google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham INDY dan BUMI | Pelaku Industri Pertambangan Tetap Andalkan Dana Perbankan Langsung ke konten utama

Saham INDY dan BUMI | Pelaku Industri Pertambangan Tetap Andalkan Dana Perbankan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha pertambangan masih mengandalkan pendanaan perbankan guna mendukung ekspansi usaha. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kuartal I-2019 menunjukkan, penyaluran kredit perbankan ke sektor pertambangan naik 11,55%. Produsen pertambangan menilai, kredit perbankan masih menarik meski suku bunga acuan (BI rate) dipatok sebesar 6%.

Salah satu produsen pertambangan yang mengandalkan pendanaan bank adalah Indika Energy Group. Head of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk (INDY), Leonardus Herwindo menyampaikan, secara umum, fasilitas kredit mereka pilih berupa kredit modal kerja dan term loan.

Untuk proyek jangka pendek, menurut dia, biasanya Indika Energy memilih kredit modal kerja yang merupakan fasilitas kredit jangka pendek. "Biasanya harus dikembalikan dalam waktu maksimal satu tahun," kata Leonardus kepada KONTAN, Jumat (3/5).

Untuk proyek jangka panjang, INDY memilih kredit term loan yang merupakan fasilitas kredit untuk keperluan investasi jangka panjang.

Pada akhir bulan lalu, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 6%. Namun, kata Leonardus, kebijakan itu tak memicu kenaikan suku bunga kredit, sehingga kredit perbankan masih menarik untuk pendanaan. "Dari sisi perusahaan, ini merupakan hal yang positif, meski persyaratan untuk memperoleh kredit menjadi lebih ketat," ujar dia.

Meski demikian, hingga kini, INDY belum mengajukan kredit. Satu hal yang pasti, Indika terus memastikan adanya komunikasi dan menjalin hubungan baik dengan kalangan perbankan, baik bank domestik maupun bank di luar negeri. Hal tersebut demi mendukung kegiatan operasional perusahaan.

Selama ini, portofolio pendanaan operasional INDY berasal dari biaya modal yang dimiliki perusahaan atau melalui bantuan permodalan perbankan. Untuk tahun ini, INDY menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 315 juta. Sumber belanja modal diperoleh dari pinjaman bank sekitar 75% dan sisanya 25% berasal dari dana internal.

Produsen batubara lainnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), juga belum berencana menambah kredit perbankan untuk mendukung kebutuhan perusahaan. Saat ini, kebutuhan dana diperoleh dari dividen anak usaha sektor batubara. "BUMI juga tidak memiliki rencana kredit tambahan," ujar Direktur BUMI, Dileep Srivastava.

Dalam catatan KONTAN, kini, prioritas utama BUMI adalah meningkatkan laba dengan membayar kembali utang atau restrukturisasi utang yang diprediksikan bisa mencapai US$ 200 juta hingga US$ 250 juta pada tahun 2019. BUMI juga mengerek produksi batubara dari tahun sebelumnya sebesar 83 juta ton.

Dengan begitu, menurut Dileep, laba bakal meningkat signifikan dan mengurangi beban bunga. BUMI berencana melakukan pembayaran kembali utang Tranche A sebesar US$ 600 juta pada Januari 2021. Sehingga BUMI bisa menekan beban bunga sebesar US$ 45 juta.

Produksi Bisa Lebih Rendah

Kondisi pasar global dan permintaan dalam negeri yang belum agresif berpotensi mempengaruhi produksi batubara di dalam negeri.

Ketua Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo meyakini, produksi batubara pada tahun ini lebih rendah ketimbang realisasi produksi tahun lalu yang mencapai 557 juta ton. Namun, penurunan produksi tahu ini tidak tajam. "Penurunan produksi karena kondisi pasar global dan permintaan di dalam negeri belum kembali agresif," terang dia kepada KONTAN.

Hingga akhir April tahun ini, produksi batubara nasional sudah mencapai 118 juta ton atau 24,12% dari target hingga akhir 2019.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menilai, volume produksi batubara biasanya mulai mendaki pada kuartal kedua. "Masih terlalu dini untuk menilai prospek produksi berdasarkan realisasi dalam empat bulan ini," tandas dia.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...