google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Pefindo Tarik Peringkat Surat Utang Bank CIMB Niaga (BNGA) dan Indah Kiat (INKP) Langsung ke konten utama

Pefindo Tarik Peringkat Surat Utang Bank CIMB Niaga (BNGA) dan Indah Kiat (INKP)


PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengumumkan telah menarik peringkat surat utang Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

Pefindo dalam rilisnya Kamis (21/9/23) menyampaikan bahwa menarik surat utang tersebut lantaran telah dilunasinya Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap IV Tahun 2018 Seri C yang diterbitkan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk pada 20 September 2023, maka PEFINDO menarik peringkat surat utang tersebut.

" Peringkat terakhir yang diberikan adalah idAAA yang ditetapkan pada tanggal 4 September 2023," tulis Pefindo.

PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) melunasi Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap IV Tahun 2018 Seri C sebesar  Rp118 miliar i yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 September 2023.

Kemudian Pefindo juga menarik peringkat surat utang PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk karena  telah melunasi  Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2020 Seri B yang diterbitkan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk pada 18 September 2023., 

"Peringkat terakhir yang diberikan adalah idA+ yang ditetapkan pada tanggal 7 Juli 2023," tulis Pefindo.

Sedangkan PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP)  melakukan pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020 Seri B (Obligasi) pada tanggal 15 September 2023 sebesar Rp597,85 miliar.
Author: K M
Sumber: emitennews-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Grafik Saham di Bursa Efek

grafik candlestick saham Pergerakan harga instrumen finansial baik saham maupun forex biasanya digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini memudahkan trader untuk mengetahui pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Ada beberapa jenis grafik yang biasa dipakai di pasar finansial yaitu: Line Chart/Grafik Garis Bar Chart/Grafik Batang Candlestick Chart/Grafik Lilin Grafik  Line Chart  hanya memuat data harga dipenutupan perdagangan yang digambarkan dalam bentuk garis saja. Sementara  Bar Chart  dan  Candlestick Chart  hampir sama dikarenakan memuat data harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah. Hanya saja grafik candlestick lebih mudah dibaca dibandingkan grafik bar. Di samping itu keunggulan lain dari candlestick chart adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan tampilan yang lebih mudah dibaca. Berikut tampilan masing-masing chart menggunakan contoh Indeks S&P500: Line Chart Bar Chart Candlestick Chart Saya priba

Mengenal Indikator Exponential Moving Average - EMA

Apa itu Exponential Moving Average - EMA? Exponential Moving Average (EMA) adalah jenis moving average (MA) yang menempatkan bobot lebih besar dan signifikansi pada titik data terbaru. Exponential Moving Average juga disebut sebagai Moving Average tertimbang secara eksponensial. Moving Average tertimbang secara eksponensial bereaksi lebih signifikan terhadap perubahan harga saat ini daripada rata-rata bergerak sederhana (SMA), yang menerapkan bobot yang sama untuk semua pengamatan pada periode tersebut. Memahami Indikator EMA EMA adalah Moving Average yang menempatkan bobot lebih besar dan signifikansi pada titik data terbaru. Seperti semua moving average, indikator teknis ini digunakan untuk menghasilkan sinyal beli dan jual berdasarkan crossover dan divergensi dari rata-rata historis. Pedagang sering menggunakan beberapa hari EMA yang berbeda - misalnya rata-rata bergerak 20 hari, 30 hari, 90 hari, dan 200 hari. Formula EMA Tiga langkah dasar untuk menghit

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida