi Rp 3,07 triliun. Sementara laba bersih melesat 349,61% yoy menjadi Rp 121,08 miliar.

Analis Danareksa Sekuritas Adeline Solaiman mengatakan, prospek kinerja MAIN di kuartal tiga masih cerah. Pasalnya, tren harga ayam yang tinggi masih terjaga hingga Juli dan Agustus ini. "Pada dasarnya, tahun ini memang tahun yang baik buat emiten poultry, termasuk MAIN, meski kapitalisasi pasarnya kecil ketimbang pesaingnya," kata dia, Senin (20/8).

Mengutip data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, per Senin (20/8), harga rata-rata daging ayam ras segar di pasar tradisional mencapai Rp 37.550 per kilogram (kg). Harga rerata harian ini naik 2,6% dari harga di Kamis (16/8).

Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin, dalam risetnya 10 Agustus, juga menyebut, kinerja MAIN di paruh pertama 2018 melebihi ekspektasi. "Tingginya permintaan selama Ramadan, ditambah suplai DOC di pasar yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, mengangkat bisnis MAIN di segmen ternak ayam dan ayam pedaging (broiler)," terang dia.

Penjualan DOC

Adeline menambahkan, harga yang tinggi merefleksikan supply dan demand yang belum seimbang. Berkurangnya suplai ayam sepanjang tahun ini merupakan dampak larangan penggunaan antibiothic growth promoters (AGP) dari pemerintah kepada para peternak unggas sejak awal tahun ini.

Analis memprediksi kinerja MAIN ke depan masih positif. Memang, sejauh ini pendapatan emiten ini masih didominasi penjualan pakan ternak, dengan porsi 62% dari keseluruhan pendapatan hingga Juni lalu. Namun, analis Trimegah Sekuritas Darien Sanusi, dalam risetnya per 13 Agustus, menyebut, MAIN juga tengah fokus memperbesar kapasitas bisnis hilirnya, yakni segmen DOC dan broiler.

Segmen ini menyumbang 33% dari total pendapatan di semester satu. Dalam lima tahun terakhir, kapasitas produksi DOC dan ayam broiler MAIN tumbuh masing-masing 120% dan 35%. "Kami yakin MAIN akan makin fokus pada bisnis downstream untuk menggenjot margin secara keseluruhan dan mengambil peluang lebih dari stabilnya harga broiler," papar Darien.

Menurut dia, harga penjualan rata-rata DOC dan ayam broiler masih akan terus meningkat. Darien memperkirakan, harga DOC akan tumbuh 20%, sedang harga broiler tumbuh 24% di akhir 2018 nanti.

Kenaikan harga penjualan rata-rata tersebut akan turut mengangkat kinerja MAIN tahun ini. Darien memperkirakan pendapatan dari penjualan DOC mencetak pertumbuhan 425% menjadi Rp 256 miliar di akhir tahun.

Sementara, Adeline menghitung earning per share (EPS) MAIN bisa tumbuh minimal mencapai 336,5%. "Pertumbuhan EPS bisa lebih tinggi lagi kalau harga saham MAIN terus naik sampai akhir tahun," kata Adeline.

Adapun, Mimi menganalisa laba bersih MAIN di akhir 2018 bisa menyentuh Rp 151 miliar. Itu membuatnya menaikkan target harga MAIN menjadi Rp 1.375 per saham dengan rekomendasi hold. "Hasil kinerja MAIN di semester I sudah priced in di pasar dan ada potensi kinerja sedikit melambat di semester II, seiring dengan turunnya tingkat permintaan," ujar Mimi.

Setali tiga uang, Adeline juga merekomendasikan hold MAIN dengan target harga Rp 1.150 per saham. Sedang Darien menyarankan beli saham MAIN dengan target harga Rp 2.200 per saham.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...