google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham INDF | Masih Prospektif, Indofood (INDF) Tambah Kapasitas Penggilingan Terigu Langsung ke konten utama

Saham INDF | Masih Prospektif, Indofood (INDF) Tambah Kapasitas Penggilingan Terigu

(Baca juga: Memahami Elliot Wave)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Potensi bisnis mi masih sangat menggiurkan bagi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Makanya, grup perusahaan yang didirikan oleh duo taipan Sudono Salim dan Peter Santoso itu memacu kapasitas produksi penggilingan tepung terigu.

Indofood ingin meningkatkan kemampuan produksi pabrik terigu di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Emiten tersebut berencana memasang tiga lini mesin baru yang sekaligus menggantikan mesin lawas. Kelak pabrik penggilingan terigu Tanjung Priok akan beroperasi dengan kapasitas sebesar 1.200 ton per hari.

"Saat ini sudah dua line berjalan, untuk line ketiga akhir tahun ini akan berproduksi," tutur Franciscus Welirang atau yang akrab disapa Franky, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Jumat (24/5) malam pekan lalu.

Sementara di Cibitung, Jawa Barat, Indofood menyiapkan pabrik penggilingan terigu baru berkapasitas 1.500 ton per hari. Proyek tersebut sudah sampai tahap penanaman tiang pancang alias groundbreaking. Sementara jadwal penyelesaian pembangunannya pada akhir 2020.

Selain meningkatkan kapasitas pabrik penggilingan terigu baru, Indofood berencana menambah kapasitas produksi pasta di Tanjung Priok. Hanya saja, mereka tidak menyebutkan alokasi anggaran yang disediakan. Manajemen INDF hanya menyebutkan, kemampuan produksi terigu saat ini sekitar 3,1 juta ton per tahun.

Asal tahu, Indofood memanfaatkan sebagian produksi terigu untuk bahan baku mi. Melalui anak usaha bernama PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Indofood menjual mi instan merek Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie dan Mie Telur Cap 3 Ayam. Sebagian terigu lagi, mereka jajakan langsung ke pasar melalui Bogasari.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, penjualan mi instan Indofood CBP Sukses Makmur mencapai Rp 7,45 triliun atau 64,39% terhadap total penjualan kotor INDF atau sebelum dikurangi eliminasi yang tercatat Rp 11,57 triliun. Sisanya adalah segmen dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus serta minuman.

Sementara dalam catatan Indofood, produk mi masuk dalam kelompok usaha produk konsumen bermerek atau consumer branded product (CBP). Selebihnya kelompok usaha Bogasari, agribisnis dan distribusi.

Mengatasi tantangan

Selama periode Januari-Mei 2019, Indofood merasakan kebutuhan bahan baku terigu untuk mi instan naik 8% year on year (yoy). Bila kebutuhan terigu naik, otomatis produksi mi instan juga ikut naik.

Meskipun potensi bisnis mi masih lezat, fokus bisnis Indofood tahun ini tidak cuma mi. Perusahaan tersebut juga ingin kelompok usaha lain berkembang. Makanya, Indofood juga melecut diri agar senantiasa sejalan dengan perkembangan zaman dan selera pasar. Tak terkecuali, menyesuaikan perubahan pola konsumsi masyarakat dengan teknologi dan sistem perdagangan baru. Caranya dengan lebih giat melakukan inovasi dari sisi produk maupun layanan.

Berbekal strategi yang jitu, Indofood yakin bisa membukukan pertumbuhan kinerja. Lagipula belakangan ini efek negatif dari perang dagang Amerika Serikat dan China semakin samar. Pasalnya, industri di Indonesia pada umumnya sudah mampu menyesuaikan dengan daya beli masyarakat yang dinamis.

Indofood pun tak lagi kerepotan dengan tantangan global itu. "Manusia itu tinggal menyesuaikan daya beli dan industri harus sesuaikan daya beli tersebut dan saya kira kami tidak perlu khawatir," kata Franky.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...