google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan yang sesuai dengan penelusuran untuk akra

Info Emiten : AKRA, 24 Januari 2017

JAKARTA. Volatilitas harga komoditas global kerap menghantui kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Tapi, kenaikan harga minyak mentah yang terjadi sejak pertengahan tahun lalu menjadi sentimen positif buat AKRA. Harga minyak yang naik akan diikuti kenaikan harga BBM, yang berimbas pada peningkatan pendapatan AKRA. Raphon Prima, Analis NH Korindo, bilang, bisnis distribusi BBM menyumbang 70% pendapatan AKRA. Secara hitungan kasar, kenaikan harga jual BBM tentu akan mengerek pendapatan perusahaan ini. "AKRA berperan sebagai price taker bukan price maker, yang harus dilihat dari margin keuntungannya," kata Raphon kepada KONTAN, Senin (23/1). Raphon mengatakan, kenaikan harga BBM akan meningkatkan beban pokok perusahaan karena AKRA membeli bahan baku dengan harga lebih tinggi. Tapi, mereka berhasil mengerek margin laba kotor dari hanya 6% pada 2012 menjadi sekitar 13% di 2016 lalu. Selama efisiensi berhasil, kenaikan harga BBM bisa menguntungkan AKRA. Hanya, selama sem...

Prospek AKR Corporindo (AKRA) kian berkilau dengan keberadaan JIIPE

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) ingin meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Perusahaan ini berencana untuk melakukan pemecahan nilai saham atawa stock split. Stock split akan dilakukan menggunakan rasio 1:5. Artinya, nilai nominal yang semula Rp 100 menjadi Rp 20 per saham setelah stock split. Jika stock split dilakukan pada level harga saat ini, Rp 3.970 per saham, maka harga saham AKRA menjadi sekitar Rp 794 per saham. Stock split membuat prospek saham AKRA lebih menarik. Namun, sentimen ini tidak sesignifikan prospek kinerja distributor bahan bakar minyak (BBM) yang juga memiliki bisnis kawasan industri tersebut. Head of Research Henan Putihrai Robertus Yanuar Hardy menyebut, tingginya harga komoditas mendorong perusahaan di sektor ini menggenjot produksinya. Artinya, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan alat berat sehingga menguntungkan AKRA. Hal itu tercermin dari kenaikan volume distribusi BBM AKRA 7,3% secara kuartalan menjadi 649 ribu kilo liter (KL) kuartal tiga kemari...

Saham AKRA | AKR Corporindo Bidik Pertumbuhan Pendapatan 15% di Tahun 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sumber energi bahan bakar minyak (BBM) belum sepenuhnya tergantikan. Permintaan dalam negeri juga masih terus tumbuh. Hal ini yang mendasari PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan pertumbuhan tahun ini mencapai dua digit. "Tahun ini kami targetkan pendapatan naik 15%," ujar Direktur AKRA Suresh Vembu kepada KONTAN belum lama ini. Dengan pendapatan tahun lalu mencapai Rp 23,55 triliun, artinya perusahaan ini mengincar pendapatan Rp 27,08 triliun tahun ini. Sumber pendapatan tahun ini masih berasal dari permintaan BBM. AKRA optimistis target tercapai lantaran tahun lalu, saat pertumbuhan ekonomi belum mencapai target, perdagangan dan distribusi BBM perusahaan ini naik 42,60% menjadi Rp 17,14 triliun. Pertumbuhan ekonomi 2019 diprediksi tumbuh baik di kisaran 5%–5,5%. "Sekarang, kami juga bekerjasama dengan British Petroleum untuk ritel, sehingga akan ada peningkatan volume dari ritel," imbuh Suresh. Kinerja bisnis inti AKRA t...

