Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri akra. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri akra. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Info Emiten : AKRA, 24 Januari 2017

JAKARTA. Volatilitas harga komoditas global kerap menghantui kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Tapi, kenaikan harga minyak mentah yang terjadi sejak pertengahan tahun lalu menjadi sentimen positif buat AKRA.
Harga minyak yang naik akan diikuti kenaikan harga BBM, yang berimbas pada peningkatan pendapatan AKRA.
Raphon Prima, Analis NH Korindo, bilang, bisnis distribusi BBM menyumbang 70% pendapatan AKRA. Secara hitungan kasar, kenaikan harga jual BBM tentu akan mengerek pendapatan perusahaan ini.
"AKRA berperan sebagai price taker bukan price maker, yang harus dilihat dari margin keuntungannya," kata Raphon kepada KONTAN, Senin (23/1).
Raphon mengatakan, kenaikan harga BBM akan meningkatkan beban pokok perusahaan karena AKRA membeli bahan baku dengan harga lebih tinggi. Tapi, mereka berhasil mengerek margin laba kotor dari hanya 6% pada 2012 menjadi sekitar 13% di 2016 lalu.
Selama efisiensi berhasil, kenaikan harga BBM bisa menguntungkan AKRA. Hanya, selama sembilan bulan pertama tahun lalu, laba bersih AKRA turun 6,15% jadi Rp 793 miliar, sejalan dengan pendapatan yang anjlok hingga 27,3% menjadi Rp 10,9 triliun.
Volume penjualan AKRA merosot akibat permintaan dari klien perusahaan tambang yang menyusut. Tapi, menurut Raphon, diversifikasi bisnis AKRA lewat penjualan kawasan industri Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, akan makin menjaga kinerja AKRA tahun ini.
Margin kotor dari penjualan lahan ini mencapai 40%. Tahun lalu, pendapatan dari kawasan industri AKRA sebanyak Rp 170,4 miliar. Tahun ini, AKRA membidik 40 hektare penjualan lahan industri.
Raphon menambahkan, Freeport dikabarkan akan membangun smelter di lahan milik AKRA. "Kalau kepemilikan Freeport sudah dikuasai Indonesia, tentu makin besar potensi pembangunan smelternya," ungkap Raphon.
Budi Rustanto, Analis Valbury Asia Securities, menuturkan, AKRA memantapkan diversifikasi bisnis yang bisa menghasilkan recurring income lebih tinggi.
"Dari hasil pertemuan dengan manajemen perusahaan, katanya, mereka mau mengembangkan industri perikanan juga," beber Budi dalam riset.
AKRA berencana menambah kapasitas terminal bahan bakar, dari 656.000 kiloliter jadi 1 juta kiloliter. Mereka juga akan mengembangkan fasilitas lain di kawasan industri, seperti water treatment dan pembangkit listrik.
Katalis positif lainnya, permintaan BBM dari perusahaan tambang akan meningkat tahun ini, seiring industri itu yang kembali bergairah. Arandi Ariantara, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, menambahkan, selisih nilai tukar juga berperan penting bagi kinerja AKRA.
Pembelian BBM AKRA menggunakan dollar Amerika Serikat. Pendapatan dari kawasan industri, kata Arandi, juga bisa jadi katalis positif bagi AKRA tahun ini. Kenaikan harga komoditas pun akan menjadi faktor positif, mengingat klien AKRA kebanyakan perusahaan batubara.
Budi masih merekomendasikan buy untuk saham AKRA dengan target harga Rp 8.000 per saham. Rekomendasi Raphon juga buy di target harga Rp 7.325. Sedangkan Arandi merekomendasikan hold AKRA di target Rp 6.900.
http://investasi.kontan.co.id/news/kenaikan-harga-bbm-bisa-mendongkrak-akra

Prospek AKR Corporindo (AKRA) kian berkilau dengan keberadaan JIIPE

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) ingin meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Perusahaan ini berencana untuk melakukan pemecahan nilai saham atawa stock split.

Stock split akan dilakukan menggunakan rasio 1:5. Artinya, nilai nominal yang semula Rp 100 menjadi Rp 20 per saham setelah stock split. Jika stock split dilakukan pada level harga saat ini, Rp 3.970 per saham, maka harga saham AKRA menjadi sekitar Rp 794 per saham.

Stock split membuat prospek saham AKRA lebih menarik. Namun, sentimen ini tidak sesignifikan prospek kinerja distributor bahan bakar minyak (BBM) yang juga memiliki bisnis kawasan industri tersebut.

Head of Research Henan Putihrai Robertus Yanuar Hardy menyebut, tingginya harga komoditas mendorong perusahaan di sektor ini menggenjot produksinya. Artinya, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan alat berat sehingga menguntungkan AKRA.

Hal itu tercermin dari kenaikan volume distribusi BBM AKRA 7,3% secara kuartalan menjadi 649 ribu kilo liter (KL) kuartal tiga kemarin. Kenaikan ini ditranslasikan dengan kenaikan pendapatan di segmen distribusi dan bahan kimia 17% secara kuartalan menjadi Rp 6,63 triliun. 

Ini menjadi salah satu faktor AKRA mampu mengerek pertumbuhan laba sebelum pajak 5% secara kuartalan menjadi Rp 391 miliar. "Harga komoditas masih tinggi beberapa waktu ke depan, sehingga kami mengantisipasi kemungkinan pertumbuhan kinerja AKRA di segmen tersebut," ujar Robertus, Selasa (30/11).

Ignatius Teguh Prayoga, analis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menilai, AKRA akan dengan mudah mencapai target tersebut. Terlebih, AKRA telah mengakumulasi volume penjualan sekitar 1,8 juta KL BBM sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Dengan target volume penjualan 2,5 juta KL, artinya AKRA tinggal mengejar volume penjualan sekitar 687 ribu kilo liter di kuartal empat. "Secara historis, penjualan di kuartal ini selalu lebih besar," imbuh Ignatius.

Prospek JIIPE

Disematkannya status kawasan ekonomi khusus (KEK) dari pemerintah untuk Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE dan masifnya pembangunan smelter  juga akan menjadi pendorong kinerja AKRA. Status KEK akan menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan manufaktur.

JIIPE saat ini tengah dalam tahap akhir penjualan 10 hektar (HA) sehingga kemungkinan akan dibukukan di pembukuan kurtal empat. Angka ini masih bisa berubah. Pasalnya, ada sekitar 100 ha lahan JIIPE lagi yang diminati calon pembeli, kebanyakan dari industri kimia.

