google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham RIMO | 15 Maret 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham RIMO | 15 Maret 2018

Berita Saham RIMO

Emiten properti, PT Rimo International Lestari Tbk. meneken kerja sama dengan Accors Hotels untuk membangun Novotel Serang.

Direktur Utama Rimo International Lestari, Teddy Tjokrosapoetro mengungkapkan Novotel Serang Convention Resort akan dibangun di atas lahan seluas 2,7 ha. Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Novotel Serang mencapai Rp200 miliar--Rp250 miliar.

"Sekarang baru signing, setelah ini, akan matangkan desain, lalu 4-5 bulan kemudian, kami akan melakukan ground breaking," ungkapnya di Jakarta, Rabu (14/3/2018)
khusus hotel

Teddy mengungkapkan pembangunan Novotel Serang akan dilakukan secara bertahap. Dia mengungkapkan, pembangunan diprakirakan sekitar 2,5 tahun, dan dana yang dibutuhkan dalam pembangunan Novotel Serang tiap tahunnya sekitar Rp60 miliar-Rp70 miliar.

Untuk memuluskan pembangunan Novotel Serang, kata Teddy, Rimo akan menggunakan dana internal, serta mencari pinjaman perbankan dan juga menerbitkan medium term notes (MTN).

Dia mengungkapkan, perseroan telah berbincang dengan beberapa fund manager untuk mencari alternatif pendanaan. Tedy mengutarakan, di sekitar Serang belum ada hotel besar dengan brand terkenal, sehingga keberadaan Novotel bakal direspon baik oleh pasar.

Novotel Serang ini akan memiliki 241 kamar. Melalui pembangunan hotel ini, Teddy optimis recurring income (pendapatan berulang) Rimo berpotensi meningkat pada tahun ini. Selain membangun Novotel Serang, emiten bersandi saham RIIMO ini juga berencana membangun rumah tapak di Serang.

Source:
BISNIS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...