AKRA | Tak Produktif, AKRA Tutup Lima Perusahaan di China

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) kembali melikuidasi anak usahanya di China, yaitu AKR Guangxi Coal Trading Co., Ltd. Sehingga seluruh aset AKRA di China sudah tidak ada lagi. Menurut Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu, penjualan aset di China sudah berlangsung sejak 2016-2018. Sementara, Guangxi menjadi anak usaha terakhir milik AKRA di China yang dilikuidasi. "Total ada lima perusahaan yang tutup di China. Tiga perusahaan pelabuhan, satu manufaktur, dan satu coal trading yaitu Guangxi," kata dia kepada KONTAN, kemarin. Pertimbangannya, menurut AKRA, perusahaan tersebut kurang produktif. Suresh mengatakan, coal trading Guangxi awalnya dipertahankan, tapi akhirnya terbengkalai dalam beberapa tahun terakhir. Alhasil, AKRA melikuidasi perusahaan ini. AKRA juga ingin fokus mengembangkan lini usaha di Indonesia. AKRA memiliki tiga bisnis utama, yaitu distribusi BBM ke industri, ritel SPBU, industri bahan kimia dasar dan logistik. Ke depan, AKRA ...

Analisa Saham AKRA | 18 September 2018

Kinerja saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tak sementereng fundamentalnya. AKRA merupakan emiten LQ45 yang mencetak kinerja saham terburuk tahun ini. Bahkan, sebulan terakhir, emiten ini masih masuk dalam daftar tiga besar emiten LQ45 denga kinerja saham terburuk. Padahal, kinerja keuangannya positif. Analis Phintraco Sekuritas Valdi Kurniawan mengatakan kinerja keuangan AKRA pada semester I 2018 ini masih ditopang oleh penjualan aset atau divestasi anak perusahaannya. "Pertumbuhan laba bersih sebesar 90,51% year on year menjadi Rp 1,12 triliun di semester I 2018, didorong oleh penjualan aset (divestasi) sebesar Rp 671,30 miliar pada periode tersebut. Di sisi lain, laba kotor turun 20,85% menjadi Rp 831,05 miliar. Penyebabnya adalah kenaikan beban pokok yang mencapai 27,05%, melampaui kenaikan pendapatan yang sebesar 21,63%. Tanpa divestasi, AKRA sebetulnya mengalami penurunan kinerja, terutama dari sisi operasional pada semester I 2018," jelasnya, Senin (17/9). ...

Info Emiten : AKRA, 7 Maret 2017

AKRA bidik pertumbuhan penjualan 15%-20% tahun ini JAKARTA. Sepanjang 2016, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan pendapatan Rp 15,21 triliun. Jumlah ini menurun 23% dibandingkan pendapatan 2015 yang mencapai Rp 19,76 triliun. Meski demikian, laba bersih emiten distributor BBM ini hanya turun tipis 1,1% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,04 triliun pada 2016. Sepanjang tahun lalu, AKRA berhasil meraih laba kurs senilai Rp 28,55 miliar. Padahal di 2015, emiten ini menderita rugi kurs Rp 63,24 miliar. Direktur AKRA Suresh Vembu menyebutkan, tergerusnya harga minyak pada tahun lalu menjadi penyebab utama penurunan pendapatan perusahaan. Pada tahun ini, manajemen optimistis bakal mencatatkan pertumbuhan bisnis yang memuaskan. Proyeksi ini seiring meningkatnya harga minyak mentah di pasar global. "Harga minyak naik sejak semester II-2016, maka kami yakin akan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 15%20% pada tahun ini," kata Suresh kepada KONTAN, Senin (6/3). Selain m...

Kinerja ciamik, laba bersih AKR Corporindo (AKRA) melesat 28% di paruh pertama 2021

Kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) di paruh pertama tahun ini ciamik. Buktinya, perusahaan penyalur bahan bakar minyak (BBM) ini membukukan laba bersih senilai Rp 550 miliar.  Realisasi itu tumbuh 28% dibandingkan dengan torehan laba pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 432 miliar. Sementara itu, margin laba neto juga tumbuh dari sebelumnya 4,3% menjadi 5,1% di semester pertama 2021. Kinerja bottom line AKRA yang moncer ini tidak terlepas dari kenaikan pendapatan. Pada paruh pertama tahun ini, pendapatan AKRA mencapai Rp 10,70 triliun, naik 7,04% dari realisasi pendapatan di semester pertama 2020 sebesar Rp 10,01 triliun.  Secara rinci, pendapatan AKRA terdiri atas pendapatan dari kontrak dengan pelanggan senilai Rp 10,59 triliun dan pendapatan sewa sebesar Rp 113.65 miliar. Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur AKRA menyatakan, perusahaan menjalankan kegiatan operasional tanpa gangguan dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan karyawan sebagai prioritas ...

Saham AKRA | AKRA Siap Membayar Utang Jatuh Tempo 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk ( AKRA ) menghadapi sejumlah utang yang jatuh tempo di tahun ini. Tetapi, perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar ini tidak berencana mencari pendanaan lewat aksi korporasi. Pada akhir Desember 2018, liabilitas jangka pendek AKRA melonjak 48,43% menjadi sekitar Rp 8,06 triliun dari sebelumnya Rp 5,43 triliun. Lonjakan tersebut berasal dari utang bank jangka pendek yang mencapai Rp 1,31 triliun, dari sebelumnya senilai sekitar Rp 271,49 miliar. Dari total dana tersebut, sebanyak Rp 816,09 miliar utang berasal dari Bank Danamon. Utang ini akan jatuh tempo 28 Mei 2019. Selain itu, ada juga utang dari Bank Mandiri senilai Rp 274,52 miliar yang akan jatuh tempo pada 9 November 2019. AKRA juga memiliki utang obligasi senilai Rp 1,5 triliun yang jatuh tempo pada Desember 2019. Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu menjelaskan, naiknya liabilitas tahun 2018 dan utang jatuh tempo tahun ini didorong oleh kenaikan pinjaman jangka pendek....

Kawasan Industri JIIPE Memoles Prospek AKR Corporindo (AKRA)

[Saham AKRA] Kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik menjadi penopang baru bagi kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Penjualan lahan di kawasan industri ini pun laris manis. Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan, saat ini AKRA sudah memiliki satu pelanggan yang akan masuk menjadi tenant dengan total hampir 38 hektare (ha). Selain itu, dia berharap ada costumer dengan skala yang lebih kecil yang akan masuk menjadi tenant. “Target penjualan 40 ha bisa tercapai. Ini akan mendorong laba AKRA yang diharapkan bisa lebih baik dari tahun lalu,” kata Haryanto dalam paparan kinerja yang digelar Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa (22/3). Sehingga, kontribusi JIIPE terhadap laba kotor atau gross profit AKRA bisa naik dari semula 18% di 2021 menjadi 28%-30% pada 2024. Sedangkan dalam empat tahun mendatang, kontribusi JIIPE terhadap laba kotor bisa mencapai 30%-35%. Nah, pada 2023-2024, kontribusi JIIPE tidak hanya dari penjualan lahan, tetapi...

Berita Saham, AKRA 27 April 2017

AKRA cetak laba bersih Rp 258 miliar di Kuartal I PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan laba bersih Rp 258 miliar sepanjang Kuartal I 2017. Jumlah itu naik tipis 1,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Di sisi lain, pendapatan AKRA meningkat hingga 22% dari Rp 3,5 triliun pada Kuartal I 2016 menjadi Rp 4,3 triliun pada Kuartal I 2017. Kenaikan pendapatan ini disebabkan adanya kenaikan rata-rata harga jual bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar. Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur AKRA merinci, rerata harga minyak mentah naik dari US$ 34,36 per barel pada Kuartal I tahun lalu menjadi US$ 54,12 per barel. Laba kotor AKRA juga naik dari Rp 443 miliar menjadi Rp 452 miliar. Di sisi lain, beban pokok penjualan juga naik 24% menjadi Rp 3,8 triliun. Hal inilah yang membuat margin laba bruto AKRA turun dari 12,4% menjadi 10,4%. Sementara itu, margin laba bersihnya turun dari 7,1% menjadi 6%. Pendapatan dari sektor kimia naik karena tingginya permintaan bahan ki...

RENCANA STOCK SPLIT AKRA 1:5 DI SETUJUI PEMEGANG SAHAM.

Manajemen PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah disetujui untuk menggelar aksi korporasi di pasar modal oleh pemegang sahamnya. Adapun aksi korporasi yang akan dilaksanakan yaitu pemecahan nilai nominal saham atau biasa disebut dengan stock split. Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) AKRA, yang digelar Senin (20/12) di Jakarta, Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo mengatakan, rencana stock split dengan rasio 1:5 (satu banding lima) tersebut telah disetujui pemegang saham. "Stock split ini bertujuan agar saham AKRA lebih terjangkau, dan untuk memperluas basis investor. Dengan stosk split ini, diharapkan saham AKRA bisa lebih lukid lagi di Bursa,"katanya. Dengan demikian nantinya, nilai nominal saham AKRA dari sebesar Rp100 per saham, akan menjadi Rp20 per saham. Manajemen AKRA memastikan proses stock split AKRA telah mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB, perseroan akan mengajukan permohon...

PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) Jual Anak Perusahaan

PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA)  PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menerima pembayaran hasil penjualan aset Khalista sebesar Rp787,03 miliar pada 31 Agustus 2018. Direktur AKRA Suresh Vembu menyebutkan, pada 31 Agustus 2018 perseroan telah menerima hasil penjualan aset milik anak usaha perseroan, Khalista Chemical Industries Ltd. Sisa penjualan aset itu mencapai 365,48 juta yuan atau setara dengan Rp787,03 miliar. .Total penerimaan dari penjualan tanah Khalista di China adalah 838,52 juta yuan,. paparnya dalam keterbukaan informasi, Senin. Total penjualan aset 838,52 juta yuan setara dengan Rp1,8 triliun. Sebelumnya pada Februari 2018, AKRA mendapatkan pembayaran 50% atau Rp664 dari divestasi pabrik sorbitol Khalista. AKRA memang gencar melakukan divestasi dalam 2 tahun terakhir untuk semakin fokus ke bisnis inti. Pada 22 September 2017, AKRA mendapatkan dana Rp1,57 triliun atau 778 juta yuan dari divestasi Pelabuhan Guigang di China. (end) http://www.iqplus.info/news/stoc...

Saham AKRA | AKRA Tambah Kapasitas Penyimpanan BBM

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk ( AKRA ) melalui anak usaha PT Jakarta Tank Terminal (JTT) sedang fokus meningkatkan kapasitas penyimpanan bensin dan biofuel yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Untuk memuluskan ekspansi bisnis tersebut, manajemen AKR Corporindo menambah modal untuk JTT yang semula sebesar Rp 744,27 miliar menjadi Rp 852,27 miliar, dengan menandatangani akte peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada pertengahan Januari 2019. Alhasil, setelah aksi penambahan modal, emiten ini memiliki 434,707 saham yang senilai Rp 434,71 miliar atau 51% dari saham JTT. Sementara sebanyak 417.567 saham senilai Rp 417,57 atau 49% dimiliki Vopak Indonesia BV. Pada Selasa (12/3) lalu, AKRA telah memberikan jaminan gadai saham JTT. Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Suresh Vembu menyampaikan, tujuan gadai saham ini untuk mendapatkan pinjaman dari Bank Permata seiring dengan rencana ekspansi JTT di sepanjang tahun ini. Namun dia tidak memerinci nilai jaminan...

Analisa Saham AKRA | 2 Maret 2018

Analisa Saham AKRA Sejak jatuhnya AKRA di akhir bulan Oktober 2017 lalu dari harga tertinggi 8025 hingga akhir tahun 2017 menuju ke level terendah di 5925, AKRA sudah 4x gagal untuk rebound dan bertahan di atas 6400. AKRA bahkan turun lagi ke Support bawahnya di 5400. Saat ini AKRA sedang berada di area Konsolidasi 5850-6200. Jika berhasil naik ke 6200+, AKRA akan mencoba kembali untuk naik ke atas 6400+. Rekomendasi: Buy ketika break out kembali di atas 6400+ dengan Target Price terdekat di 6700 dan 7000. Jika berhasil naik ke 7000+ penulis yakin, untuk mencapai 8000 cukup bagus peluangnya; tentu saja tidak dalam waktu dekat. Kita tunggu juga hasil laporan Keuangan Full Year AKRA 2017, harusnya tidak mengecewakan kalau di lihat dari Laporan Keuangan mulai dari Q1 2017 sampai dengan Q3 2017. by SahamProfit

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | BSDE, BMRI, ANTM, AKRA

MNC Daily Scope Wave 5 Juni 2020 Sempat berada di level tertinggi 5,014, namun IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,5% ke 4,916 pada perdagangan kemarin (4/6). Dengan tertembusnya resistance IHSG pada 4,975, maka kami meng-update kembali perkiraan IHSG dengan beberapa skenario. Adapun pada perdagangan kemarin kami perkirakan posisi IHSG sedang berada di wave [iii] dari wave C atau wave (y) dari wave [b] pada skenario merah, dimana IHSG akan bergerak terkoreksi terlebih dahulu ke area 4,730-4,850 untuk membentuk wave [iv]. Namun, dapat diwaspadai dan diperhatikan, apabila koreksi IHSG menembus 4,460 maka kami perkirakan IHSG akan membentuk wave [c] dari wave B ke area 4,300-4,450. Support: 4,770, 4,650 Resistance: 5,040, 5,150 BSDE - Buy on Weakness (760) Terkoreksi 3,8% pada perdagangan kemarin (4/6), maka posisi BSDE saat ini sedang berada di wave (iv) dari wave [iii]. Kami perkirakan koreksi BSDE akan cenderung terbatas dan berpeluang kembali menguat untuk membentuk wave (v) dari wave [ii...

Saham AKRA | AKRA Yakin Bisa Kelola Risiko Walau Laba Anjlok

Distributor petroleum, bahan kimia dasar serta penyedia jasa logistik dan supply chain PT AKR Corporindo Tbk mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal III tahun ini. Ini karena pendapatan perusahaan ini menyusut 10,16% secara tahunan jadi Rp 15,12 triliun. Pendapatan AKRA turun karena harga jual produk turun. Harga bahan kimia lebih rendah mempengaruhi pendapatan bahan kimia. Sementara pertumbuhan volume sedang. Volume BBM tumbuh 27% secara kuartalan, sementara volume bahan kimia dasar tumbuh 2% secara kuartalan. Tak hanya itu, Direktur Utama PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoema menjelaskan, hingga September 2019, AKRA hanya membukukan laba divestasi Rp 4 miliar. Sedangkan di 2018, AKRA membukukan laba divestasi dari aset anak perusahaan di China Rp 737 miliar. Dus laba bersih perusahaan ini anjlok 56,44% secara year on year (yoy) jadi Rp 565,25 miliar Meski begitu, Sekretaris Perusahaan AKRA Suresh Vembu berpendapat, pertumbuhan volume masih cukup sehat terutama ...