Namun, menurut Teguh, semua prospek tersebut sudah tercermin dari pencapaian kinerja AKRA hingga September tahun ini. Ia menurunkan rekomendasinya menjadi hold dengan target harga Rp 4.500 per saham.

Robertus mempertahankan sikap bullish untuk AKRA. Ia memperkirakan, segmen BBM dan kimia akan memberikan keuntungan Rp 909 miliar dan Rp 971 miliar untuk tahun ini dan tahun depan.

Selain itu, AKRA melalui JIIPE saat ini memiliki aset berupa cadangan lahan dengan taksiran nilai Rp 5,55 triliun dan  5,94 triliun masing-masing untuk tahun ini dan tahun depan. Dari aset ini, AKRA diperkirakan mampu menghasilkan penjualan Rp 12,21 triliun dan Rp 13,06 triliun tahun depan.

Itu menjadi salah satu dasar Robertus merekomendasikan buy dengan target harga Rp 5.350 per saham. Target harga ini mencerminkan rasio EV/EBITDA 2022 14,3 kali dan yield dividen 2,9 kali jika AKRA membagikan dividen 55% dari laba bersihnya.

Laba bersih konsolidasi tahun ini dan tahun depan diperkirakan masing-masing Rp 1,1 triliun dan Rp 1,18 triliun. Sedang perkiraan pendapatan menurut Robert sebesar Rp 23,61 triliun untuk tahun ini dan Rp 24,83 triliun tahun depan.

Solidnya prospek bisnis distribusi dan JIIPE juga mendasari analis Valbury Sekuritas Indonesia Budi Rustanto merekomendasikan buy. Dia memberikan target harga Rp 5.200 per saham.

sumber : kontan


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Saham AKRA | AKR Corporindo Bidik Pertumbuhan Pendapatan 15% di Tahun 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sumber energi bahan bakar minyak (BBM) belum sepenuhnya tergantikan. Permintaan dalam negeri juga masih terus tumbuh. Hal ini yang mendasari PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan pertumbuhan tahun ini mencapai dua digit.

"Tahun ini kami targetkan pendapatan naik 15%," ujar Direktur AKRA Suresh Vembu kepada KONTAN belum lama ini. Dengan pendapatan tahun lalu mencapai Rp 23,55 triliun, artinya perusahaan ini mengincar pendapatan Rp 27,08 triliun tahun ini.

Sumber pendapatan tahun ini masih berasal dari permintaan BBM. AKRA optimistis target tercapai lantaran tahun lalu, saat pertumbuhan ekonomi belum mencapai target, perdagangan dan distribusi BBM perusahaan ini naik 42,60% menjadi Rp 17,14 triliun.

Pertumbuhan ekonomi 2019 diprediksi tumbuh baik di kisaran 5%–5,5%. "Sekarang, kami juga bekerjasama dengan British Petroleum untuk ritel, sehingga akan ada peningkatan volume dari ritel," imbuh Suresh.

Kinerja bisnis inti AKRA tahun lalu sejatinya kurang optimal. Ini tercermin dari penurunan laba kotor dan usaha perusahaan.

Namun, AKRA berhasil mencetak kenaikan laba bersih karena mencatat hasil divestasi aset. Asetnya ada yang berupa aset tetap seperti lahan pabrik dan saham entitas usaha.

Sehingga, AKRA mencatat pengakuan laba bersih dari operasi yang dihentikan senilai Rp 933,31 miliar. Nilai ini naik 207% dibanding periode 2017. Kenaikan ini juga yang membuat AKRA mampu mencatat kenaikan laba bersih tahun lalu.

Pada saat yang bersamaan, saham AKRA kemarin turun 1,28% ke level Rp 4.630. Dalam sepekan, saham AKRA sudah turun 15,05%.

Namun, menurut analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas, fase bearish saham AKRA hanya sementara. Terlebih, AKRA memiliki fundamental yang solid.

Terlepas dari hasil divestasi aset, margin laba bersih AKRA terus naik. Price earning ratio (PER) saham AKRA juga masih 11,3 kali, jauh di bawah PER industri yang sebesar 22 kali. Sukarno menyarankan investor masuk saat harga saham AKRA berada di Rp 4.130–Rp 4.200. "Tapi ketika sudah sinyal buy, meski belum menyentuh level itu, sudah boleh masuk," tutur Sukarno.


Sumber : KONTAN

AKRA | Tak Produktif, AKRA Tutup Lima Perusahaan di China


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) kembali melikuidasi anak usahanya di China, yaitu AKR Guangxi Coal Trading Co., Ltd. Sehingga seluruh aset AKRA di China sudah tidak ada lagi.

Menurut Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu, penjualan aset di China sudah berlangsung sejak 2016-2018. Sementara, Guangxi menjadi anak usaha terakhir milik AKRA di China yang dilikuidasi.

"Total ada lima perusahaan yang tutup di China. Tiga perusahaan pelabuhan, satu manufaktur, dan satu coal trading yaitu Guangxi," kata dia kepada KONTAN, kemarin.

Pertimbangannya, menurut AKRA, perusahaan tersebut kurang produktif. Suresh mengatakan, coal trading Guangxi awalnya dipertahankan, tapi akhirnya terbengkalai dalam beberapa tahun terakhir. Alhasil, AKRA melikuidasi perusahaan ini.

AKRA juga ingin fokus mengembangkan lini usaha di Indonesia. AKRA memiliki tiga bisnis utama, yaitu distribusi BBM ke industri, ritel SPBU, industri bahan kimia dasar dan logistik.

Ke depan, AKRA akan fokus membangun kluster mega proyek Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Proyek ini digarap bersama Pelindo III dan telah disewa PT Freeport Indonesia.

Suresh menyebut, Freeport akan menyewa lahan JIIPE untuk smelter seluas 100 hektare (ha). Lahan yang disewa Freeport termasuk dalam pembangunan JIIPE tahap I seluas 800 ha dari total 3.000 ha.

Di tahap I, AKRA mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) 23 megawatt (MW), 112 ha area reklamasi dan dermaga 500 meter dengan kedalaman 14 meter, serta jembatan 430 meter.

Tahap kedua, menurut Suresh, sudah 300 ha lahan yang tergarap. Jadi, hingga saat ini lahan yang tergarap seluas 1.100 ha. Tahap kedua akan dibangun pada 2019–2022.

Suresh menyebut, investasi untuk tahap I dan II telah menyerap dana Rp 5 triliun. Bisnis tersebut diharapkan memberikan pendapatan berulang (recurring income) 15%–20%.

AKRA juga mengembangkan bisnis BBM ritel hasil joint venture bersama British Petroleum (BP). AKRA berniat menambah 20 SPBU di sepanjang tahun ini. Dana investasinya US$ 40 juta.

Analisa Saham AKRA | 18 September 2018


Kinerja saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tak sementereng fundamentalnya. AKRA merupakan emiten LQ45 yang mencetak kinerja saham terburuk tahun ini.

Bahkan, sebulan terakhir, emiten ini masih masuk dalam daftar tiga besar emiten LQ45 denga kinerja saham terburuk. Padahal, kinerja keuangannya positif.

Analis Phintraco Sekuritas Valdi Kurniawan mengatakan kinerja keuangan AKRA pada semester I 2018 ini masih ditopang oleh penjualan aset atau divestasi anak perusahaannya.

"Pertumbuhan laba bersih sebesar 90,51% year on year menjadi Rp 1,12 triliun di semester I 2018, didorong oleh penjualan aset (divestasi) sebesar Rp 671,30 miliar pada periode tersebut. Di sisi lain, laba kotor turun 20,85% menjadi Rp 831,05 miliar.

Penyebabnya adalah kenaikan beban pokok yang mencapai 27,05%, melampaui kenaikan pendapatan yang sebesar 21,63%. Tanpa divestasi, AKRA sebetulnya mengalami penurunan kinerja, terutama dari sisi operasional pada semester I 2018," jelasnya, Senin (17/9).

Valdi lalu melanjutkan bahwa yang membuat harga saham AKRA tertekan adalah divestasi aset atau anak usaha di China dan pemicu lainnya adalah perkembangan divestasi saham PT Freeport Indonesia. "Mengingat, penjualan AKRA ke PT Freeport Indonesia mencapai 12% dari total penjualan semester I 2018," lanjutnya.

Dari sisi saham, ia bilang valuasi wajar saham AKRA untuk enam bulan ke depan di level Rp 4.525 per saham dengan pendekatan Dividend Discount Model, Ekspektasi Price Earning Ratio (PER) sebesar 8,10 kali.

Mengenai rekomendasi saham AKRA, ia tak menyarankan untuk dijadikan investasi di jangka panjang.

"Untuk saat ini, harga saham AKRA undervalued. Akan tetapi, untuk dikoleksi sebaiknya tunggu adanya perbaikan kinerja keuangan pasca rampungnya proses divestasi aset atau anak usaha AKRA. Sebab divestasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perserian dalam menghasilkan pendapatan dan laba," terangnya.

Tapi kalau dalam jangka pendek, Valdi bilang bisa dilakukan trading buy karena ada indikasi technical rebound.

"Saat ini harga sahamnya menguji level Rp 3.600 per saham. Bisa trading buy di atas level ini, dengan target jangka pendek atau dalam tempo 2 hingga 4 minggu ke depan di kisaran Rp 3.800 per saham hingga Rp 4.000 per saham.

Sekadar info, harga saham AKRA pada akhir perdagangan hari ini turun 0,56% ke level Rp 3.580 per saham.
https://investasi.kontan.co.id/news/analis-saham-akr-corporindo-boleh-dikoleksi-untuk-jangka-pendek

Info Emiten : AKRA, 7 Maret 2017

AKRA bidik pertumbuhan penjualan 15%-20% tahun ini

JAKARTA. Sepanjang 2016, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan pendapatan Rp 15,21 triliun. Jumlah ini menurun 23% dibandingkan pendapatan 2015 yang mencapai Rp 19,76 triliun.

Meski demikian, laba bersih emiten distributor BBM ini hanya turun tipis 1,1% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,04 triliun pada 2016. Sepanjang tahun lalu, AKRA berhasil meraih laba kurs senilai Rp 28,55 miliar. Padahal di 2015, emiten ini menderita rugi kurs Rp 63,24 miliar.

Direktur AKRA Suresh Vembu menyebutkan, tergerusnya harga minyak pada tahun lalu menjadi penyebab utama penurunan pendapatan perusahaan.

Pada tahun ini, manajemen optimistis bakal mencatatkan pertumbuhan bisnis yang memuaskan. Proyeksi ini seiring meningkatnya harga minyak mentah di pasar global.

"Harga minyak naik sejak semester II-2016, maka kami yakin akan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 15%20% pada tahun ini," kata Suresh kepada KONTAN, Senin (6/3).

Selain mengincar pertumbuhan penjualan, AKRA menyiapkan sejumlah agenda ekspansi pada tahun ini, misalnya membangun terminal BBM dan pengembangan kawasan industri.

"Kami mengalokasikan belanja modal Rp 300 miliar," ungkap Suresh.

Seluruh belanja modal bersumber dari kas internal.Saat ini, AKRA memiliki landbank yang cukup luas, sehingga dapat mengembangkan bisnis kawasan industri. Pada 2015, di bisnis kawasan industri, AKRA berhasil meraih penjualan Rp 129 miliar.

Tahun lalu, pendapatan kawasan industri tumbuh 109% menjadi Rp 270 miliar.

Analis NH Korindo Securities Indonesia Raphon Prima menilai, AKRA terus berupaya melakukan efisiensi. Langkah ini bisa mendongkrak margin laba bersihnya.

Raphon merekomendasikan buy saham AKRA dengan target Rp 7.325 per saham. Harga AKRA kemarin menguat 2,02% menjadi Rp 6.325 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/akra-bidik-pertumbuhan-penjualan-15-20-tahun-ini

Kinerja ciamik, laba bersih AKR Corporindo (AKRA) melesat 28% di paruh pertama 2021


Kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) di paruh pertama tahun ini ciamik. Buktinya, perusahaan penyalur bahan bakar minyak (BBM) ini membukukan laba bersih senilai Rp 550 miliar. 

Realisasi itu tumbuh 28% dibandingkan dengan torehan laba pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 432 miliar.

Sementara itu, margin laba neto juga tumbuh dari sebelumnya 4,3% menjadi 5,1% di semester pertama 2021.

Kinerja bottom line AKRA yang moncer ini tidak terlepas dari kenaikan pendapatan. Pada paruh pertama tahun ini, pendapatan AKRA mencapai Rp 10,70 triliun, naik 7,04% dari realisasi pendapatan di semester pertama 2020 sebesar Rp 10,01 triliun. 

Secara rinci, pendapatan AKRA terdiri atas pendapatan dari kontrak dengan pelanggan senilai Rp 10,59 triliun dan pendapatan sewa sebesar Rp 113.65 miliar.

Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur AKRA menyatakan, perusahaan menjalankan kegiatan operasional tanpa gangguan dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan karyawan sebagai prioritas utama. 

“Sehingga kami dapat memastikan pengiriman produk BBM dan kimia sampai ke tangan pelanggan industri di seluruh Indonesia,” kata dia, Senin (26/7).

Haryanto melanjutkan, kinerja AKRA pada semester pertama 2021 juga didorong oleh pertumbuhan segmen perdagangan dan distribusi serta kontribusi Kawasan Ekonomi (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE Gresik.

Adapun segmen penjualan tanah kawasan industri membukukan pendapatan senilai Rp 366,46 miliar atau melonjak 121,27% dari pendapatan tahun 2020 yang hanya Rp 165,61 miliar.

Haryanto optimistis, dengan prospek masa depan JIIPE, terutama setelah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus oleh Presiden Jokowi pada 28 Juni 2021. KEK JIIPE Gresik dapat mendorong investasi Jawa Timur dan Indonesia. 

“Kami terus memasarkan lahan dan utilitas KEK JIIPE Gresik ke investor domestik dan asing,” tambah dia.

Saat ini, KEK JIIPE Gresik juga telah memasuki pengembangan tahap kedua. Jetty pelabuhan diperluas untuk memenuhi permintaan pengiriman, termasuk untuk smelter tembaga.

Untuk diketahui, PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia (PTCII) telah resmi menandatangani kontrak engineering, procurement, and construction (EPC) senilai US$ 2,7 miliar pada pertengahan bulan lalu.

Kontrak ini diteken dalam rangka pembangunan pabrik smelter tembaga dan precious metal refinery di JIIPE milik AKRA.

Manajemen menyebut, smelter akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan berulang AKRA, yang merupakan pemegang saham mayoritas JIIPE. Pendapatan sewa akan dihasilkan dari 103 hektare (ha) lahan untuk smelter dan sekitar 40 ha-50 ha lainnya untuk area laydown.

Kontrak EPC meliputi smelter dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun dan refinery logam mulia. Ini akan menjadi salah satu kapasitas smelter terbesar di dunia. Manajemen menilai, kontrak ini akan menarik investor ke JIIPE dari industri terkait untuk membangun supply chain eco-system untuk baterai, motor, dan kabel kendaraan listrik.

AKRA juga terus menjaga biaya operasional dengan ketat juga modal kerja agar tetap efisien. Hal ini tercermin dari turunnya sejumlah beban AKRA, seperti beban umum dan administrasi yang turun 6,23% menjadi Rp 344,85 miliar dan beban penjualan yang turun 23,56% menjadi Rp 22,25 miliar.

Manajemen AKRA juga berhasil menjaga net gearing tetap rendah, yakni 11%.

Sumber: KONTAN

Saham AKRA | AKRA Siap Membayar Utang Jatuh Tempo 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menghadapi sejumlah utang yang jatuh tempo di tahun ini. Tetapi, perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar ini tidak berencana mencari pendanaan lewat aksi korporasi.

Pada akhir Desember 2018, liabilitas jangka pendek AKRA melonjak 48,43% menjadi sekitar Rp 8,06 triliun dari sebelumnya Rp 5,43 triliun. Lonjakan tersebut berasal dari utang bank jangka pendek yang mencapai Rp 1,31 triliun, dari sebelumnya senilai sekitar Rp 271,49 miliar.

Dari total dana tersebut, sebanyak Rp 816,09 miliar utang berasal dari Bank Danamon. Utang ini akan jatuh tempo 28 Mei 2019.

Selain itu, ada juga utang dari Bank Mandiri senilai Rp 274,52 miliar yang akan jatuh tempo pada 9 November 2019. AKRA juga memiliki utang obligasi senilai Rp 1,5 triliun yang jatuh tempo pada Desember 2019.

Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu menjelaskan, naiknya liabilitas tahun 2018 dan utang jatuh tempo tahun ini didorong oleh kenaikan pinjaman jangka pendek.

Short term loan tersebut merupakan fasilitas letter of credit (L/C) yang AKRA bayarkan setiap tanggal due date. "Ini pinjaman untuk modal kerja, bukan pinjaman jangka panjang. AKR membayar pinjaman ini dari penagihan penjualan," kata Suresh kepada Kontan, Rabu (20/3).

Dalam laporan keuangan, AKRA menjelaskan, pinjaman dari Bank Danamon digunakan untuk pembelian produk bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia, transaksi lindung nilai, serta keperluan tender proyek. Begitu juga dengan fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri.

Karena AKRA memperoleh dana dari penagihan setiap hari, AKRA tidak perlu melakukan aksi korporasi. "Biasanya pendanaan belanja modal perusahaan diperbaharui setiap tahunnya melalui pendanaan dari bank," ujar Suresh.

Suresh mengungkapkan per Desember 2018, AKRA masih memiliki kas internal perusahaan sebanyak Rp 2 triliun.

Kendati liabilitas menebal, Pefindo menilai AKRA mampu membayar kewajibannya. Pefindo pada akhir pekan lalu menegaskan rating AKRA dan obligasinya idAA- dengan outlook stabil.


Sumber : KONTAN

Kawasan Industri JIIPE Memoles Prospek AKR Corporindo (AKRA)



[Saham AKRA] Kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik menjadi penopang baru bagi kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Penjualan lahan di kawasan industri ini pun laris manis.

Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan, saat ini AKRA sudah memiliki satu pelanggan yang akan masuk menjadi tenant dengan total hampir 38 hektare (ha). Selain itu, dia berharap ada costumer dengan skala yang lebih kecil yang akan masuk menjadi tenant.

“Target penjualan 40 ha bisa tercapai. Ini akan mendorong laba AKRA yang diharapkan bisa lebih baik dari tahun lalu,” kata Haryanto dalam paparan kinerja yang digelar Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa (22/3). Sehingga, kontribusi JIIPE terhadap laba kotor atau gross profit AKRA bisa naik dari semula 18% di 2021 menjadi 28%-30% pada 2024.

Sedangkan dalam empat tahun mendatang, kontribusi JIIPE terhadap laba kotor bisa mencapai 30%-35%. Nah, pada 2023-2024, kontribusi JIIPE tidak hanya dari penjualan lahan, tetapi juga berasal dari pemanfaatan utilitas seperti listrik.

Tahun lalu, segmen Kawasan industri mencatatkan kinerja ciamik. Pendapatan JIIPE tumbuh 68% mencapai Rp 535 miliar. Ini didorong oleh peningkatan penjualan lahan dan perjanjian sewa dari proyek smelter PT Freeport.

Selain JIIPE, AKRA juga memasang outlook positif untuk bisnis segmen bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia. Ekspektasi pertumbuhan untuk kedua bisnis ini yakni doble digit untuk kimia dan high single digit untuk BBM tahun ini. Sebagai pembanding, volume penjualan bahan kimia naik 22% sementara realisasi volume distribusi BBM naik 7% tahun lalu.

Tahun ini, AKRA tidak banyak menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex). AKRA hanya mengalokasikan capex sekitar Rp 300 miliar sampai Rp 400 miliar, yang akan digunakan untuk keperluan infrastruktur dan bisnis SPBU. Kecilnya angka capex karena AKRA sudah melakukan investasi besar-besaran di tahun sebelumnya.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Farras Farhan menilai, AKRA bisa mencapai target pertumbuhan yang dipasang tahun ini, mengingat permintaan di sektor kimia akan meningkat kembali terutama di industri tekstil.

Menurut Farras, target penjualan lahan JIIPE cukup realistis mengingat tahun ini sudah mulai  terjadi pemulihan ekonomi dan akan ada banyak industri yang ingin masuk di JIIPE. “Namun mungkin risiko yang ada adalah harga jual lahan JIIPE yang relatif mahal untuk kawasan industri,” terang Farras kepada Kontan.co.id, Selasa (22/3).


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Berita Saham, AKRA 27 April 2017

AKRA cetak laba bersih Rp 258 miliar di Kuartal I

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan laba bersih Rp 258 miliar sepanjang Kuartal I 2017. Jumlah itu naik tipis 1,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

Di sisi lain, pendapatan AKRA meningkat hingga 22% dari Rp 3,5 triliun pada Kuartal I 2016 menjadi Rp 4,3 triliun pada Kuartal I 2017. Kenaikan pendapatan ini disebabkan adanya kenaikan rata-rata harga jual bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar.

Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur AKRA merinci, rerata harga minyak mentah naik dari US$ 34,36 per barel pada Kuartal I tahun lalu menjadi US$ 54,12 per barel. Laba kotor AKRA juga naik dari Rp 443 miliar menjadi Rp 452 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan juga naik 24% menjadi Rp 3,8 triliun. Hal inilah yang membuat margin laba bruto AKRA turun dari 12,4% menjadi 10,4%. Sementara itu, margin laba bersihnya turun dari 7,1% menjadi 6%.

Pendapatan dari sektor kimia naik karena tingginya permintaan bahan kimia dasar dari industri dan harga jual yang lebih tinggi. Hingga Maret tahun ini, bisnis distribusi BBM masih menyumbang 66% dari pendapatan perseroan. Sementara itu 24% berasal dari sektor kimia dasar. Sisanya berasal dari jasa logistik, kawasan industri, dan pabrikan.

"Stabilisasi harga BBM selama tahun lalu dan perkembangan harga komoditas seperti batubara menjadi faktor positif di balik perkembangan pendapatan penjualan konsolidasi AKRA," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/4).

AKRA juga masih menggali peluang di sektor BBM ritel. Ia bilang, ada kenaikan permintaan bensin non-subsidi di Indonesia. Baru-baru ini, perseroan telah bergabung dengan BP Global Investments Limited untuk mendirikan jaringan stasiun pengisian BBM ritel di Indonesia.

Selain itu, bisnis penjualan lahan di kawasan Industri dan operasi pelabuhan Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) juga meningkat.

Ia bilang, Clariant, produsen bahan kimia yang berasal dari Swiss, secara resmi telah membuka fasilitas pabriknya di JIIPE. Fasilitas pelabuhan Manyar yang dioperasikan oleh Perusahaan Joint Venture PT Berkah Manyar Sejahtera (BMS), juga menangani kapal berukuran besar dengan peningkatan throughput.

Saat ini, saham AKRA melaju di zona hijau dengan kenaikan 0,76% ke level Rp 6.650 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/akra-cetak-laba-bersih-rp-258-miliar-di-kuartal-i

RENCANA STOCK SPLIT AKRA 1:5 DI SETUJUI PEMEGANG SAHAM.


Manajemen PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah disetujui untuk menggelar aksi korporasi di pasar modal oleh pemegang sahamnya. Adapun aksi korporasi yang akan dilaksanakan yaitu pemecahan nilai nominal saham atau biasa disebut dengan stock split.

Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) AKRA, yang digelar Senin (20/12) di Jakarta, Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo mengatakan, rencana stock split dengan rasio 1:5 (satu banding lima) tersebut telah disetujui pemegang saham.

"Stock split ini bertujuan agar saham AKRA lebih terjangkau, dan untuk memperluas basis investor. Dengan stosk split ini, diharapkan saham AKRA bisa lebih lukid lagi di Bursa,"katanya.

Dengan demikian nantinya, nilai nominal saham AKRA dari sebesar Rp100 per saham, akan menjadi Rp20 per saham. Manajemen AKRA memastikan proses stock split AKRA telah mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB, perseroan akan mengajukan permohonan pencatatan saham pada tanggal 24 Desember 2021, kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait. Stock Split akan berlaku efektif pada Januari 2022.

Sementara Direktur AKRA Suresh Vembu mengatakan, jumlah pemegang saham yang hadir sebanyak 3,26 miliar saham atau 82,82% dari total 3,94 miliar saham yang merupakan hasil pengurangan dari jumlah treasury stock sejumlah 67,26 juta saham saham.(end/as)

sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) Jual Anak Perusahaan

PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) 


PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menerima pembayaran hasil penjualan aset Khalista sebesar Rp787,03 miliar pada 31 Agustus 2018.

Direktur AKRA Suresh Vembu menyebutkan, pada 31 Agustus 2018 perseroan telah menerima hasil penjualan aset milik anak usaha perseroan, Khalista Chemical Industries Ltd. Sisa penjualan aset itu mencapai 365,48 juta yuan atau setara dengan Rp787,03 miliar.

.Total penerimaan dari penjualan tanah Khalista di China adalah 838,52 juta yuan,. paparnya dalam keterbukaan informasi, Senin.

Total penjualan aset 838,52 juta yuan setara dengan Rp1,8 triliun. Sebelumnya pada Februari 2018, AKRA mendapatkan pembayaran 50% atau Rp664 dari divestasi pabrik sorbitol Khalista.

AKRA memang gencar melakukan divestasi dalam 2 tahun terakhir untuk semakin fokus ke bisnis inti. Pada 22 September 2017, AKRA mendapatkan dana Rp1,57 triliun atau 778 juta yuan dari divestasi Pelabuhan Guigang di China. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/akra-akra-terima-hasil-penjualan-anak-usaha-365-47-juta-yuan,46073214.html

Saham AKRA | AKRA Tambah Kapasitas Penyimpanan BBM

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melalui anak usaha PT Jakarta Tank Terminal (JTT) sedang fokus meningkatkan kapasitas penyimpanan bensin dan biofuel yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Untuk memuluskan ekspansi bisnis tersebut, manajemen AKR Corporindo menambah modal untuk JTT yang semula sebesar Rp 744,27 miliar menjadi Rp 852,27 miliar, dengan menandatangani akte peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada pertengahan Januari 2019.

Alhasil, setelah aksi penambahan modal, emiten ini memiliki 434,707 saham yang senilai Rp 434,71 miliar atau 51% dari saham JTT. Sementara sebanyak 417.567 saham senilai Rp 417,57 atau 49% dimiliki Vopak Indonesia BV.

Pada Selasa (12/3) lalu, AKRA telah memberikan jaminan gadai saham JTT. Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Suresh Vembu menyampaikan, tujuan gadai saham ini untuk mendapatkan pinjaman dari Bank Permata seiring dengan rencana ekspansi JTT di sepanjang tahun ini.

Namun dia tidak memerinci nilai jaminan gadai saham tesebut. Yang terang, Suresh bilang tujuan gadai saham ini untuk mendapatkan pinjaman untuk mengembangkan ekspansi anak usahanya pada tahun ini. "Didanai oleh pinjaman Bank Permata, ekuitas dari AKRA dan dari Vopak Indonesia," kata dia kepada KONTAN, Rabu (13/3).

Menambah kapasitas

Rencananya, AKRA akan membangun fasilitas penyimpanan bensin dan biofuel sebesar 100.000 kiloliter. Saat ini, kapasitas penyimpanan sebesar 250.000 kiloliter. Kelak, total kapasitas penyimpanan bensin dan biofuel ini mencapai 350.000 kiloliter.

Adapun realisasi ekspansi bisnis ini mulai dijalankan pada kuartal I-2019 hingga kuartal IV-2019. "Fasilitas back-loading memberikan peluang untuk transit produk ke banyak pulau di Indonesia," ungkap Suresh.

Sejatinya, tangki penyimpanan BBM yang berlokasi di Tanjung Priok ini menampung hasil impor dan mendistribusikan bahan bakar ke wilayah Jabodetabek. Dalam beberapa tahun terakhir, impor bahan bakar semakin meningkat, khususnya untuk bensin. Hal ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi bahan bakar Indonesia.

Ke depan, Suresh memperkirakan bisnis mereka bakal meningkat. Dengan adanya peningkatan kapasitas tangki penyimpanan ini, Suresh juga berharap distribusi bensin juga semakin luas sejalan dengan masuknya pemain baru.

Secara keseluruhan, tahun ini AKR Corporindo membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 20% dari realisasi kinerja sepanjang tahun 2018. Dalam catatan KONTAN, tahun ini AKRA menyiapkan belanja modal US$ 40 juta yang digunakan untuk perawatan mesin. Adapun belanja modal tersebut merupakan khusus untuk pemeliharaan atau di luar investasi AKRA. Sebagai informasi, kini, mereka juga tengah bermitra dengan perusahaan lain, yaitu BP untuk mengembangkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Hingga saat ini mereka sudah mengoperasikan empat SPBU yang berada di wilayah Jababeka, Bintaro, BSD, dan Cibubur. Nah, rencananya pada tahun ini kongsi AKRA dan BP akan membuka sebanyak 20 SPBU lagi. Dalam 10 tahun ke depan, mereka siap membangun sebanyak 350 SPBU di Indonesia.

AKR Corporindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak dan bahan kimia dasar, penyedia jasa logistik seperti bongkar muat, penyewaan tangki dan transportasi, bisnis pengelolaan kawasan industri dan pelabuhan, serta manufaktur.


Sumber : KONTAN

Analisa Saham AKRA | 2 Maret 2018

Analisa Saham AKRA


Sejak jatuhnya AKRA di akhir bulan Oktober 2017 lalu dari harga tertinggi 8025 hingga akhir tahun 2017 menuju ke level terendah di 5925, AKRA sudah 4x gagal untuk rebound dan bertahan di atas 6400.

AKRA bahkan turun lagi ke Support bawahnya di 5400. Saat ini AKRA sedang berada di area Konsolidasi 5850-6200.

Jika berhasil naik ke 6200+, AKRA akan mencoba kembali untuk naik ke atas 6400+.

Rekomendasi:

Buy ketika break out kembali di atas 6400+ dengan Target Price terdekat di 6700 dan 7000.

Jika berhasil naik ke 7000+ penulis yakin, untuk mencapai 8000 cukup bagus peluangnya; tentu saja tidak dalam waktu dekat.

Kita tunggu juga hasil laporan Keuangan Full Year AKRA 2017, harusnya tidak mengecewakan kalau di lihat dari Laporan Keuangan mulai dari Q1 2017 sampai dengan Q3 2017.


by SahamProfit

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | BSDE, BMRI, ANTM, AKRA

MNC Daily Scope Wave

5 Juni 2020

Sempat berada di level tertinggi 5,014, namun IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,5% ke 4,916 pada perdagangan kemarin (4/6). Dengan tertembusnya resistance IHSG pada 4,975, maka kami meng-update kembali perkiraan IHSG dengan beberapa skenario. Adapun pada perdagangan kemarin kami perkirakan posisi IHSG sedang berada di wave [iii] dari wave C atau wave (y) dari wave [b] pada skenario merah, dimana IHSG akan bergerak terkoreksi terlebih dahulu ke area 4,730-4,850 untuk membentuk wave [iv]. Namun, dapat diwaspadai dan diperhatikan, apabila koreksi IHSG menembus 4,460 maka kami perkirakan IHSG akan membentuk wave [c] dari wave B ke area 4,300-4,450.
Support: 4,770, 4,650
Resistance: 5,040, 5,150

BSDE - Buy on Weakness (760)

Terkoreksi 3,8% pada perdagangan kemarin (4/6), maka posisi BSDE saat ini sedang berada di wave (iv) dari wave [iii]. Kami perkirakan koreksi BSDE akan cenderung terbatas dan berpeluang kembali menguat untuk membentuk wave (v) dari wave [iii].
Buy on Weakness: 710-750
Target Price: 840, 880
Stoploss: below 705