Disokong JIIPE, ini rekomendasi saham AKR Corporindo (AKRA)

Prospek bisnis PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) cukup menjanjikan, salah satunya disokong kehadiran Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE. Positifnya iklim investasi di Indonesia melalui Omnibus Law dan peraturan turunannya, membuat AKRA berada pada posisi yang tepat untuk menangkap peluang tumbuhnya permintaan kawasan industri di masa depan. Analis Mandiri Sekuritas Henry Tedja dan Adrian Joezer menyebut,  JIIPE merupakan kawasan industri terintegrasi dengan infrastruktur dan aset logistik yang luas, yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan dari calon penyewa (tenant). “Kami memperkirakan JIIPE akan membukukan penjualan lahan seluas 35 hektare – 40 hektare per tahun pada 2021-2023. Hal ini akan meningkatkan kontribusi EBITDA dari JIIPE menjadi 25%-28%,” tulis Adrian dan Henry dalam riset, Minggu (18/7). Untuk diketahui, pekan lalu, PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia (PTCII) resmi menandatangani kontrak engineering, procurement, and constr...

Analisa Saham BNBA | 19 Januari 2022

AKRA bergerak dalam range 790-895 dalam 2,5 bulan terakhir. Penembusan salah satu support-resistennya akan menentukan arah AKRA selanjutnya. Jika AKRA menguat menembus 895 maka AKRA berpeluang terus menguat menuju 930. Sebaliknya jika AKRA melemah menembus 790 maka AKRA berisiko terus melemah menuju 760.analisa teknikal saham akra berpeluang mengakhiri konsolidasi sideways Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 895. Target 930. Sebaliknya  hindari kalau turun di bawah 790 target 760. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

Rekomendasi Saham AKRA, GGRM, PTBA dan BRPT oleh MNC Sekuritas | 14 Desember 2020

MNC Daily Scope Wave 14 Desember 2020 Menutup pekan kemarin (11/12), IHSG menguat tipis 0,1% ke level 5,938. Selama IHSG belum mampu menguat di atas 6,004, maka kami perkirakan pergerakan IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5,830-5,880 untuk membentuk bagian dari wave [v] dari wave 3. Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5,775 atau bahkan 5,563, maka IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji area 6,000-6,010. Namun, apabila IHSG turun di bawah 5,563, maka IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave 3 dan akan membentuk wave 4 ke area 5,500-5,650 terlebih dahulu. Support: 5,775, 5,563 Resistance: 6,010, 6,200 AKRA - Buy on Weakness (3,320) Pada Jumat lalu (11/12), AKRA ditutup menguat 0,6% ke level 3,320. Selama AKRA tidak terkoreksi di bawah 3,230, maka saat ini posisi AKRA sedang berada di awal wave [v] dari wave C dari wave (Y). Hal tersebut berarti, AKRA berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, wave [v] sendiri akan lebih terkonfirmasi bila AKRA mampu menguat di atas 3,4...

Rekomendasi Saham MEDC, TLKM, BBRI dan AKRA oleh MNC Sekuritas | 12 November 2020

MNC Daily Scope Wave 12 November 2020 IHSG kembali lagi ditutup menguat 0,9% ke level 5,509 meskipun volume tidak sebesar hari sebelumnya, namun demikian IHSG sudah menutup gap yang berada di 5,498. Selanjutnya, kami perkirakan akan adanya ekstensi pada pergerakan IHSG, atau tepatnya pada wave iii dari wave (v) dari wave [iii], dengan demikian arah penguatan IHSG berada pada rentang 5,520-5,530 atau bahkan dapat menguji area 5,577-5,613 untuk menutup satu gap lagi. Meskipun begitu, arah IHSG ini sudah berada di akhir wave iii, jadi tetap perhatikan dan waspadai akan adanya koreksi untuk membentuk wave iv pada rentang 5,360-5,425 bergantung dari akhir dari wave iii nantinya. Support: 5,390, 5,250 Resistance: 5,600, 5,700 MEDC - Buy on Weakness (408) Kemarin (11/11), MEDC ditutup menguat 3,6% di level 408. Saat ini kami perkirakan pergerakan MEDC merupakan bagian dari wave [c] dari wave B, sehingga MEDC masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Buy on Weakness: 392-406 Target Pric...

Saham Online di Facebook