BMRI - Buy on Weakness (4,730)

Pergerakan BMRI kemarin (5/6) terkoreksi 2,7% dan tertahan oleh MA60 disertai mulai munculnya tekanan jual. Kami perkirakan pergerakan BMRI saat ini sedang berada di wave (iv), dimana BMRI akan cenderung terkoreksi namun relatif terbatas. Setelah wave (iv) terkonfirmasi selesai, maka BMRI berpotensi menguat membentuk wave (v).
Buy on Weakness: 4,400-4,620
Target Price: 5,150, 5,300
Stoploss: below 4,200

ANTM - Buy on Breakout (570)

Pergerakan ANTM menguat 2,7% disertai tekanan beli yang cukup besar. Kami perkirakan saat ini posisi ANTM sedang berada di wave [c] dari wave Y, dimana ANTM diperkirakan masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.
Buy on Breakout: 590
Target Price: 620, 660
Stoploss: below 510

AKRA - Sell on Strength (2,430)

Selama AKRA tidak mampu menembus level 2,600, maka kami memperkirakan pergerakan AKRA akan cenderung terkoreksi. Dimana saat ini AKRA sudah berada di akhir wave (ii) dan rentan terkoreksi untuk membentuk wave (iii). Kami perkirakan AKRA dapat terkoreksi pada level 2,300 terlebih dahulu, namun perhatikan apabila koreksi AKRA menembus 2,130, maka yang terjadi koreksi ideal AKRA akan berada di 1,900-2,000.
Sell on Strength: 2,430-2,500

Disclaimer On

Saham AKRA | AKRA Yakin Bisa Kelola Risiko Walau Laba Anjlok


Distributor petroleum, bahan kimia dasar serta penyedia jasa logistik dan supply chain PT AKR Corporindo Tbk mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal III tahun ini. Ini karena pendapatan perusahaan ini menyusut 10,16% secara tahunan jadi Rp 15,12 triliun.

Pendapatan AKRA turun karena harga jual produk turun. Harga bahan kimia lebih rendah mempengaruhi pendapatan bahan kimia. Sementara pertumbuhan volume sedang. Volume BBM tumbuh 27% secara kuartalan, sementara volume bahan kimia dasar tumbuh 2% secara kuartalan.

Tak hanya itu, Direktur Utama PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoema menjelaskan, hingga September 2019, AKRA hanya membukukan laba divestasi Rp 4 miliar.

Sedangkan di 2018, AKRA membukukan laba divestasi dari aset anak perusahaan di China Rp 737 miliar. Dus laba bersih perusahaan ini anjlok 56,44% secara year on year (yoy) jadi Rp 565,25 miliar

Meski begitu, Sekretaris Perusahaan AKRA Suresh Vembu berpendapat, pertumbuhan volume masih cukup sehat terutama untuk kebutuhan industri.

"Kami perkirakan volume BBM yang dijual di kuartal IV sama kuatnya meskipun harga lebih rendah. Begitupun dengan volume penjualan kimia dasar, seharusnya lebih tinggi," harap dia, Sabtu (27/10).

AKRA juga mengklaim memiliki manajemen risiko yang efektif sehingga tidak ada risiko kerugian karena fluktuasi harga. Apalagi bisnis kimia dasar berbasis komisi, sehingga risiko fluktuasi harga juga bisa dikelola.

Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/laba-anjlok-akra-yakin-bisa-kelola-risiko

Disokong JIIPE, ini rekomendasi saham AKR Corporindo (AKRA)


Prospek bisnis PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) cukup menjanjikan, salah satunya disokong kehadiran Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE.

Positifnya iklim investasi di Indonesia melalui Omnibus Law dan peraturan turunannya, membuat AKRA berada pada posisi yang tepat untuk menangkap peluang tumbuhnya permintaan kawasan industri di masa depan.

Analis Mandiri Sekuritas Henry Tedja dan Adrian Joezer menyebut,  JIIPE merupakan kawasan industri terintegrasi dengan infrastruktur dan aset logistik yang luas, yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan dari calon penyewa (tenant).

“Kami memperkirakan JIIPE akan membukukan penjualan lahan seluas 35 hektare – 40 hektare per tahun pada 2021-2023. Hal ini akan meningkatkan kontribusi EBITDA dari JIIPE menjadi 25%-28%,” tulis Adrian dan Henry dalam riset, Minggu (18/7).

Untuk diketahui, pekan lalu, PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia (PTCII) resmi menandatangani kontrak engineering, procurement, and construction (EPC) senilai US$ 2,7 miliar. Kontrak ini diteken dalam rangka pembangunan pabrik smelter tembaga dan precious metal refinery  di kawasan JIIPE.

Selain itu, AKRA juga diuntungkan dari adanya fenomena booming komoditas. Harga komoditas yang terus menguat, diikuti oleh nisbah kupas yang lebih tinggi dari perusahaan pertambangan, akan mengerek permintaan bahan bakar diesel di kuartal mendatang. Hal ini terjadi setelah perusahaan tambang mengalami masalah logistik di kuartal pertama 2021 karena hujan lebat yang terjadi di  wilayah Kalimantan.  

Mandiri Sekuritas memperkirakan fenomena super-cycle komoditas akan berkontribusi pada volume penyaluran bahan bakar minyak AKRA sebesar 279.000 ton pada 2021.

Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli saham AKRA dengan target harga Rp 4.500 per saham. Katalis pendukung saham AKRA diantaranya harga komoditas yang solid, aspek kemudahan melakukan bisnis atau ease of doing business (EODB), serta perkembangan  positif dari kondisi makro.

Di sisi lain, memburuknya iklim investasi di Indonesia serta aspek regulasi menjadi risiko terhadap saham AKRA.

Sumber: KONTAN

Analisa Saham BNBA | 19 Januari 2022


AKRA bergerak dalam range 790-895 dalam 2,5 bulan terakhir. Penembusan salah satu support-resistennya akan menentukan arah AKRA selanjutnya. Jika AKRA menguat menembus 895 maka AKRA berpeluang terus menguat menuju 930. Sebaliknya jika AKRA melemah menembus 790 maka AKRA berisiko terus melemah menuju 760.analisa teknikal saham akra berpeluang mengakhiri konsolidasi sideways

Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 895. Target 930. Sebaliknya  hindari kalau turun di bawah 790 target 760.


sumber : doktermarket

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Rekomendasi Saham AKRA, GGRM, PTBA dan BRPT oleh MNC Sekuritas | 14 Desember 2020


MNC Daily Scope Wave

14 Desember 2020


Menutup pekan kemarin (11/12), IHSG menguat tipis 0,1% ke level 5,938. Selama IHSG belum mampu menguat di atas 6,004, maka kami perkirakan pergerakan IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5,830-5,880 untuk membentuk bagian dari wave [v] dari wave 3. Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5,775 atau bahkan 5,563, maka IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji area 6,000-6,010. Namun, apabila IHSG turun di bawah 5,563, maka IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave 3 dan akan membentuk wave 4 ke area 5,500-5,650 terlebih dahulu.

Support: 5,775, 5,563

Resistance: 6,010, 6,200


AKRA - Buy on Weakness (3,320)

Pada Jumat lalu (11/12), AKRA ditutup menguat 0,6% ke level 3,320. Selama AKRA tidak terkoreksi di bawah 3,230, maka saat ini posisi AKRA sedang berada di awal wave [v] dari wave C dari wave (Y). Hal tersebut berarti, AKRA berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, wave [v] sendiri akan lebih terkonfirmasi bila AKRA mampu menguat di atas 3,430. 

Buy on Weakness: 3,280-3,320

Target Price: 3,500, 3,800

Stoploss: below 3,230


GGRM - Spec Buy (41,350)

Menutup pekan kemarin (11/12), GGRM ditutup terkoreksi signifikan sebesar 6,6% di level 41,350. Pada skenario biru, kami perkirakan GGRM saat ini sudah berada di akhir wave [ii] dari wave 3 dari wave (C), sehingga ke depannya GGRM berpeluang menguat sekaligus menutup gap yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun demikian, bila GGRM bergerak ke bawah 40,000, maka skenario merah yang akan terjadi.

Spec Buy: 41,100-41,300

Target Price: 43,000, 45,000

Stoploss: below 40,000


PTBA - Sell on Strength (2,810)

PTBA bergerak menguat tipis sebesar 0,4% dan ditutup di level 2,810 pada perdagangan Jumat kemarin (11/12). Kami perkirakan saat ini posisi PTBA sudah berada di akhir wave [v] dari wave 3 dari wave (C), sehingga penguatan PTBA sudah relatif terbatas dan rentan koreksi untuk membentuk wave 4. Wave 4 akan terkonfirmasi bila PTBA terkoreksi ke bawah 2,700, untuk level koreksi PTBA sendiri kami perkirakan berada pada rentang 2,500-2,650. Level koreksi tersebut juga dapat dipergunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 2,810-2,870


BRPT - Sell on Strength (1,230)

Kemarin (11/12), BRPT ditutup menguat 2,9% ke level 1,230. Kami perkirakan saat ini pergerakan BRPT sudah berada di akhir wave (v) dari wave [iii] dari wave 3, sehingga penguatan BRPT cenderung terbatas dan rentan terkoreksi untuk membentuk wave [iv] dari wave 3. Wave [iv] sendiri akan terkonfirmasi bila BRPT bergerak ke bawah 1,185, dan level koreksi BRPT berada pada rentang 1,100-1,160. Silahkan pergunakan level koreksi tersebut sebagai level buyback.

Sell on Strength: 1,235-1,270


Disclaimer On

Rekomendasi Saham MEDC, TLKM, BBRI dan AKRA oleh MNC Sekuritas | 12 November 2020


MNC Daily Scope Wave

12 November 2020

IHSG kembali lagi ditutup menguat 0,9% ke level 5,509 meskipun volume tidak sebesar hari sebelumnya, namun demikian IHSG sudah menutup gap yang berada di 5,498. Selanjutnya, kami perkirakan akan adanya ekstensi pada pergerakan IHSG, atau tepatnya pada wave iii dari wave (v) dari wave [iii], dengan demikian arah penguatan IHSG berada pada rentang 5,520-5,530 atau bahkan dapat menguji area 5,577-5,613 untuk menutup satu gap lagi. Meskipun begitu, arah IHSG ini sudah berada di akhir wave iii, jadi tetap perhatikan dan waspadai akan adanya koreksi untuk membentuk wave iv pada rentang 5,360-5,425 bergantung dari akhir dari wave iii nantinya.

Support: 5,390, 5,250

Resistance: 5,600, 5,700

MEDC - Buy on Weakness (408)

Kemarin (11/11), MEDC ditutup menguat 3,6% di level 408. Saat ini kami perkirakan pergerakan MEDC merupakan bagian dari wave [c] dari wave B, sehingga MEDC masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 392-406

Target Price: 430, 450

Stoploss: below 366

TLKM - Buy on Weakness (3,080)

Pada perdagangan kemarin (11/11), TLKM menguat signifikan sebesar 7,7% dan ditutup di level 3,080. Kami memperkirakan pergerakan TLKM saat ini sudah berada di akhir wave (c) dari wave [i] dari wave C, sehingga TLKM rentan terkoreksi untuk membentuk wave [ii] terlebih dahulu. Manfaatkan koreksi tersebut untuk melakukan buy on weakness pada TLKM.

Buy on Weakness: 2,900-2,950

Target Price: 3,160, 3,350

Stoploss: below 2,800

BBRI - Sell on Strength (4,120)

BBRI kemarin (11/11) ditutup menguat 3% ke level 4,120 dengan volume yang lebih kecil dibandingkan hari sebelumnya. Kami perkirakan saat ini pergerakan BBRI sudah mengenai fibo projection 261.8 dan telah berada di akhir wave 3 dari wave (C), sehingga penguatan BBRI sudah cenderung terbatas dan rentan terkoreksi untuk membentuk wave 4 dari wave (C). Adapun level koreksi BBRI terdekat berada pada area 3,960 dan selanjutnya pada 3,800 hingga area 3,690 sekaligus untuk menutup gap di bawah. Level koreksi tersebut juga dapat dijadikan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 4,120-4,200

AKRA - Sell on Strength (2,860)

Kemarin (11/11), AKRA ditutup menguat 0,7% ke level 2,860. Pada tanggal 5/11, kami pernah merekomendasikan pembelian AKRA dan telah mengenai target yang kami berikan. Saat ini posisi AKRA sudah berada di akhir wave [c] dari wave B, sehingga penguatan AKRA sudah relatif terbatas dan rentan terkoreksi. Adapun level koreksi AKRA terdekat berada pada area 2,750, selanjutnya area 2,500 dan target koreksi ideal pada 2,260.

Sell on Strength: 2,860-2,970

Disclaimer On